Dalam Hijrah Ku

Dalam Hijrah Ku
masih dalm penasaran


__ADS_3

"karena wajah Mang Alwan Lebih tampan dari kita, kalau mang Alwan sampai naksir? bisa-bisa dia kepincut sama Mang Alwan." Ujar lutfi.


Bayu memotong pembicaraan "bilang saja kagak boleh. takut kalah saing jugakan lue? " ujar Bayu kepada Lutfi.


Alwa mengerutkan kening dan bertanya. "Emangnya lutfi juga suka ya mang.?" Tanya Alwan.


"Bukan cuman Lutfi sama hadi mang,? saya juga pernah suka, tapi saya Engga mau kena mental. Saya takut kalau harus ketahuan sama Akang dan Eteh, mending kalau orangnya suka sama kita. sayamah mang lebih tau diri, lebih baik memundurkan diri dari pada nyakitin diri sendri." Ujar Bayu.


Alwan menopang dagunya.


"Hemmm " gumam Alwan dalam hela nafasnya. "Seperti apa si Orangnya? " bisik Alwan dalam hati.


seketika teriakan seseorang membubarkan lamunan alwan. "Woy." suara bayu mengembalikan Alwan yang setengah melamun, sambil menyenggolnya dengan sikut.


"Hem' apa mang?" Ujar alwna.


"Ya Elah, belum juga ketemu Udah dilamunin. bagaimana nanti kalau sudah kenal?" Ujar Bayu.


Alwan hanya tersenyum geli, mendengar perkataan Bayu.


"Mang? Bisa dibilang, dia itu permaisurinya pesantren. parasnya cantik, anaknya baik, kalem, pinter lagi. Udah gitu aktif banget orangnya. kalau dengar suaranya beuhhhh,


waktu seakan-akan teras terhenti" ujar Lutfi memberikan gambaran.


Sesekali, Mang Andi meririk ditengah pembicaran mereka. sambil dengan lahapnya makan sisa gorengan yang tadi dia beli. Dia tidak begitu perduli dengan Hal yang berbau Asmara, Karena bagi Mang Andi, belajar adalah prioritas utama. dia juga tidak terlalu tertarik dengan apa yang mereka bicarakan, orangnya pemalu, kalau bicara sama perempuan yang sebaya suka salting.


"Beeeuh, udah mulai deh itu puisi keluar. "sindir bayu kepada lutfi.


***


Tanpa terasa, percakapan yang mereka bahas megantarkan mereka pada sisa waktu dijam istrahat sekolah.


"Tring trinnnnnnng " bunyi bell membubarkan kongres. semua siswa-siswi yang ada diluar, kembali kekelas masing-masing.


Setibanya Alwan dikelas, para santri putri terdiam dan berbicara satu dengan yang lainya, dengan nada samar. beberapa dari mereka melirik kearah Alwan, sambil menutup senyum dengang tangan.


Alwan tidak lupa memberikan senyum kepada merek, sambil berlalu menuju tempat duduknya. dan Saat mata pelajara Akan dimulai? Alwan meraba kolong meja (tempat tas dan buku), dengan niat mencari bolpoint ( pulpen ). tiba-tiba?


Alwan mengerutkan kening dan melihat kebawah.


"ini kertas apa? Sejak kapan ada disini." Tanya Alwan dalam hati. karena seingat dia, Dia tidak membuat robekan kertas.

__ADS_1


Alwan menemukan sobekan kertas, yang terlipat dikolong meja. Alwan membuka lembar lipatan kertas itu, Dan didalamnya ada tulisan?


اسلم عليكم .؟؟ "


" اهلا يا، الون..!! اسمي، خديجه


Alwa terkejut. dia mencoba membacanya meski dia tidak mengetahui apa artinya, dan belum terlalu pandai membaca Hurup Arab (Aksara Gundul) yang tidak diberikan patah atau dhomah.


Alwan melirik kearah santri putri, melihat dari deretan meja depan sampai bangku belakan. Namun, tidak ada yang bisa dia curigaia.


meskipun sesekali ada santri putri yang melirik kearah Alwan. Seseorang itu mengulum senyum, saat melihat tingkah alwan.


Alwanpun kemudian memasukan kertas itu kedalam lapisan buku, tanpa memperlihatkan keperduliannya. Meski dalam hatinya bertanya-tanya.


Alwan membuka Buku mata pelajaranya. "sepertinya belakangnya nama orang, yang tengah artinya apa ya?


hemm..." Gerutu alwan dalam hati.


