
***
Kang Haji yang Medengar, dan melihat Antusias dari parasantri putripun Melolong, sambil tertawa seraya mengeleg-gelengkan kepalanya.
"Ha ha ha".. Tawa Akang
Manehmah budaaaak, teu kaop Ningali anu rada kasep saeutikteh meuni jiga katoel cai panas, riweuh jojolotoan. (Kalian anak-anak, setiap kali melihat yang ganteng sedikit saja, seperti kena air panas, tidak bisa diam). " Ujar Akang. Nyaring terdengar dari pengeras suara, dengan muka masam.
"Ya Sudah, siapa? Siapa yg mau.?"Ujar akang, mengulang ucapan dengan lantang dan keras. Akang melihat kearah santri putri, seraya memperhatikan mereka.
ucapan akan terhenti senjenak, sambil kembali meneruskan. "siapa yang mau memperkenalkan diri, silahkan kemari" ujar akang mengulur waktu.
"Ayo, Maju Ke De Pan? " ujarnya seraya mengeja kata..
"ayo, sok maju kedepan.?" akang mengulangi perkataannya.
Seketika santri putri semuanya terdiam, banyak dari mereka yang menutup mulut dengan tangannya, agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun, hening sejenak.
"Tuh? Tadi rusuh. sekarang giliran disuruh kedepan pada diam, Sok saha (ayo siap).?" Ujar akang.
"Mana tadi Yang bilang Mau.? tanya akang kepada santri putri. tidak ada satupun dari santri putri yang menanggapi.
" makanya, lain kali kalau Akang ngomong
dengar dulu sampai selesai. jangan maen nyamber seenaknya, Udah kaya petir saja kalian." Ujar akang dalam candanya. seraya menggelengkan kepala, sambil tersenyum puas penuh kemenangan. Semua santri putrapun mempropokasi, dengan berteriak. "huuuUUH huh " santri putra yang bersorak.
"sudah-sudah.
Alwan? kamu boleh kembali ketempat kamu." ujar Akang.
"Iyah Kang, terima kasih atas waktunya. Assalammualaikum..? "
secepat kilat Alwan mengucap salam, dan kepala akang kembali oleng (menggelengkan kepala) sambil tersenyu.
"Walaikumsalam Wr. Wb " Ujar Akang Eteh dan semua santri.
"Bismillahirrohman nirrohim ." ayat pembuka.
Riadoh (Dzikir) dimulai. dipimpin langsung Oleh Akang, sampai dengan selesai.
"bagai mana Mang Alwan?
untuk kali pertama dilihatin Ukhti-ukhti,?" tanya mang Andi sambil tersenyum, dengan mengangkat kedua Alisnya.
"Sennneng meureuuun (kayaknya senang) " sambung Lutfi menahan tawa, sambil meledeknya.
"ya... begitulah Mang, seperti yang Mamang lihat tadi." ujar Alwan.
"Malu ya? kelihatan kok dari raut wajah mang Alwan tadi. terlihat puat? pucatnya merah kayak cepot. Hahaha" ujar Hadi. Dengan tertawa lepas, mengingat kejadian yang baru saja dialami oleh Alwan.
"ha ha ha " tawa semua santri dikamar Alwan.
Alwanpun berbaring. menghiraukan teman-temanya yang mencoba meledeknya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tempat tidur santri, hanya beralaskan kasur lantai yang tipis. seluruh santri tidur berjajar,
Seperti ikan asin yang sedang dijemur.
"Serrrrrrk?"
suara tikar yang ditarik mendekati Alwan, dan ternyata itu Lutfi..
__ADS_1
"Mang?" panggil Lutfi.
Alwan berpura-pura tidur.
"hemmm " sahut Alwan yang kemudian membuka mata, dan menoleh kearah Lutfi.
***
Alwan dan Lutfi terbaring menatap langit-langit kamar.
usia lutfi lebih muda dari Alwan, Di sekolah? dia akan menjadi adik kelas Alwan, karena Lutfi duduk dibangku kelas tiga SMP, sedangkan Alwan duduk dikelas satu SMK angkatan kedua.
Lutfi orangnya sangat periang, bawel dan tidak mudah tersinggung. makanya dia mudah sekali berteman, dan bergaul dengan siapapun.
"Mang? waktu kedepan tadi, kelihatan enggak tangan yang tadi siang melambai dijendela?" Tanya Lutfi meledek
Alwan hanya melirik dengan tatapan tajam dengan senyum kecutnya. "Bercanda Mang bercanda. "Ujar lutfi, setelah melihat respon dari raut wajah Alwan, bergegas untuk tidur.
"Ayo mang tidur, Takut ada Riadoh dadakan? " ujar lutfi mencairkan suasana.
"Riadoh dadakan? " Tanya Alwan.
"Iyah, biasnya suka ada Dzikir mendadak menjelang tengah malam.
Apa lagi kalau Akang punya Hajat (keinginan) atau keinginan yang Mendesak, biar Hajat akang cepat terkabul." terang lutfi.
"OH begitu.." pekik Alwan..
****
Malam berganti pagi. aktifitas Riadoh malam, sholat subuh, dan Mengaji Usai dilewati Alwan dihari pertamanya.
Setelah sarapan, semua santri yang Bersekolah Satu-persatu berlalulalang, bergegas kesekolah.
