Dalam Hijrah Ku

Dalam Hijrah Ku
kunjunga pertama umi Aliya


__ADS_3

Tepat satu bulan.


Rasanya waktu begitu cepat berlalu, Alwan sudah melewati banyak Hal dipesantren.


tidak begitu sulit bagi Alwan, untuk membiasakan diri dan berbaur denga parasantri dipesantren, karena sifatnya yang baik, ramah dan murah senyum. membuat santri putra senang mengenalnya, tidak terkecuali santri putri.


Waktu menujukan pukul Duabelas lebih sepuluh menit, Waktu Indonesia Barat (WIB). pada saat Alwan melewati gerbang ponpes?


"Mang Alwan, ada Uminya Mamang menunggu diAula putri." ujar salah seorang santri putra, Alwan dengan riang bergegas menemui Umi Aliya.


"Assalammualaikum Umi?" ujar Alwan. seraya mencium tangan Umi Aliya, yang tengah duduk seorang diri.


"wa alaikummsalam wr.wb" sapa umi Aliya.


Umi Aliya mengusap kepala Alwan, yang tertutup peci.


"Apa kabar nak?" tanya Umi Aliya. Dengan senyum kegembiraan.


"Alhamdulilah umi, Alwan sehat. umi sendiri bagai mana kabarnya ?" Tanya Alwan balik.


"Alhamdulilah Umi juga sehat. bagaimana? Kamu betahkan disini, umi lihat santri-santrinya pada baik..? " Ujar Umi.


Alwan tersenyum. "insyaallah betah mi. Alhamdulilah, semuanya pada baik. Umi sudah sejak kapan disini? Sudah lama ya. " tanya Alwan.


"emmm lumayan.


untung saja tadi umi di temenin ngobrol sama salah satu santri putri" Ujar umi Aliya.


Alwan mengerutkan kening. "emangnya Eteh sama Akang tidak menemui umi?" tanya Alwan.


umi menggelengkan kepala sambil tersenyum. "katanya Akang sama Eteh sedang tidak ada ditempat, dan ustazah fatimah sedang keluar menjenguk salah seorang santri yang sedang dirawat dirumah sakit ," Ujar umi.


"Oh begitu ya mi. terus tadi umi ditemani siapa?." tanya Alwan dengan rasa penasarannya.


"Kalau Umi enggak salah namanya Syila. Kamu kenal?" tanya umi


Alwan tersenyum dan menggelengkan kepala, "tidak umi. Alwan hanya tau kalau yang namanya Syila itu Anak kelas tiga SMP, itupun kata temen Alwan." ujar Alwan.

__ADS_1


Umi tertegun dengan heran, kemudian tersenyum. "masyallah, Umi fikir dia sudah kelas dua SMK loh?sopan, tutur katanya lembut, dan cantik. sepintas terlihat seperti wanita yang dewas.


tapi umi enggak nyangka, kalau ternyata anaknya baru kelas tiga SMP. Dan tadi dia pamit sama umi, katanya mau kesekolah masuk jam siang.?" ujar umi.


Alwan sedikit bosan, mendengar Umi memuji orang lain. "iya umi, Anak kelas tiga SMP masuk siang" ujar Alwan memaksakan diri untuk tersenyum.


"Syila. yang mana sih Orangnya? Jadi penasaran. apa bener yang namanya syila seperti yang dikatakan orang-orang." ujar Alwan dalam hati.


Alwan yang hanyut dalam lamunan tersadar, ketika umi menyentuh tangannya.


"bagai mana belajarnya?" tanya umi, mengalihkan pembicaraan.


Alwaan mengutarakan keluhnya


"Cape umi, waktu istrahatnya cuman sedikit. belum lagi Alwan harus sekolah." ujar Alwan.


umi mengusap pundak Alwan, penuh kasih sayang.


"Kamu yang sabar ya nak?" ujar umi Aliya.


"semua ini demi masadepan kamu. kamu harus banyak belajar untuk sabar, itu yang terpenting. Menuntut ilmu memang tidak mudah, tapi umi yakin, kamu pasti bisa.


Alwan menghela napas.


"Iya umi, " ujar Alwan seraya menunduk.


"Abi mana Umi,? Amira sama fakih, kok enggak diajak." tanya Alwan.


