
...----------------...
"engga, umi Aidah enggak cerita apa-apa lagi tentang amy" ujar alwan.
"Yang bener.?" tanya syila.
"beneeer, aby engga bohong, sumpah." ujar alwan sambil mengacungkan dua jarinya. "bagai mana, amy suka enggak sama bonekanya? Tanya alwan mengalihkan pembicaraan.
"Suka. suka banget. Makasih banyak yah by.?" ujar syila
Alwan tersenyum bahagia mendengarnya. "Iyah sama-sama" ujar alwan.
"tapi kok ada kucing kecilnya, emang cuman satu yah by?" tanya syila.
"engga. kucing kecilnya ada dua, jadi ceritanya pupu sudah menjadi seorang ibu, dan kucing kecilnya ini adalah anaknya" ujar alwan. Syila menatap alwan dengan manja.
"terus, Satu lagi mana by,,? Tanya syila
"ini" ujar alwan sambil mengeluarkan yang satu lagi dari sakunya, sambil memperlihatkannya kepada syila.
"Ada namanya juga ya byy,?" tanya syila.
"Ya ada atuh, kalau ini untuk aby yang simpan" ujar alwan.
"biar amy lihat apa namanya" ujar syila sambil merampasnya dari tangan alwan.
"Ehh." Pekik alwan kaget
Syila tersenyum lepas, seraya membaca tulisan yang ada di kucung tersebut.
di kalungnya tulisan (syila my love), dan di perutnya ada tulisa (cinta pertama dan terakhir).
"Kok punya aby ada kata katanya, sedangkan punya amy eggak ada,?" tegur syila sambil mengerutkan keningnya.
"Itukan ungkapan dan harapan aby. mewakili perasaan aby tentang hubungan kita, sedangkan abykan engga tau kesan amy terhadap aby, juga hubungan kita.
disini nanti amy bisa tulis, sebuah harapan atau kesan tentang kita" ujar alwan sambil menunjuk keperut boneka, yang di tempel kain putih tanpa bulu.
"oh begituh?" ujar syila sambil tersenyum
"emangnya amy mau nulis apa,?" tanya alwan
"ada deh, nanti saja amy tulis dirumah" ujar syila.
"Heemmm" gumam alwan
"Oh iya, kemarin amy bilang, amy mau ngomongin sesuatu, Mau ngomong apa,? jangan bilang kalau amy mau ngajak nikah," ujar alwan menggodanya sambil menahan tawa..
"ihhh ngaco, hmmmmh" lirih syila, yang mendadak mendapat keraguan untuk berterusterang kepada alwan.
__ADS_1
"Kenapa, Kok jadi kusam begitu raut wajahnya, senyum dong," rayu alwan sambil memberi contoh dengan tersenyum.
syila memaksakan diri untuk tersenyum meskipun berat rasanya, seakan tidak ada hal yang mengubah kebahagian dalam hubungan mereka.
"nah begitu doooong. Cantiknyakan jadi lebih keliatan." ujar alwan sambil tersenyum.
"eemm.. Amy bingung harus mualai dari mana!" ujar syila dengan nada datar
"kenapa? emang sebenarnya ada apa sih.? Kayaknya serius banget" tanya alwan
"sebelumnya amy minta maaf." Ujar syila.
Alwan menata syila dengan heran. "maaf untuk apa, emang apa yang salah.? tegur Alwan sambil memperhatikan apa yang akan syila sampaikan.
"Emmm... Mungkin hari ini, adalah hari dimana terakhir kita bersendagurau. Dan entah kapan, kita akan bisa kembali merasakan suasana seperti ini lagi?" ujar syila dengan perasaan hampa.
Alwan terdiam, tenggelam dalam fikirannya sendiri.
"heuuhemm. berarti rumor itu benar.? kalau amy sudah ambil beasiswa dari yayasan." ujar alwan meminta ketegasan.
***
Memang sebelumnya Alwan sudah mendengar selentingan itu dari para santri, Namun alwan menghiraukannya. dia tidak pernah bertanya tentang hal itu kepada syila, meski alwan ingin tau apakah itu benar atau tidak. karena yang dia tau, dia tidak akan sanggup untuk mendengarnya.
"iyah, umi juga sudah mengatur semua jadwal keberangkatannya, dalam waktu dekat" Ujar syila dengan lirih seraya memandang kekosongan di hadapannya.
"Secepat itu kah, Apakah semuanya sudah difikirkan dengan matang?" Tanya alwan dengan nada sendu.
"amy harap aby lebih bisa mengerti, Dan memahami situasi amy saat ini. mengenai hubungan kita, alangkah baiknya kita tunda dulu, lebih tepatnya kita sudahi sampai disini" ujar syila yang langsung to the point.
Alwan membuka matanyalebar lebar, dan menatap tajam kearah syila. "kenapa.? Sesingkat itukah perasaan amy selama ini. apa amy berniat untuk tidak kembali kesini.?" tanya Alwan sambil menggelengkan kepalanya. seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan syila.
Jelas alwan kage, karena syila tidak memberinya pilihan untuk bertahan. Dan malah meminta untuk menyudahi hubungan yang sudah mereka jalin selama ini.
" bukan begitu.!!" ujar syila, yang tidak bisa menahan air mata.
