Dalam Hijrah Ku

Dalam Hijrah Ku
keberangkatan Alwan


__ADS_3

suasana pagi di pedesaan pukul 06:00 WIB, Hari dimana alwan akan pergi ke kalimantan.


"Tuk tuk tuk" suara ketukan pintu


"wan? kamu sudah selesai.? kalau sudah rapih, kamu langsung sarapan. Uwa aji sudah datang tuh." ujar umi di depan pintu.


"Iya umi, sebentar lagi alwan selesai berkemas ko" sahut Alwan dari dalam kamar.


Naluri seorang ibu selalu resah, takut kalau anaknya belum siap-siap. "kerek" suara pintu yang terbuka.


"Hemmmh cepat sedikit, jangan buat wa aji menunggu lama" ujar umi seraya menghampiri alwan, dan membantunya berkemas.


"Iya iya Umi, ini bentar lagi juga beres" ujar alwan


"Periksa kembali barang-barangnya, jangan sampai ada yang ketinggalan, Peci, baju koko sama sarung itu yang terpenting" ujar Umi Aliya.


" inget pesan umi. disana kamu harus bisa hidup mandiri, jangan selalu bergantung sama Om iyas dan tante sarah. Jaga lima waktu kamu, jangan sampai tertinggal. Kamu harus rajin berdo'a, dan kamu harus sering-sering kasih kabar sama Umi. jaga kesehatan kamu, makan teratu, istrahat yang cukup, karena kalau kamu sakit engga akan ada yang bisa ngurusin kamu sepenuhnya, seperti saat kamu ada dirumah. " Ujar umi Aliay seraya menitikan air mata, seakan berat merelakan Alwan untuk pergi merantau.


"iya umi" ujar Alwan dan menyeka air mata yang berderai di pipi Umi Aliya.


"umi engga usah khawatir, insyaallah Alwan bisa jaga diri Alwan dengan baik di sanah. dan kalau ada apa-apa Alwan pasti langsung kasih kabar ke Umi, umi juga jaga diri dan kesehatan umi selagi Alwan tidak ada. jangan banyak fikiran ya Umi, insyaallah Alwan akan ada dalam keadaan baik di sana. " Ujar Alwan seraya memeluk dan bersandar disamping pundak Umi Aliya.


" maaf umi ga bisa kasih kamu pegangan yang banyak, ini untuk biyaya teransfortasi kamu, selebihnya untuk uang saku kamu selama kamu belum dapat gaji. mudah-mudahan kamu betah keraja disana, nanti kalau kamu sudah ada gaji dan punya uang lebih, jangan lupa untuk teransfer. dan kamu harus belajar menyisihkan uang untuk menabung. " ujar umi aliya, sambil mengepalkan amplop yang berisi uang ketangan Alwan.


" makasih umi, insyaallah secepatnya kalau alwan sudah ada uang Alwan akan ganti, Alwan akan sisihkan gaji Alwan untuk menabung dan untuk teransfer ke umi. " ujar Alwan. umi tersenyum, sambil mengelus pipi Alwan dengan penuh kasih sayang.


" ya sudah, sudah semakin siang. Kamu sarapan dulu, biar tas-tas kamu umi bawa kedepan". ujar Umi aliya


"engga usah umi, biar Alwan saja yang bawa sekalian". ucap alwan. Umi mengangguk dengan tersenyum


***


Begitulah ke adaan orang-oragng di kampung, kalau ada yang mau berpergian, apa lagi jauh. Semuanya mengandalkan tas/ransel jumbo, karena engga semua orang kampung punya koper, kecuali mereka yang hidup di kalangan atas.

__ADS_1


Selepas sarapan, alwan berpamitan di depan pintu. " umi, Alwan berangkat dulu yah" ujar Alwan sambil mencium tangan umi Aliya.


"teteh, ade, jagain umi. Kalian harus rajin belajar do'ain Aa. mudah-mudahan Aa bisa meraih kesuksesan disanah dan bisa bantu biayain kalian, mudah-mudaha bisa sampai sarjana." ujar Alwan kepada ke dua adiknya.


"Aamin ya allah ya rabbal alamin" jawab Amira dan fatih


" Oh iya Umi, nanti sampaikan salam Alwan kepada Abi, kalau abi sudah pulang. umi inbok alwan, biar nanti Alwan yang telphon ke umi" ujar Alwan.


"iyah, nanti umi sampaikan. kamu hati-hati, jaga barang-barang kamu selama di perjalanan. Jangan sampai hilang atau ketinggalan" ujar Umi


" uwa sama Alwan berangkatnya, ayo wan." ujar Wa aji.


