
...----------------...
Syila merasa heran, kenapa alwan bisa tau tengtang kucing dengan nama pupu.
" waktu itu, ketika Aby hendak membeli deterjen untuk mencuci. kebetulan Ibu amy (bu Aidah), sedang membersikan sebuah bingkai foto yang kusam" terang alwan menjelaskan.
****
" asslammualikum bu?"
"Wa alaikumsalam, eh alwan, mau beli apa wan ?" tanya bu Aidah yang bergegas menghampiri alwan, dengan membawa bingkai kusam itu sambil mengusap debu yang menempel di kaca bingkai tersebut.
meski bingkai itu terlihat kusam, tapi bagian rangka dan kaca bingkai itu masih bagus dan terlihat kokoh. karena saking lamanya di simpan makannya kusam dan berdebu, Foto di dalmnya juga masih terlihat jelas.
"Alwan mau beli deterjen bu, sama sabun mandi" ujar alwan.
"oh bentar ya, ibu ambil dulu," sahut bu Aidah.
"Iya bu," ujar Alwan seraya tersenyum.
ketika bu aidah ingin mengambil sabun, bu Aidah menaruh foto itu di meja kasir tepat di depan alwan.
dan alwan penasaran foto seperti apa yang sedang di bersihkan bu aidah, tanpa perlu mengintip. Dengan jelas alwan melihat fose seorang anak perempun berumur 11 tahun, dengan rambut di kepang kiri kanan. Yang terlihat olehnya, anak itu tengah memeluk kucing putih sambil tersenyum setengah tertawa gembira.
Alwan bisa melihat nya, karna debu dari kaca foto tersebut sudah tersapu oleh tangan bu Aidah tadi, alwan tersenyum karena dia mengenali wajah yang ada di foto tersebut, yang tak lain adalah syila yang masih duduk di kelas 6 SD kala itu.
"Kenapa kamu senyum- senyum wan,? Tegur bu Aidah seraya menaruh sabun dan deterjen..
"ehh engga bu, oh iya bu. Itu siapa yang ada di foto.?" tanya alwan. meski sebenarnya dia sudah tau kalo itu syila, tapi rasa ingin tau alwan sangat besar tentang syila, untuk itulah alwan berpura-pura tidak mengenal anak perempuan yang ada di foto tersebut.
"Oh, ini? Ini foto syila, anak bungsu ibu waktu masih SD" ujar ibu Aidah.
"ko kusam begituh bu? kotor banget lagi" alwan terus bertanya mencoba menggali informasi tentang syila kecil, dari ibunya sendiri.
"iyah, ini karena udah kelamaan di simpan di gudang, makannya kotor begini." terang bu Aidah. Alwan masih penasaran alwan tidak berhenti bertanya.
"kok di simpan di gudang bu, kenapa engga di taruh di ruang keluarga, atau di kamar syila.? Padahal struktur bingkainya maih terlihat bagus dan kokoh." tanya Alwan.
"iyah, ibu juga kepengennya begitu. tapi syila selalu ngambek dan sedih, kalau liat foto ini." terang bu aidah..
__ADS_1
"kenapa kok bisa,?" tanya alwan.
"dulu waktu syila ulang tahun, sepulang ayahnya syila bekerja. Ayahnya membli anak kucing dengan bulu putih, sebagai hadiah untuk syila.
dia sangaaaat senang, syila meras dia jadi punya teman untuk di ajak bermain. Meski itu seekor kucing, tapi syila mengangapnya sudah seperti adiknya sendiri, kemana mana di bawa, tidak terlihat sebentar saja di tanya-tanyain. Sampai-sampai tidurpun harus di temenin pupu, kalau gak ada pupu dia gak bisa tidur. Karena bulu halusnya putih tanpa ada warna lain, jadi syila kasih nama kucing itu pupu.
hemmm.. Sampai suatu ketika? sebuah insiden terjadi, waktu itu syila dan pupu asyik bermain di halaman depan, tepatnya di sana " uajar bu Aidah menunjuk kearah depan warungnya.
"ketika mereka bermain.
ibu memanggil syila masuk untuk makan siang.