"Ayo mang Andi, kita berangkat bareng?" Ajak Alwan.
"Duluan saja Mang. saya Mau kekamar mandi dulu, nanti tunggu saja didepan sekolah. " Ujar Mang Andi.
"Mang hadi kemna Mang? Apa sudah berangkat?" tanya Alwan kepada lutfi, sambil berjalan menuruni anak tangga.
"Hadi sudah duluan Mang, soanya hari ini dia ada jadwal piket." Ujar lutfi.
***
Dihari pertama Alwan masuk sekolah.
gedung Sekolah milik Yayasan berjarak sekitar 150 meter dari pesantren, Terhalang beberapa rumah dari samping. kalau lewat depan melewati jalan raya Kearah pasar,
Sedangkan kalau lewat belakang, Harus melewati pesawahan. itupun kalau pager Sawahnya tidak ditutup sama pemilik lahan.
Jadi untuk kesekolah, parasantri harus keluar dulu dari lingkungan pondok pesantren.
sesampainya di sekolah, "Mang? Mang Alwan tunggu saja dulu disini, saya mau menaruh tas dulu kekelas Sebentar." Ujar Lutfi.
"Iyah,, " sahut Alwan.
karena Alwan murid baru, jadi dia belum tau dimana nanti kelas yang akan dia ikuti. sampai nanti dia bertemu Mang Andi, atau wali kelasnya..
***
__ADS_1
Waktu menunjukan pukul Tujuh pagi. seumua siswa-siswi, santri putra dan putri.
dari mulai SMP. MTS. ALIYAH & SMK. Semua berkumpul dilorong, disamping kelas. Seluruh siswa/siswi duduk bersila Meng hadap timur untuk melakukan DO'a bersma.
dimulai dari sholawat, dan BerDo'a. yang dipimpin oleh Akang atau Eteh.
Do'a bersama itu dilakukan setiap pagi, kalau sekola sedang tidak libur. dengan bertujuan, agar Allah SWA memberi kemudah, kepada seluruh siswa yang sedang menimba ilmu diyayasan ituh.
Selesai berDo'a, Andi menghampiri Alwan. "Mang Alwan? ayo ikut saya kekelas." Ujar Mang Andi. Alwan langsung mengikuti Mang Andi untuk masuk kekelas.
"Tadi kata Bu Evi, Mamang masuk kelas saya kelas 1a, Karena dikelas saya masih ada beberapa bangku yang kosong." ujar mang Andi, sambil menuju kekelas.
"oh. iya " sahut Alwan mengangguk.
***
IBu Evi adalah wali kelas Mang Andi, dan ternyata Mang Andi satu angtatan dengan Alwan diSMK. kelas 1 SMK terbagi menjadi dua kelas, kelas 1a & 1b. kelas 1a siswa/siswinya semuanya santri, sedangkan 1b siswa/siswinya non santri (tidak ikut mondok). Sedangkan kelas dua hanya ada satu kelas. karena jumlah siswanya sedikit, santri dan non santri digabung.
Setibanya dikelas.
Mang Andi langsunga menunjukan tempat duduknya Alwan. Setibanya disekolah, Alwan tidak begitu banyak berbicara. Entah merasa malu, atau sebaliknya merasa risih.
karena setelah dia keluar kamar atau kobong tadi pagi, samapi masuk kelas. banyak pasang mata yang membidiknya.
Tidak sedikit dari mereka yang berbisik, seraya tersenyum tidak jelas.
Alwan mencoba untuk mencairkan suasana, mencari ketenangan utntuk dirinya sendiri. dengan bertanya-tanya kepada andi, mengenai materi pelajaran dikelasnya.
"Mang Andi? hari ini materi pelajarannya ada apa saja.?" Ujar Alwan sambil mengeluarkan buku di ranselnya.
"Hari ini tuhhhh? Matematika, tata usaha, sama Bahasa indonesia."ujar Mang Andi sambil, mengecek sampul bukunya.
Terdengar suara pintu. "Tuk Tuk Tuk " ketukan pintu, seraya terbuka.
"Assalamualaikummm, selamat pagi semuanya ? " Ucap seorang guru wanita memasuki ruang kelas.
"Walaikummsalam Wr. Wb. pagi Bu..." Sahut para siswa dan siswi.
"bagai mana kabar semuanya pagi ini? " tanya IBu guru.
"Alhamdulillah sehat Bu." ujar murid serempak.
"Alhamdulilah. " ucap IBu guru sambil duduk dikursi.
"OKe semuanya. sebelum kita Memulai materi pelajarannya,
Ibu denger-denger hari ini ada siswa baru dikelas ini? " ujar IBu guru dengan senyum gembira.
"ada Bu..." teriak para murid dengan riangnya. Kali ini Alwan tidak menundukan wajahnya.
"Yang mana? ayo silahkan kedepan, perkenalkan diri dulu." pinta IBu guru.
"Derroougk" suara dorongan kursi, yang bergesekan dengan lantai.
Dengan tenang Alwan langsung berdiri, lalu melangkah kedepan kelas.
berbeda dengan ketika dipesantren? mungkin karena faktor jumlah orangnya yang sedikit, membuatnya berani untuk unjuk gigi.
"Silahkan perkenalkan diri kamu" ujar IBu guru, seraya tersenyum.
__ADS_1
"Assalam mualaikumm Wr. Wb."