Dalam Hijrah Ku

Dalam Hijrah Ku
kedatangan alwan di kalimantan


__ADS_3

...----------------...


Pada hari itu. waktu berjalan dengan baik, perjalanan Alwan menuju kalimantan selatan mendapat kelancaran, tanpa suatu hambatan apapun. Setibanya di kalimanatan selatan, tepatnya di Bandara Internasinal Syamsudin Noor. Banjar baru. OM iyas sudah menunggunya dipintu keluar bandara.


"assalamualaikum.." ujar alwan menghampiri OM iyas


"waalaikumsalam, selamat datang di banjar baru, kalimantan selatan." ujar om iyas seraya memeluk Alwan, Penuh kerinduan. alwan sangat gembira ketika bersua dengan omnya, senyum ke gembiraan tidak lepas menghiasi keduanya.


Om iyas menepuk bahu Alwab "Apa kabar kamu AL.?" ujar om iyas


"alhamdulilah OM, alwan sehat, Kabar om sendiri bagai mana.? Tanya alwan


"Alhamdulilah, om juga sehat. ayo.. kita bicara di mobil saja" ujar OM iyas.


"Iya om" sahut alwan. Sambil berjalan bersama om iyas menuju parkiran mobil.


***


Alwan duduk di kursi depan, di samping om iyas yang sedang menyetir.


pertemuan Alwan dan om iyas di kalimantan tidak ada kecangungan, karena setiap kali om iyas pulang kampung ke bogor. Alwanlah yang selalu menemaninya kemanapun om iyas ingin berkunjung, bisa di bilang sudah seperti ayah dan anak.


"Gimana kabar keluarga di bogor, umi kamu, wa aji?" tanya om iyas


"alhamdulilah om, semuanya dalam keadaan sehat wal'afiat. Pagi tadi juga Alwan di antar sama wa aji ke terminal bus, Sebelum alwan bertolak ke bandara. " ujar alwan.


"Syukurlah kalau begitu. sepertinya perjalanan kamu lancar dan aman?" tanya om iyas


"Alhamdulilah om. oh iya om, ada salam dari wa aji, dan wa aji berpesan. kalau om ada waktu, Wa aji menunggu kedatangan om di kampung, katanya ada hal yang ingin di bicarakan secara kekeluargaan." ujar alwan.


"waalaikummsalam Wr. Wb. oh begituh, Ada apa yah AL.?" tanya om iyas


"entah om, Alwan juga tidak begitu tau. Soalnya wa aji juga tidak bicara apa-apa, selain apa yang tadi Alwan sampaikan sama OM." ujar alwan


***


setibanya di kediaman om iyas, tepatnya di halaman parkir. Om iyas membunyikan kelakson, dan di pintu Alwan sudah di tunggu oleh istri om iyas, yaitu tante sarah yang menyambut kedatangannya. "Assalmmualaikum.? Mah nih lihat siapa yang datang". ujar om iyas dengan riang dan bangga, sambil menepuk bahu alwan.


"waalaikumsalam Wr. Wb." sambut tante sarah yang melebarkan senyum usai melihat kedatangan suami tercinta, bersama dengan alwan. "alhamdulilah akhirnya kamu sampai juga di kalimantan AL." ujar tante sarah, sambil memeluknya dengan hangat.


"iya tante, alhamdulilah. rasanya seperti mimpi alwan bisa ada disini" ujar alwan sambil tersenyum.


"tante kira kamu bercanda mau kesinih AL, samapi-sampai tante setengah tidak percaya mendengar kabar itu dari papahnya syifa." ujar tante sarah


"Masa sih tan" ujar alwan

__ADS_1


"iyah" sahut tante sarah.


"sudah-sudah mah, kita ngobrolnya di daam saja sambil duduk, kasihan Alwan pasti cape baru dateng" ujar om iyas memotong pembicaraan.


"oh iya mamah lupa pah, saking senangnya karena sudah lama tidak ketemu. Kita langsung makan dulu saja pah, mamah sudah siapin buat makan siang kita dari tadi, mungpung masih hangat." ujar tante sarah


"oh yahh, Ya sudah, ayo AL. Kebetulan papa juga sudah laper. AL ? kamu taruh saja barang bawaan kamu di dekat sofa, biar nanti si emba yang bawa ke kamar kamu." ujar om iyas


***


Alwan menurut, dia mengikuti om iyas dan tante Sarah menuju ruang makan. Di mejamakan tertata hidangan yang sudah di sediakan tante sarah, dan terlihat syifa sama asisten rumah tangga yang sedang menyiapkan piring.


Om iyas adalah orang yang sangat baik begitu juga dengan Tante sarah. Keberhasilannya merantau mengubah keadaannya, terutama dari segi ekonomi. bisa di katakan orang yang paling punya, dari 5 bersaudara di keluarga umi aliya. dari pernikahan om iyas dan tante sarah, mereka di karuniai dua anak, Alfin adalah anak pertama dan anak keduanya Syifa.


"Syifaaaa? nih, kak AL sudah datang" ujar tante sarah


Syifa tersenyum seraya menghampiri alwan.


"Hii,, kak, apa kabar.?" ujar syifa sambil bersalaman.


"Alhamdulilah kabar kaka baik. wahh, kamu sekarang sudah gadis yah.?" ujar alwan meledek, syifa tersipu malu.


"iyah dong kak, kan sudah kelas 2 SMA" ujar Syifa.