***
"syilaaaaaa,?" panggil Bu aidah dari dalam
"iyah umi" sahut syila kecil
"udahan dulu mainnya kamu makan siang dulu, umi udah masakin telor ceplok, mungpung masih anget" ujar bu Aidah.
Sila bergegas duduk di mejamakan, dengan lahap.
"ada Di depan umi" ujar syila yang sedang makan.
"Emang pupunya engga di ajak makan,?" ujar bu Aidah
"Tadi syila udah rangkul tapi pupunya loncat lagih, Kayanya masih kepengen main di depan" ujar syila.
"ko di tinggal, nanti kalau pupunya hilang, ada yang bawa gimana ?" bu aidah mengingatkan.
"Ga apa umi kan sebentar, abis makan syila juga mau main lagih kedepan" ujar syila.
tak lama kemudian Ibu Aidah mendengar suara gaduh di luar, sedangkan syila kecil tidak begitu perduli dan menghiraukannya. IBu aidah bergegas keluar, khawatir ada apa-apa dengan pupu, kucing kesayangan syila. Dan benar saja, beberapa orang sedang berkerumun, karena ada seekor kucing yang terlindas mobil, yaitu pupu.
menurut keterangan beberapa saksi mata, terlihat kucing itu berlari kencang mengejar bola yang bergulir ketengah jalan.
Dan secara bersamaan ada mobil melintas kencang dan melindas kucing itu, sampai-sampai kucing itu sempoyongan, dan menghapiri bola yang bertepi di sebrang jalan.
ibu Aidah mengangkat pupu dengan kedua tangannya yang terbaring tak berdaya mendekap bola, jika dilihat dari fisiknya, sepintas tidak terlihat ada luka. tapi melihat ekspresi dan ketidak berdayaanya, Ibu aidah tau kalau kucing syila sedang merasakan sakit akibat terlindas oleh mobil.
__ADS_1
tapi ibu Aidah tidak memceritakan kejadian itu kepada syila, takut anaknya sedih, dengan harapan tidak ada akibat yang fatal dari kejadian itu.
***
namun ketika hari berganti pagi..
"umiiii, umiiii, pupu umi.?"
Teriak syila seraya menangis tersedu sedu
"kenapa syila,?"
ibu aidah berlari dari arah dapur dengan kaget, mendengar teriakan syila. dan pada saat umi membuka pintu, umi melihat syila sudah berlumur air mata sambil memeluk pupu, dari situ umi tau kalau pupu sudah tidak ada.
Tapi ibu Aidah tidak menceritakannya saat itu, takutnya syila akan semakin sedih dan bersalah.
setelah kematian pupu berlalu beberapa hari, umi baru menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan pupu ke pada syila dan ayahnya. agar mereka tau alasan dari kematian pupu, disebabkan oleh apa.
Semenjak saat itu, syila lebih suka murung dan menyendiri, ketika ayahnya membawa kucing lain sebagai pengganti, syila masih tetap murung dan tidak mau merawat kucing yang baru. Ada perasaan bersalah karna waktu itu syila meninggalkannya sendiri, tanpa membawaya masuk.
"sejak saat itu lah, Foto ini di simpan. Karena syila selalu bersedih kalau melihat foto ini, tapi syila juga tidak mau kalau ibu membuangnya, karena ini juga satu-satunya kenangan yang tersisa.." ujar bu aidah ke pada alwan.
***
Syila mengusap air mata di pipinya, dia kembali tersenyum mendengar apa yang di ceritakan alwan, dari apa yang dia tau tentang pupu.
"aby liat foto itu..?" tanya syila
"mmmmm bilang gak ya" sahut alwan, dengan senyumkecilnya..
"ihh jawab" ucap syila sambil mencubit lengan alwan
"Aw, awwww,, Iya iya aby lihat amy. ternyata amy dari kecil sudah cantik dan manis yah" ujar alawan merayu, membuat wajah syila sedikit memerah mendengarnya.
"terus umi cerita apa ajah ke aby,?" tanya syila
"Cie cie ada yang kepo ni yeyyy?" ledek alwan.
"Ih serieusan kenapa" tegas syila dengan cemberut
__ADS_1
...----------------...