"Iya wa. hati-hati di jalan, titip Alwan ya wa?" ujar umi Aliya kepada wa aji.


"iya insyaallah" sahut wa aji


"pak Rt Puntennya di kantun, abdi bade ngajajakeun Alwan nu bade berangkat" ujar wa aji ke pak Rt.


"ohhh sok mangaa-mangga pak ustaz, hade di jalananya. wan sing betahnya, muga-muga pamaksudan maneh aya dina kahasilan, aya dina karidhoan allah numaha kawasa. " ujar pak Rt.


Umi Aliya, Amira, fakih dan pak Rt melambaikan tangan, melepas kepergian Alwan yang di antar oleh wa Aji. terlihat punggu yang mimikul harap, yang semakin menjauh, sampai Umi Aliya kembali menitikan Air mata.


***


Pak Rt rupanya sudah lama ada di halaman depan rumah Umi Aliya, dan sudah mengetahui kemana gerangan Alwan akan pergi. dari pembicaraannya dengan Wa aji, di selah waktu, ketika menunggu Alwan selesai berkemas.


***


Sepanjang perjalanan, alwan tidak banyak bicara dengan wa Aji, dan wa aji juga lebih fokus berkendara. Hingga tak terasa mereka berdua tiba di terminal Bus, sebelum bertolak ke bandara.


"alhamdulilahirabbilalamin, akhirnya sampai juga" ujar wa Aji.


"Alhamdulilah, heuppp ah" pekik Alwan yang menteng ransel menuju loket dimna Alwan akan membeli tiket.

__ADS_1


"sini Uwa bawain satu" pinta wa Aji yang langsung menenteng salah satu ransel alwan.


"Makasih wa" sahut Alwan sambil melepaskan satu ramselnya.


Wa aji beristrahat sejenak di kursi tunggu, seraya menunggu Alwan selesai membeli tiket. "bagaimana wan, jam berapa katanya bisnya aka berangkat" tanya wa Aji, setelah Alwan kembali dari loket.


"Sebentar lagi wa, sekitar 20 menit lagi katanya bisnya tiba. Uwa mau minum apa, pasti capek kan wa! Mau kopi atau apa..?" Ujar Alwan


"Air mineral saja Wan, yang biasa yah, jangan yang dari kulkas" ujar wa Aji


"oh iya, tunggu sebentar ya wa." ujar Alwan. Yang melangkah menuju warung terdekat, dan Tidak berapa lama Alwan kembali.


"ini wa airnya" ujar alwan


"makasih wan" ucap wa aji


"Kreeek" suara tutup botol terbuka


"Aah, alhamdulilah" ucapan syukur wa aji, setelah meminum air mineral untuk meredakan dahaganya.


"wan,? sesampainya di sanah, tolong kamu sampaikan salam uwa ke om iyas. bilangin ke om kamu, kalau ada waktu luang usahakan untuk seba (silaturahmi), ke kampung halaman, adahal penting yang ingin uwa bicarakan. Biar nanti yang lainya uwa kabari melalui telphon." ujar wa aji


"insyaallah wa, mudah-mudahan alwan engga lupa." ujar Alwan.


"usahakan jangan sampai lupa, karena ini sifatnya penting. Ujar wa aji


"Dan ini. uwa ada sedikit rezeki untuk kamu. untuk nambahin uang saku kamu, pergunakan dengan baik" ujar wa aji yang langung mengepalkannya ke tangan alwan.


"wa, ga usah wa. Yang ada juga Alwan yang ngasih ke uwa, buat ongkos bensin. Karena uwa sudah mau ngeluangin waktu buat mengantar Alwan." ujar Alwan seraya menolak pemberian wa Aji.


"uwa mohon, kamu jangan menolak pemberian uwa, karena uwa ga bisa ngasih lebih dari ini sama kamu. Uwa akan senang kalau kamu mau menerimanya dan mempergunakannya dengan baik, jangan merasa tidak enak hati. Jarak tempuh kamu lebih jauh, ketimbang arah pulang uwa kerumah" ujar wa Aji.


"makasih wa, untuk semuanya. Semoga Allah SWA membalasnya dengan berlipat-lipat ganda, dan mudah-mudahan Allah SWA memberi kemudahan, untuk alwan bisa membalas kebaikan uwa. Yang begitu baik kepada alwan dan keluarga Alwan" ujar alwan seraya menitikan air mata.

__ADS_1


"Amin ya Allah yarabbal'alamin. Insyaalla selama kamu bersunguh-sungguh, selagi kamu ada di jalan yang baik dan benar, Allah SWA akan berikan semua kemudahan untuk kamu." ujar wa aji..


...----------------...


__ADS_2