
...----------------...
Dijah menghampiri Andi, setelah membeli jajanan diwarung.
"Mang andi?" pangil Dijah.
Andi yang awalnya ingin menendang bola, malah mengambilnya dengan tangan. "iya kenapa teh?" ujar Andi menoleh kearah Dijah.
"Mang andi tau enggak, mang Alwan kenapah? Saya perhatiin engga biasanyah murung kaya gituh" tanya Dijah
"ohh kayanya kurang tidur deh" ujar Andi
"Emang semalam ada yang sakit ya?" tanya Dijah memastikan.
"iyah, Ada. Alwan juga semalam balik kekamar udah mau jam 3 pagi." ujar Andi.
"ditambah lagi, tadi pagi dia engga sarapa? Sambung andi.
"kenapah" tanya Dijah
"katanya engga kebagian nasi. Di dapur mang ajo juga engga ada sisa, di warung depan juga engga kebagian juga katanya" ujar andi yang sedang memeluk bola.
"Oh ya sudah, makasih mang Andi? Ujar Dijah
"Iyah teh" ujar andi dengan heran
*****
Mang andi menendang bola kearah budi. "Bud? kita separing yuk." panggil hendra, siswa kelas 1b.
budi menghentikan bola, yang bergulir di kakinya.
"Separing,? Orangnya juga engga ada. cuman ada bayu, andi sama gue." ujar budi.
"emang yang lainnya kemana,?" tanya hendra.
"Yang lain masih pada jajan," ujar budi seraya mengoper bola kebayu
"Alwan kemana Bud, tumben engga ikutan main,?" tanya hendra.
"tadi sih Dia masih di kelas, kayanya tidur." sambung bayu.
"Oh, kita gabung ajah yu? kita ajak separing kelas 2." ujar Hendra.
"Boleh. kamu ajak saja dulu Asep Cs nya, mau apa nggak lawan kita.
Ajaka juga anak kelsa 1b yang lain, buat gabung" ujar budi
"OK, gue samperin Asep dulu" ujar Hendra.
****
Di dalam kelas, Alwan tertidur dengan tangan terlentang di atas meja, sebagai alas kepala.
Sedangkan santri putri Asik mengobrol, dan tertawa.
ada juga yang sedang menghafal dan membaca, tapi Alwan tetap terjaga dalam tidurnya.
Khodijah yang memaca Al-quran, menyudahi membacaannya dan beranjak dari kursi.
"Teh, mau kemana,?" tanya ayu
"Mau ke kamar mandi, kenapa, mau ikut.?" uajar Dijah sambil berbalik
"Ohh Engga deh. kirain mau kewarung, tadinya maunitip sesuatu.." sambung Ayu..
"Ohh" sahut khodijah sambil berlalu.
__ADS_1
****
siang hari di pesantren.
Setelah mengaji Alwan menyetrika baju yang tadi pagi dia jemur. Sedangkan yang lain sedang tidur siang, terkecuali mang Andi.
"Tuk tuk tuk" terdengar suara ketukan pintu.
"Assalammualaikum?" suara di balik pintu
"Waalaikumsalam. masuk sajah engga di kunci" pekik Alwan
"Mang, ini ada titipan?" ujar falah sambil membuka pintu.
Alwan tertegun sejenak dengan mengerutkan keningnya.
"titipan dari siapa Lah.?" tanya Alwan Melihat rantang yang di pegang falah..
"Apa mungkin itu titipan dari Umi? perasaan belom ada sebulan. kalaupun itu dari Umi, tapi kok gak di kemas dengan rapih. seengganya pake pelastik." bisik Alwan dalam hati.
Falah menghampiri alwan.
"Titipan dari teh Dijah Mang.
tadi pas saya lagi belajar di Aula, teh Dijah manggil di sebrang jembatan. kata teh Dijah makanannya harus di Abisin." ujar falah sambil memberikan rantang ke Alwan.
Alwan tersenyum heran, antara perasan bingung dan percaya tidak percaya.
"itu beneran buat Mang Alwan ?" Tanya Alwan, meminta ketegasan.
"Iyah. Buat mamang. Ya sudah mang, falah mau lanjut belajar lagi di Aula" ujar falah.
"oh iya. Makasih yah, nanti rantangnya biar mamang titipin kesantri yang lain" ujar Alwan sambil menarik rantang.
"Iyah mang sama-sama. Assalammualaiqum?." pamit falah
waalaikumsalam wr, wb..
Alwan kembali tesenyum sambli memperhatikan rantang tersebut, tanpa terburu-buru membukanya. sesekali mengendus untuk mengetahui aromanya.
