
...----------------...
"Alhamdulilah hirabbil alamin." ucap Umi Aliya penuh syukur, setibanya ke rumah dengan selamat.
"Al? kamu ambil air wudu sana, sholat zuhur. habis itu nanti kamu antarkan rantang ke sawah, Uwa kamu pasti sudah menunggu buat makan siang " perintah Umi Aliya.
"Iya umi." sambut Alwan.
dia bergegas masuk untuk mengambil handuk.
"tumben anak itu langsung patuh?
biasanya kalau di suruh suka membantah, mudah-mudahan hari ini awal yang baik, dan menjadi lebih baik ke depannya." gumam Umi Aliya dalam hati
***
30 menit berikutnya, Alwan menghampiri Umi Aliya di dapur.
"Umi ! apa semuanya sudah siap?" tanya Alwan.
"sudah. kamu sudah selesai Sholat zuhurnya?" tanya Umi balik.
"sudah Umiiii." jawab Alwan.
"Yang beneeeer ? kamu tidak bohongin Umi kan ?" tanya Umi dengan skeptis.
"bohong itu kan dosa Umi, dan dosa terbesar seorang anak di antaranya membohongi orang tua, iya kan ?
lagi pula Alwan juga sudah ada niat untuk berubah." ujar Alwan.
"Alhamdulilah. syukur kalau begitu, semoga kamu istikomah" ujar Umi sambil tersenyum.
"ya sudah kamu antar makanan ini ke Uwa kamu." perintah Umi Aliya.
"sudah segini saja Umi enggak ada yang lain?
coba umi cek lagi takutnya ada yang terlupa." ujar Alwan mengingatkan.
"Emmmm... sepertinya tidak ada? sayur, sambal, sama ikan asin sudah.
kopi, sama Air minum semuanya sudah." gumam Umi, sambil mencubit dagu mencoba mengingat takutnya ada yang tertinggal.
"sudah enggak ada." tegas umi.
Alwan menyeringai " ongkosnya mana Umi? he he he," Ujar Alwan dengan malu.
"hemm kamu ini, kebiasaan kalau ke mana-mana minta ongkos" gerutu Umi Aliya
"tadi waktu ke pasar kan belum di isi bensin Umi, nanti kalau habis bagaimana? mana Alwan lagi enggak ada uang." jelas Alwan dengan wajah melasnya
"makanya kamu cepat-cepat cari kerjaan sana, tanya-tanya ke teman-teman kamu barang kali ada yang punya lowongan buat kamu. biar nanti kamu punya masa depan yang cerah, mau apa saja kamu bisa pake uang sendiri, punya penghasilan sendiri, bisa ngasih uang saku buat kedua adik kamu." nasihat Umi sambil mengambil uang di dalam dompet.
"Iya Umi iya, Alwan minta Do'a restunya dari Umi. " ujar Alwan sambil mencium tangan Umi Aliya.
__ADS_1
"Umi selalu mendo'akan kamu. setiap orang tua pasti akan selalu mendo'akan untuk kebaikan Anak-anaknya, tanpa perlu kamu minta.
semoga Allah senantiasa memberi kemudahan, di setiap niat baik dan usaha kamu." ujar Umi Aliya.
"Aamin yarabbal alamin,
Alwan berangkat dulu Umi." pamit Alwan
"Iya. Kamu hati-hati di jalan jangan ngebut-ngebut bawa motornya?
bilangin ke Uwa Aji Umi minta maaf kalau telat bawain nasinya, nanti sehabis kamu mengantar nasi, kamu ke sekolahan ya? jemput Adik-adik kamu." ujar Umi Aliya yang sedikit cemas.
"siap bos ku." ujar Alwan dengan tersenyum lebar, sambil memberi hormat kepada Umi Aliya. Umi Aliya menggelengkan kepala, melihat tingkah konyol anaknya.
"Assalammualaikum?" ucap Alwan memberi salam.
"Waalaikumsalam" jawab Umi Aliya.
"Ceklek?" sura kunci motor yang di putar Alwan.
"pelak" suara pukulan
"Astagfirallah hal'ajim" Alwan kaget, karena ada yang menepuk pundaknya.
"Eh, pak RT? bikin kaget saja." ucap Alwan.
"Kaget !! maneh ngalamunnya (kamu melamun ya)? tibang kitu oge reuasan (begitu saja kok kaget)." ujar pak RT.
"Ah henteu, henteu (ah tidak, tidak) pak RT." ujar Alwan.
"Kamu arek kamana (kamu mau ke mana)?" tanya pak RT.
