Dalam Hijrah Ku

Dalam Hijrah Ku
seksi kesehatan


__ADS_3

"kok kamu malah balik bertanya, bukannya jawab dulu pertanyaan umu. Ujar umi Aliya.


Alwan tersenyu, sambil berfikir tentang apa yang harus dia katakan "enggak begitu banyak Umi, paling teman sekelas sama kaka kelas. Memangnya kenapa umi, enggak apa-apakan kalau hanya sekedar mengenal dan berteman.?" ujar Alwan.


"Ya enggak apa-apa, justru bagus kalau kamu punya banyak teman. Umi Cuman mau mengingatkan kamu!


bertemanlah yang baik, Umi harap kamu tidak mengenal dulu yang namanya pacaran, karena umi takut itu nantinya hanya akan mengganggu konsentrasi kamu dalam belajar, kamu mengertikan maksud umi?" ujar Umi Aliya.


"Iya insyaallah. Umi tenang saja, Alwan akan selalu ingat perkataan Umi. Lagi pula dipesantren ada pelaturannya, tidak memperkenankan santri untuk yang namanya berpacaran" ujar Alwan.


umi tersenyum dan merasa lega. "baguslah kalau begitu. ngomong-ngomong uang saku kamu masih ada?" tanya umi.


"Ada, tapi sedikit lagi Umi, paling cuman cukup buat beberapa hari. Soalnya kemarin uangnya Alwan pake separo, untuk membeli kebutuhan Alwan disini." ujar Alwan.


"iyah enggak Apa-apa, untuk membeli kitad sudah semua?" tanya umi.


"Alhamdulilah sudah". ujar Alwan.


"Ini umi tambahin buat Uang saku kamu, Umi harap kamu bisa mengaturnya dengan baik, sampai bulan depan. Sampai nanti Umi kesini lagi, buat jenguk kamu." ujar Umi sambil membrikan Amplop kepada Alwan.


"nanti kalau ada keperluan yang mendesak, kamu kirim surat saja keumi. titipin sama sopir angkot yang lewat, nanti kamu bilang saja kesopirnya? Tolong kasihin keMang Sule OJek pangkalan yang suka mangkal didekat kantor Desa. biar nanti Mang sule, Umi yang kasih tau sepulang dari sini. " Ujar Umi Aliya..


"Oh. Iyah Umi, kalau nanti Alwan butuh apa-apa Alwan pasti kirim surat". Ujar Alwan.


"Kalau begitu Umi pulang yah? kasihan Adik-Adik kamu, pasti sudah menunggu. Jaga diri kamu baik-baik, rajin belajar, biar nanti kamu jadi orang pinter dan sukses. jaga kesehatan dan pola makan kamu yah.?" ujar Umi.


"Iyah umi insyaallah. Kebetulan Alwan juga mau mandi, Abis itu sholat, terus ngaji kitab," ujar alwan.


Umi berpamitan, seraya berjalan kearah pintu gerbang bersama Alwan.


"ya sudah. kamu enggak usah temenin umi buat nunggu angkot, takutnya kamu ketinggalan ngaji" ujar umi Aliya.


Alwan meraih tangan umi dan menciumnya.


"iyah umi.jaga kesehatan umi dirumah, jangan banyak fikiran juga. Insyaallah Alwan akan baik-baik saja disini.


Assalammualaiku..?" Ujar Alwan. sambil meninggalkan Umi Aliya seorang diri digerbang pesantren.


"Waalaikumsalam Wr. Wb." jawab umi sambil tersenyum.


***


Di suatu malam. Waktu menunjukan jam sembilan, selesai mengaji.


Terdengar suara dari pengeras suara.

__ADS_1


"Assalamualaikum Wr. Wb. Di beritaukan kepada seluruh santri putra, agar seluruh santri diharapkan berkumpul diAula.


perihal pembentukan setruktur kepanitiaan santri yang baru. Maka dari itu diminta kehadiran untuk seluruh santri, dan jangan sampai ada yang tidak hadir.


cukup sekian yang saya sampaikan, Billahitaufik walhidayah, Wasalammualaikum Wr. Wb." Ujar Mang Yusuf yang menyampaikan pengumuman melalui speaker.


semua santri bergegas menuju Aula untuk berkumpul, satu-persatu mulai memadati ruang Aula. Untuk mengikuti Musyawarah pembentukan setruktur kepanitiaan Pondok pesantren. Dan ternyata, seluruh santri putri juga sudah hadir diAula.


****


"Assalammualaikum Wr. Wb" sambut Mang yusuf.


"Waalaikummsalam Warohmatullahi Wbarokatuuuu" ujar seluruh santri secara serempak.


"Inalhamdallilah nahmaduhu, wanas ta'inu, wanas tagfiru, wassururi angfusina, waming sayyi'ati a'malina, mayahdillahu palamugillalah, wamayudhilhu falahadialah. Amma ba'du..


puji dan syukur kita pannjatkan kehadirat Allah SWA, sholawat dan salam kita curahkan kepada baginda besar kangjeng Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sohabat, tabi'in dan tabi'atnya, dan kepada kita semua sebagai umatnya. Yang mudah-mudahan mendapat syafaat diyaumilkiyamah amin ya allah yarabbal alaimin" isi daripada mukodimah yang disampaikan mang suyuf.


Syukran katsiran.


Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh santri yang sudah menyempatkan waktu, untuk berada disini ditempat yang mulia ini. malam ini. saya selaku Lurah atau rohis, mewakili pimpinan yayasan dan rohis santri putri. Ingin menyampaikan, bahwa sudah saatnya, sudah seharusnya kita membuat setruktur kepanitiaan pesantren yang baru. merombak yang lama,


Bukan berarti saya tidak percaya lagi sama setruktur yang sudah terbentuk. kinerja kalian baik, semuanya bagus, Tapi perlu kita ketahui. semakin lama, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, Santri disini akan terus bertambah. jika hanya mengandalkan setruktur yang ada takutnya tidak bisa meminimalisir kesalah, ketidak yamanan dan keamanan yang ada di lingkungan pesantren.


Karena selama ini kita hanya bergantung pada seksi keamanan dan ke bersihan, untuk itu saya mewakili dari pada pemilik Yayasan dan Atas Perencanaan pemilik Yayasan, untuk sesegera mungkin malam ini membentuk setruktur kepanitiaan yang baru, menambahkan yang belum ada disetruktu yang lama." Ujar mang yusuf. yang memimpin musyawara atau mufakat malam itu, sampai dengan selesai


****


Alwan sendiri tidak menolaknya, karena tugasnnya hanya ketika ada santri yang sakit, atau membutuhkan pertolongan medis, seperti memberikan obat, mengecek kesehatan santri, dan mengantar santri jika ada santri yang harus di larikan kerumah sakit.


Baginya itu tidak terlalu merepotkan, karena dibutuhkan hanya pada waktu tertentu saja.


Waktu menunjukan jam dua belas lebih lima belas menit, setelah mufakat.


"Mang, tolong dong?" Ujar lutfi.


"Kenapa fi,?" Tanya Alwan yang sedang membaca kitab dan mengoreksinya.


"Ini mang tangan saya sakit banget", ujar Lutfi sambil memegang tangan kanannya.


"Sakit begaimna, memangnya tadi kamu jatuh?" tanya Alwan Seraya mengecek tangan Lutfi, mengamati apakah ada goresan atau memar.


Lutfi terlihat meringis, seperti menahan sakit


"Enggak tau tiba-tiba saja sakit" ujar Lutfi.

__ADS_1


"Enggak apa-apa fi, enggak ada memar, atau goresan. bengkak juga enggak. Sebelah mana sih yang sakitnya? Tanya Alwan sambil mengamati tangan lutfi.


"Ini, nih Mang, sekitaran sinih. Enggak apa-apa dipijat saja dulu, biar nanti ketahuan letaknya yang sakitnya diseblah mana" ujar Lutfi sambil menunjuk lengan belakangnya..


Alwan memijat lengan Lutfi pelan-pelan, berpindah keatas dan kebawah sambil diperhatikannya. dan Lutfi terlihat meringis..


"Nah itu dekat situ Mang. sedikit lagi, Kurang keras mang sedikit lagi saja, pindah-pindah mang.


Nah itu iya bener Mang" ujar Lutfi. Sambil menahan tawa


Alwan mulai tersadar dengan perkataan Lutfi, diapun tersenyu jahil


"Hemmm sialan lue fi, ngerjai gua lue ya. nih, lue rasain Enaknya pijatan gua." gumam Alwan dalam hati.


Alwan mengupulkan tenaga, dengan keras Alwan memijat tangan Lutfi.


begitu kencang, "Aaaaaaaauhhh,


Aduh Mang sakit mang, aduh sakit, Mang lepasin mang" teriak lutfi saparuh tertawa.


Lutfi memberontak dengan rasa sakit yang didapat dari pijatan Alwan.


"sebelah mana fi? yang ini, atas apa yang bawah?" ujar Alwan menahan tawa.


dengan susah payah Lutfi terlepaskan diri dari cengkraman Alwan. "Enggak mang, Auhhhh udah mang. sakit, auhhh sakit tau maang." ujar Lutfi sambil mengelus lengannya.


"katanya tadi kamu bilang, tangan kamu sakit. Makannya sini Saya pijat-pijat lagih biar cepat sembuh". Ujar Alwan yang ingin meraih tangan Lutfi.


Lutfi bergeser menjauh.


"enggak ah, ga jadi. yang ada nanti sakit beneran, ini ajah sampai merah-merah." ujar lutfi dengan muka keselnyah, yang jadi beneran meringis kesakitan.


"kan tadi kamu sendri yang nyuruh saya, untuk memijat lebih kencang, hi hi.. " ujar Alwan dengan tawa kecilnya, sedikit meras puas.


"Makanya jangan mentang-mentang sayah seksi kesehatan, kamu bisa seenaknya meminta tolong. kalau cuman pegal, pijat saja sendiri. nih, pijat pake salep, balsem atau ininih kamu tempelin koyo kejidat kamu, siapa tau otak kamu jadi lebih encer (cerdas)." ujar Alwan seraya mengeluarkan Cream (salep) untuk obat pegal.


"enggak usah segitnya juga kali mang, sampai koyo harus ditempel dijidat (kening) segala." ujar Lutfi. Sambil mengambil salep dan mengolesi tangannya secara merata.


"takutnya kamu sakit kepala, dan sakitnya merembet sampai ke tangan hi hi hi." ujar Alwan bergurau sampai tidak bisa berhenti tertawa.


"mau dipijat lagih?" tanya Alwan.


"Enggak, enggak mang cukup. cukup pake ini sajah" ujar Lutfi yang bersiap-siap untuk menghindar.


Alwan memperhatikan Lutfi. "hi hi hi kapok-kapok lue isengin gua" gumam Alwan dalam hati.

__ADS_1


 


__ADS_2