"Alhamdulilah. Dua minggu yang lalu Abi ada proyek renopasi sekolah dari temenya dijakarta, jadi enggak bisa kesini. Dan tadi sebelum umi kesini, Amira sama fakih belum pulang sekolah, makanya umi kesini sendiri." ujar umi Aliya.


Wajah Alwan terlihat murung.


"Hem, padahal Alwan kangen. apa lagi sama Abi" ujar Alwan dengan nada sendu


"oh iya Umi. enggak apa-apakan kalau Alwan ikutan Ekskul (Ekstrakulikuler)? " Ujar Alwan.


"Ya enggak Apa-apa, justru Umi ikut senang, kalau kamu punya kegiatan lebih. emang kamu Ambil Ekskul apa saja.?" Tanya umi sambil senyum-senyum, melihat kearah belakang. Alwan yang sengaja membelakangi tangga diAula putri. karena dia tau itu lalulintas para santri putri untuk keluar masuk kobong, baik dari kamar mandi atau dari luar ponpes.

__ADS_1


Alwan menundukan kepala.


"Tapi Umi? untuk biaya tambahannya bagai mana, apa tidak akan memberatkan Umi dan Abi.?" Ujar Alwan sedikit ragu.


"Engga, kamu tenang saja. tugas kamu disini hanya untuk belajar, fokus sama ngaji dan sekolah kamu. bukan untuk memikirkan bagaimana cara membayar biyaya sekolah sama pesantren, itu tanggung jawab Umi sama Abi.


kamu enggak boleh banyak fikira, Insyaallah Allah, Allah Maha pengasih dan Maha penyayang terhadap hamba-hambanya, Apa lagi kepada orang yang sedang menuntut ilmu.


yang terpenting, kamu jangan lupa untuk selalu Berdo'a. Do'akan Umi sama Abi, semoga Umi dan Abi juga Adik-adik kamu, senantiasa diberikan kesehatan, diluaskan rezekinya, dan di permudah segala urusan Umi dan Abi." ujar umi Aliya, sambil menasihati Alwan.


Alwan terharu mendengar perkataan umi Aliya, seperti ingin menangi. "insyaallah umi, Alwan akan selalu mendo'akan yang terbaik Untuk keluarga kita," ujar Alwan.


umi tersenyum dan terdiam. Alwan menatap umi, dan melihat seakan kedua mata umi sudah tidak sanggup membendung Air yang berkaca-kaca. "Umi, Umi? umi kenapa kok diam.


Umi keberatan ya dengan Ekskulnya Alwan.?" tanya alwan dengan heran.


Umi mengusap kedua matanya. yang terlihat sedikit memerah.


"enggak-nggak. tadikan umi sudah bilang sama kamu, Kamu enggak usah khawatir, umi setuju kok." Ujara umi.


"terus umi ngelamunin apa? Sepertinya umi sedih" tanya Alwan.


Umi kembali mengusap kedua matanya.


"Siapa yang melamun, ini mata umi dua-duanya kelilipan.?" ujar Umi Alia. Untuk membuat alwan percaya.


Umi mencari Alasan, untuk mengalihkan pembicaraan.


" AL? Umi lihat kearah belakang kamu, dari tadi kok umi perhatikan banyak yang berkerumun dibalik tangga atas. sesekali umi lihat ada yang mengintip, dan juga beberapa yang turun bolak balik kekamar mandi sambil melirik kearah sini. hemmm,,, pasti itu fans-fans kamu ya.? Apa kamu sudah kenal banyak santri putri ? " ujar Umi Aliya yang mulai mengintrogasi Alwan.


Alwan merasa heran dengan pertanyaan yang diajuka oleh Umi Aliya, "kenapa umi bertanya seperti itu?" ujar Alwan.


"enggak, umi cuman pengentau saja. Memangnya enggak boleh kalau umi tanya-tanya seperti itu, itu Hal yang wajar bukan?." Ujar umi Sambil menatap Alwan.


Alwan terdiam sejenak, kemudian Alwan balik bertanya "memangnya kalau Alwan banyak mengenal santri putri kenapa umi..? Ujar Alwan.


***

__ADS_1


Klik suka, dan terus ikuti untu cerita terup date. insyaallah akan lebih seru dan menarik.


Hanya di NOVEL TOON.


__ADS_2