***
Namanya pak Soleh. Sesuai namanya, Orangnya baik dan soleh. Beliau sangat ramah kepada siapapun, orangnya sopan dan humoris. tutur katanya santun, RT teladan di kampungnya Alwan.
"oh anu ( oh itu) pak RT? Alwan mau ke sawah, mau mengantarkan nasi sama kopi buat Uwa Aji." ujar Alwan
"kirain bapak maneh arek mahugi ( fikir bapak kamu mau ngasih makanan ke calon kamu) Al? Hi hi hi. " ujar pak RT meledek.
"pak RT ini ada-ada saja, mana ada perempuan yang mau sama Laki-Laki pengangguran seperti Alwan? yang kerjaannya diam tiap hari di rumah" ujar Alwan merendahkan diri.
"Ha ha ha.. ulah (jangan) pesimis Al" ujar pak RT dengan tertawa.
"Al? kamu dengar baik-baik."
..."Sanajan alam dunia ka tingali kolotna, semangat hirup kudu ka tingali ngorana....
...hirup ulah kos bangkong anu ka kurung ku batok,...
...kudu daek kos manuk anu eunteup tina dahan ka dahan, hibeur ka kalayanga....
artinnya:
__ADS_1
...Meski alam dunia terlihat sudah tua,...
...semangat hidup harus tetap terlihat muda....
...Hidup jangan seperti katak dalam tempurung kelapa,...
...Haru seperti Burung...
...yang meloncat dari ranting ke ranting, yang selalu terbang melayang....
intinya kamu jangan diam terus menerus di rumah. kamu haru keluar, lihat dunia luar, lihat orang-orang di sekitar kamu.
jangan bisanya cuma merenungi kenyataan pahit yang tidak akan ada habisnya, karena itu tidak akan memberi solusi. tidak akan ada kemajuan, kalau kamu tidak mencoba untuk melangkah. Coba kamu tanya pada orang-orang di sekitar kamu, kawan-kawan, saudara dekat atau yang dari jauh?
Pasti ada di antara mereka yang berkarir, sukses dalam bidangnya. barangkali ada yang memiliki luang, lowongan pekerjaan buat kamu isi." ujar pak RT menasehati
"nah, kalau misalkan nantinya ada lowongan. kamu harus ingat !! jangan kamu pilih-pilih, atau kamu hitung-hitung gajinya terlebih dahulu, sebelum kamu memulai untuk bekerja. kamu terima saja dulu, nikmati terlebih dahulu, tanamkan kesabaran dan kenyamanan ketika kamu bekerja.
Kamu harus cerdas, disiplin, apapun pekerjan kamu nanti, jadikan itu sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan." nasihat pak RT.
Alwan terdiam, dan mencoba mendengarkannya dengan seksama.
"Insya Allah, tidak akan ada yang namanya kerja keras yang membohongi hasil. yang terpenting, kamu ada kemauan dan punya pengalaman.
jangan menyerah dengan kegagalan dan kesalahan, karena itu adalah sesuatu yang normal dalam ke hidupan.
..."tidak akan ada yang namanya kebenaran, keberhasilan dalam hidup, jika kegagalan dan kesalahan itu tidak pernah ada....
...Kegagalan dan kesalahan adalah awal, di mana kamu bisa belajar dari keduanya, untuk tidak terulang....
...karena itu, Yang nantinya akan mengantarkan kamu menuju puncak kesuksesan....
tah kitu Al, leures teu ( nah seperti itu Al, bener enggak )? pluk pluk pluk.." ujar Pak RT Soleh, sambil menepuk pundak Alwan dengan halus.
Alwan mengangguk "Iya, iya pak RT, sekarang Alwan paham. Terima kasih banyak atas nasihatnya pak RT, insya Allah Alwan akan selalu mengingat apa yang barusan pak RT katakan." Ujar Alwan dengan tersenyum.
Alwan baru menyadari, Ternyata di luar rumah masih ada orang yang memperdulikannya dan simpati kepadanya, tidak hanya keluarganya sendiri.
"Kalau begitu Alwan pamit dulu pak RT, mau mengantarkan nasi buat Uwa Aji dulu. takutnya Uwa Aji keburu pulang " pamit Alwan.
"Oh iya, iya. memang atos beurang ayeunateh (memang sudah siang sekarang). " ujara pak RT.
"mari pak RT, Assalmmualaikum?" ucap Alwan.
"enya mangga (iya silahkan), waalaikumsalam. hade kasep di jalan (hati-hati ganteng di jalan)!" ujar pak RT sambil tersenyum.
...***...
bagaimana alur ceritanya menurut teman-teman sejauh ini, saran dan komentar.
di antos ➡ (di tunggu).
__ADS_1
Next ⏬