"Bukan begitu bagai mana.? jelas-jelas amy memberi keputusan akan hubungan kita, Seakan-akan tidak pernah ada apa-apa diantara kita." ujar Alwan yang sedikit larut dalam emosi, dan menaikan tensi bicaranya. alwan tidak mau menerima keputusan yang syila buat secara sepihak.
Suasana menjadi hening seketika, hanya semilir anging yang berhembus terdengar meniup telinga.
tanpa kuasa syila terus menitikan air mata, Syila mencoba menenangkan diri. dalam fikirnya, syila mencoba memilih dan memilah kata yang tepat, untuk disampaikan kepada alwan. agar perkataannya tidak terlalu menusuk relung hati Alwan. karena syila tau, ini pasti akan mereka alami, dan terasa menyakitkan buat alwan dan juga dirinya sndiri.
Syila mengusap air mata yang berderai di kedua pipinya. "amy sebenarnya ingin, hubungan kita berjalan apa adanya. tapi, umi dan aby meminta amy untuk fokus sama kuliah amy selama di sanah, dan umi sama aby meminta amy, untuk tidak pacaran atau memikirkan hubungan asmara. Karena mereka takut itu akan menghambat dan mengganggu amy di universitas nantinya" ujar syila sambil menahan tangis.
"Huuuhhh.." alwan mengambil napas panjang.
"iya, untuk itu aby mengerti.
tapi meskipun begitu, apakah hubungan kita harus di korbankan.?
__ADS_1
semua kembali kepada amy, kalaupun amy meminta aby bertahan, aby siap. Asal kita saling percaya dan menjaga perasan kita satu sama lain, selama kita jauh. aby janji, aby akan setia untuk menunggu, sampai amy kembali." ujar Alwan penuh dengan harapan.
Syila menatap langit, sulit baginya untuk berucap.
"Amy percaya abi orangnya pasti setia, dan bisa menjaga perasaan Amy.
tapi, di waktu yang lama Amy sendiri tidak bisa berjanji? dan amy tidak mau membuat aby lebih lama menunggu.
Amy sayang sama aby, amy enggak mau nyakitin perasan aby, dan amy tidak mau aby terkurung dalam penantian yang tidak tau kapan akan berakhir.
amy hanya ingin, aby tidak terbebani ketika ada wanita lain yang menaruh hati sama aby. yang akan membuat aby terus beraharap, diantara waktu yang tak pasti. amy percaya aby juga bisa lebih bahagia, meski tanpa amy." ujar syila sambil memegang tangan alwan, untuk membuat alwan lebih tenang.
"Satuhal yang harus aby ingat, jika aby benar percaya cinta dan jodoh adalah takdir yang maha kuasa. Pitalah kepadanya, dan percayalah :
...Perpisahan ini adalah awal, dari keriduan,...
...penantian, serta harapan yang kita gantungkan. Yang akan terjawab dalam perjumpaan nanti....
...Jika takdir memihak kepada rasa, niscahya bahagia itu takan terhingga....
...namun jika kenyataannya tidak seperti yang kita damba....
...percayalah, tuhan telah menyiapkan yang lebih baik, dari apa yang kita pinta ke padannya....
tidak apa jika Aby ingin bertahan. tapi amy tidak akan meminta, dan amy tidak bisa menjanjikan apa-apa untuk hubungan kita, untuk suatu hari nanti." ujar syila seraya melepas genggaman tangannya.
Alwan tenggelam dalam fikiranya dalam sedihan, dia hanya terdiam tanpa sepatah katapun.
Syila kemudian berdiri dan berkata. "berjanjilah, jika suatu saat nanti kita berjumpa kembali. ingatkan amy akan cinta kita, Cinta ini yang harus kita tunda." ujar syila, sambil berlalu meninggalkan alwan. Syila pergi setengah berlari, sambil menangis.
semakin jauh syila melangkah, dia semakin takkuasa menahan kesedihan, seperti ada sesal yang menghantam hatinya.
Di satu sisi, Alwan masih terdiam. tanpa dia sadari air mata sudah berderai membanjiri pipinya.
dia hanya bisa merenung takberucap, entah apa yang menguasai fikirannya. Sampai dia tidak bisa mencegah syila untuk berlalu di sampingnya, semakin jauh syila melangkah, Alwan semakin menundukan kepalanya.
Dan dalam waktu yang lama, setelah syila tidak lagi terlihat. Alwan menengadah ke atas, sambil berteriak.
"Eeeeaaaaaaaakkkkkkkhhhhhhhh" teriak alwan. Sekeras mungkin Alwan berteriak, sampai suaranya menggema memecah keheningan, dengan teriring tangis yang teramat dalam.
Sejak saat itulah, Alwan tidak pernah berjumpa lagi dengan syila, dan keduanya tidak pernah bertukar kabar satu sama lain. meskipun begitu, Alwan tetap pada pendiriannya berharap dan menunggu. Dia percaya, takdir tuhan akan kembali mempertemukan mereka.
......................
Mohon di bantu untuk Like dan berikan komentartarnya, biar Author lebih giat lagi up datenya.. 😉😉
Terus ikuti ceritanya jangan sampai ketinggalan.
Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1