Alwan mulai menulis apa yang sudah ditulis oleh guru diboard, mengesampingkan arti dari kalimat yang tertulis dikertas tadi.


***


Waktu belajar selesai.


tiba ditengah malam, saat alwan berusaha mengodisikan matanya untuk terpejam, terlintas di fikirannya akan kertas yang ditemuka dikolong meja tadi siang. lantas alwan bergegas mengambilnya dalam lapisan buku.


ketika Alwan membacanya seraya berbaring, tiba-tiba? sebuah tangan dengan cepat melesat, mengambil kertas dari tangan Alwan. sontak saja Alwan menoleh kearah kiri, tempat tangan tadi muncul seraya terkejut.


Alwan mencoba mengambil kembali kertas itu dari tangan Lutfi. "Fi, balikin kertasnya." ujar Alwan memohon.


Lutfi menjaukannya dari Alwan. "Etssss bentar dulu " sahut lutfi seraya membacanya dengan suara berbisik, Alwan dengan cepat mengambil kembali kertas dari tangan lutfi'.


"Cieeeeee udah nambah nie yeaa fansnya? kemarin ada yang Melambaikan tangan, sekarang ada yang kirim Memo (surat kecil). Besok-beso ada apa ya? Ujat lutfi meledek Alwan sambil tersenyum.


Alwan bergegas menyimpan kertas itu kedalam sakunya. "Apaan sih fi. saya fikir kamu sudah tidur?." ujar Alwan dalam nada kesal.


raut wajah Alwan berubah seketika "Eh fi, tulisan dikertas tadi apa sih artinya? " ujar awlan penasaran.


"Yang mana mang? " ujar lutfi, yang berpura-pura ngantuk sambil memejamkan mata..


Alwan meraba sakunya. "Yang tertulis dikertas ini" isyarat Alwan sambil mengambil dan memperlihat kannya kembali.

__ADS_1


Lutfi kemudian menoleh.


"Ohh. penasaran ni yehhh? Hihi" ujar Lutfi sambil menahan tawa.


Alwan membelakangi lutfi sambil berkata. "Ah lue fi, enggak asik banget sih? " ujar Alwan.


"Hemmm, gitu doang sewot." pekik Lutfi seraya berbalik kearah alwan.


Lutfi dan Alwan kemudian menatap langit-langit kamar. "Itu cuman surat perkenalan mang, artinya?


salam kenal Alwan, saya khodijah." Ujar Lutfi


"Ohhh... " gumam Alwan sambil tersenyum.


"Cieee swit swiwww" pekik lutfi seraya meledek.


"kalau itu perkenalan? kenapa harus lewat surat ya. padahalkan sekelas. kalau berkenalan secara langsung, sayakan bisa tau yang mana orangnya." ujar Alwan.


"Hemh, enggak peka mamang ini. mungkin cinta pada pandangan pertama mang, jadi kalau berkenalan secara langsung takutnya gugup. Bukannya nanti berkenalan, yang ada Hilang jantungan kaya patung hi hi." ujar lutfi dengan tawa kecilnya.


"So tau kamu fi, sudah-sudah sudah malam, yang lain dah pada tidur.. " Ucap Alwan sambil memejamkan mata.


***


Malam dipesantren tidak begitu sunyi, terdengar suara santi yang sedang mengaji Al-Quran, bersholawat dan ada juga yang sedang menghafal.


Namu malam itu. Alwan sedikit gelisah, tidak mudah baginya untuk terlelap.


Alwan menghadap kearah Lutfi. "fi?" bisik Alwan


"Hemm" sahut lutfi bergumam.


"Belum tidur? tanya Alwan sambil tersnyum


Lutfi yang setengah mengantuk, kemuian mencoba membuka mata dan memejamkannya kembali. "Mau mang" ujar Lutfi dengan nada lemas.


Alwan dengan bingung, igin bertanya tapi ragu. "Anak Ibu Aidah itu siapa namanya fi? tanya Alwan memberanikan diri.


Lutfi menggaruk dagunya, yang mulai tenggelam dalam tidurnya.


"hemmh, syila mang" ujar lutfi seperti sedang mengigo.

__ADS_1


Alwan menahan tawa, melihat Lutfi. "oh namanya syila?" gumamnya dalam hati.


tersapu sudah, apa yang membuat Alwan susah untuk tertidur. Alwanpun mulai kembali memejamkan mata, sambil membawa senyum kedalam tidurnya..


__ADS_2