"iya tan, wahhh ini ada acara apa tan.?" tanya alwan


"egga ada acara apa-apa, tante sengaja masak banyak buat menyambut kedatangan kamu AL " ujar tante.


"sebanyak ini tan.?" ujar alwan, Tante hanya menyikapinya dengan senyum seraya, mengambilkan nasi untuk om iyas.


"tolong minumnyah mah" ujar om iyas.


"Kamu makan yang banyak AL, kamu pasti laperkan? kamu harus cobain masakan tante, Seeeemuanyah." ujar tante sarah.


Alwan sedikit bingung, melihat banyaknya menu yang ada di atas meja makan. "tante tau saja kalau alwan sudah laper. Tapi masa alwan harus nyicip semuanya, apa tidak berlebihan tante.?" ujar alwan


Tante sarah tersenyum. "tante bacan ko" ujar tante sarah.


***


Selepas makan, alwan dan keluarga om iyas berbincang di ruang tamu. Bertukar cerita tentang keadaan keluarga di bogor, dan keadaan om iyas selama di kalimantan, utuk melepas kerinduan.


"oh iya om, kak alfin kemana om? kok dari tadi Alwan tidak melihatnya. Tanya alwan


"Alfin? Dia Om tugasin, untuk gantiin om miting dengan klaien di kantor. Biar om bisa jemput kamu ke bandara" ujar om iyas

__ADS_1


"maaf ya om, Alwan jadi ngerepotin om dan ganggu waktu kerja om. Padahal om kan bisa saja kasih Alamat rumah ini, biar Alwan bisa kesini naik angkutan umum." ujar Alwan


"enggak apa-apa AL, lagi pula om sudah lama tidak ambil cuti." ujar om iyas.


"kamu kayak enggak tau om kamu saja AL, om iyas itu orangnyakan emang kayak gitu dari dulu. kalau maunya dia sendiri, siapapun engga akan ada yang bisa ngelaran, terlebih yang datengnya kamu. Because, Om dan tante sudah anggap kamu seperti anak sendiri." ujar tante sarah.


Alwan sangat gembira mendengarya. "maksih om, tante, buat semuanya. "ujar alwan


"bener kata tante kamu, om dan tante sudah anggap kamu seperti anak sendiri. Om harap kamu betah disini, perlahan-lahan om akan ajarin kamu Bagai mana caranya mengurus perusahaan, bersama alfin. agar nanti kamu bisa mendirikan sebuah perusahaan, milik sendiri." ujar om iyas


"tapi, kamu tidak bisa dengan hanya seperti sekarang. om mau kamu kuliah, sambil kerja?" sambung om iyas


"Tapi om, sebetulnya alwan ingin fokus dulu sama pekerjaan Alwan. alwan ingin bantu umi dan aby, untuk membiayayai sekolahnya amira dan fakih dengan gaji Alwan nanti."


"Om ngerti, Kamu tidak usah khawatir.


untuk masalah biaya kuliah kamu om akan bantu, yang penting kamu mau membagi waktu kamu untuk kuliah dan bekerja. kalu urusan gaji, itu terserah kamu. bagus kalau gaji kamu mau kamu pakai buat bantu biaya sekolah adik-adik kamu, om setuju" ujar om iyas sambil mengangkat jempol kepada alwan.


"yang benar om? Tante?" tanya alwa.


Tante sarah mengangguk sambil tersenyum. "iyah, tante juga akan sufort kamu. sebelum om iyas berangkat ke bandara, om dan tante sudah membicarakan ini untuk masa depan kamu.


bukan tanpa sebab, mungkin ini adalah waktu yang tepat di mana kami bisa membalas semua ke baikan kedua orang tua kamu, terhadap kami. tante tau,,! om dan juga tante tida bisa membalas sepenuhnya. insyaallah, om dan juga tante akan bantu sampai kamu bisa mengubah keadan kamu dan keluarga kamu, Seperti umi dan abi kamu membantu kami, sampai om dan tante seperti sekarang ini," ujar tante sarah.


alwan mengusap wajah denga kedua telapak tangannya. "Alhaamdulilahhirabbil alamin, terimakasih ya alah." gumam alwan


"Terimakasih OM, tante. Alwan janji, alwan akan belajar dengan sungguh-sungguh dan akan bekerja keras." ujar alwan dengan mata yang berkaca-kaca


Syifa turut senang mendengarnya, dia tersenyum takkalah bahagianya. Begitu juga dengan OM iyas dan Tanteu sarah. "mulai sekarang, kamu tidak perlu sungkan kepada om dan tante. Anggaplah kami sebagai orang tua kamu sendiri, agar nantinya tidak ada jarak di antara kita." ujar om iyas.


"kamu boleh panggil tante mamah dan papah kepada om iyas, biar lebih akrab?" pinta tanteu sarah, sambil melirik ke arah suaminya.


"Iyah,, mah,! pah,!" ujar alwan dengan sedikit canggung.


tante sarah bersandar di bahu om iyas, keduanya memandang alwan.


alwan, syifa, om iyas dan tante sarah. mereka bertukar pandang satu sama lain, dengan senyum kebahagiaan.


...----------------...


Jangan lupa untuk memberikan Like, koment, vote dan Gif di setiap episodnya. Karena itu akan sangat berarti buat saya. Biar thoor lebih giat dan semangat lagi untuk Up selanjutnya.


Terus ikuti..!!


Terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2