"Isinya ada apa aja ya, ini beneran engga salah ngasih?
apa teh Dijah tahu kalau sedari pagi aku belom makan. tapi Tau dari siapa.? Hemmmmh coba aku buka ajah, kebetulan lapernya udah ke bangetan." gumam Alwan dalam hati.
Alwan melepas pegangan rantang, dan membukanya satu persatu. Yang paling atas isinya kertas (surat memo).
yang ke dua isinya sayur, yang ketiga isinya telor belado, sedangkan isi rantang Yang paling bawah isinya nasi.
Sebelum menyantap makanannya, Alwan terlebih dulu membaca apa yang di tulis dalam kertas itu.
...-- Isi surat --...
"Assalammualaikum,,?
Mang Alwan, Dijah Minta maaf kalau Dijah lancang.
Tapi Dijah engga ada maksud apa-apa kok, Dijah cuman niat ngasih Makanan ini saja ke Mang Alwan.
Dijah tau tadi pagi Mang Alwan Engga kebagian nasikan?
sampai-sampai di waktu istrahat tadi, Mang Alwan tertidur. Dijah harap mamang suka masakannya, insyaallah rasanya enak kok, selamat menikmati.
Wassalmmualaikum wr. wb.."
^^^__Kodijah__ "^^^
"Waalaikummsalam wr, wb. Alhamdulilah ya allah, gak harus nunggu sampai nanti sore buat makan." Ujar Alwan dalam hati sambil tidak berheti tersenyum, seperti orang yang sedang kasmaran.
__ADS_1
sampai sedang makanpun masih saja senyum-senyum sendiri dengan fikiran yang traveling.
"hayohhh. Ada kulhum kok engga bagi-bagi mang." ujar mang andi yang masuk dengan gaya slonong boy, (tanpa mengucapkan salam).
Alwan menutup mulutnya.
"E'hhu ehu ehu" Alwan tersedak karena kaget. Dia langsung bergegas mengambil air minum, yang terletak di pojok kamar.
"Ahhhhh...
alhamdulilah hirabilalamin," ujar Alwan.
"Mang alwan engga apa-apa?" tanya mang andi
"Enggak, enggak apa-apa. Saya cuman kageti. Mang andi masuk bukannya asalammualaikum, malah ngagetin" ujar Alwan
Andi tertawa kecil.
"Maaf-maaf, lagian punya kulhum engga bagi-bagi?" ujar mang andi "Kulhum dari mana mang?" tanya Alwan balik
"Itu yang dimakan" Ujar andi, sambil menujuk ke arah makanan di depan alwan.
"Oh ini. mang andi mau,? Tanya Alwan.
"Ya, mau" ujar andi yang lansung menyambar makanan di depan alwan.
Tanpa basa-basi mang andi langsung mengambil suapan pertamanya.
"Emmmm, enak banget masakannya. Nasinya juga masih anget lagi " Ujar mang andi.
"Ya enak lah. biasanyakan makan sama gorenga, Jauh bedakan rasanya sama telor belado?" ledek Alwan dengan menahn senyum.
Mang Andi tidak menanggapi ledekan Alwan, Sebaliknya malah bertanya.
"tumben kulhumnya pake rantang, bukan pake, kertas nasi sama daun?" tanya Andi.
"Udah makan dulu ajah, takut yang lain pada ke bangun. Engga enak, soalnya nasi sama lauknya cuman sedikit. Ujar Alwan.
Alwan sama mang Andi menghabiskan makanya, tanpa ada satu nasipun yang tertinggal di rantang.
"Mang, sebenernya Nasi tadi dari siapa sih?" tanya andi yang masih penasara.
"Dari seseorang"ujar Alwan.
"Seseorang siapa" tanya andi.
Alwan tersenyum.
"Teh Dijah" sahut Alwan sambil melihat kearah Andi.
"Serius mang" uajar mang andi meminta ketegasan.
"Iya serius.cuman saya heran, kok Dijah bisa tau kalau saya tadi pagi tidak sarapan ? Ujar alwan
Mang Andi tersenyum,
Seketika mang andi teringat sesuatu.
****
"Mang, Mang andi." panggil Alwan "Mang Andi kenpa senyum-senyum begituh?
Ouuhhhhhh ana paham sekarang" sambung Alwan.
"Maaf mang..
tadi Teh Dijah bertanya kenapa dengan mang Alwan? saya keceplosan, saya bilang kalau mang Alwan kurang tidur dan engga kebagian nasi waktu pagi." ujar Andi dengan perasaan takut Alwan marah.
__ADS_1
"Ohh... ya sudah engga apa-apa, yang penting Mang andi udah terus terang. dan hikmahnya alhamdulah, ada rezeki yang tidak saya duga, berkat itu rasa lapar saya terobati. Makasih ya mang andi" ujar Alwan dengan tersenyum.