
Ulfa semakin tidak senang saat melihat Nanni yang malah mengikuti mereka untuk pergi makan, sedangkan adi sendiri tidak melarang dan melihat bagaimana Nanni akan mendekati adikinya.
beberapa kali mereka akan berkonfrontasi untuk melihat bagaimana siapa diantara mereka yang akan menjadi lebih unggul, terlihat Ulfa yang tidak mau kalah di setiap permainan yang dia mainkan bersama dengan nanni.
“jangan harap kau bisa mendekati kakakku,” ucap ulfa memulai adu bacot dengan NAnni, saat itu Adi sedang tidak ada disana, ia terlalu lelah untuk terus mengikuti para perempuan yang sepertinya terlihat sangat bersemangat, sehingga ia hanya menyaksikan dari jauh untuk memantau mereka tidak membuat sebuah perkelahian.
“Jangan banyak bicara, jika bahkan kau tidak bisa mengalahkanku!” Nanni sangat santai saat berhadapan dengan ulfa.
sudah beberapa permainan yang mereka mainka dan mereka saat itu sudah saling mengalahkan! sekarang mereka akan berlomba hari ini siapa yang akan menjadi terbaik diantara mereka berdua.
di pertandingan terakhir ini mereka akan berlomba untuk mendapatkan skor terbaik dalam adu memasukkan bola dalam keranjang! terlihat ada sebuah senyum saat mereka bermain bersama, dan ini membuat Adi yang melihat itu dari jauh juga ikut senang melihat sahabatnya dan adiknya bisa berteman dengan baik.
“YEs!! aku menang!” teriak ulfa saat ia berhasil unggul dalam pertandingan terakhir tersebut, walaupun Nanni kalah ia juga senang melihat Ulfa senang.
“Itu hanya berbeda satu poin, lain kali aku tidak akan kalah!” balasnya sedikit mengejek ulfa yang terlihat sangat senang.
“Bodo!! yang menting aku menang!” balas Ulfa menjulurkan lidahnya kepada NAnni.
alhasil ia mendapatkan jitakan dari adi yang menurutnya sifat ulfa sedikit tidak sopan, “KAK!! aku memang kok malah di getok,” keluhnya karena mendapatkan jitakan dari adi.
“Sudah aku bilang senang itu boleh! tapi tidak perluh merayakannya secara berlebihan seperti itu,” balas adi santai.
__ADS_1
ia juga segera mengajak mereka untuk segera pulang karena hari ini sudah mulai cukup malam sehingga mereka harus segera pulang, terutama Ulfa yang bisa saja akan dicari oleh para pengurus rumahnya jika ia pulang terlalu malam.
awalnya Ulfa tidak mau pulang, karena ia masih ingin main, menurutnya saat ini ia memiliki momentum untuk mempermalukan Nanni sehingga ia tidak mau kehilangan momentum ini.
“Oh, jadi kau mulai mengakui kalau aku adalah calon ipar yang baik, kalau kau sudah mengakui itu, tentu aku akan menjadi Ipar yang mengecewakan kalau aku tidak meladenimu, DI untuk masalah pulangnya biar aku yang mengurusnya, aku akan mengalahkannya dengan telak hingga ia akan menangis ingin pulang!”
untuk membuat pulang ulfa, nanni sedikit mengejeknya, dan benar saja ulfa segera tidak terima dengan apa yang nanni katakan, “IPar dari hongkong, Kakak ayo pulang, sekali nenek lampir, tetap nenek lampir,” balasnya sambil menarik tangan Adi untuk pulang.
“Hi, siapa yang kau bilang nene lampir!” teriak Nanni yang melihat ulfa yang mengejeknya dan perlahan menjauh.
tentu ia tidak marah dipanggil nene lampir oleh ulfa ia bahkan terseyum melihat tingkah adik dari Adi yang seperti itu, ia juga semakin terseyum saat melihat adi yang memberikannya Jempol karena berhasil menaklukkan adiknya.
tidak lama setelah mereka pergi nanni mendapatkan pesan chat dari Adi meminta maaf karena tidak sempat pamit dan tidak bisa mengantarnya pulang karena ia saat itu ke mol hanya mengendarai motor sehingga tentu ia tidak bisa mengantarkannya pulang kerumah.
nanni sebenarnya adalah seorang anak tunggal sehingga saat melihat ulfa membuatnya memiliki gambaran bagaimana seandainya ia memiliki seorang adik, jadi apa yang ia lakukan hari ini bersama dengan ulfa juga membuatnya sangat senang.
“Kak, apa kau menyukai nenek lampir itu?” di dalam perjalan ulfa mulai merasa kepo dengan hubungan Nanni dan Adi.
“Anak kecil diam! seharusnya kau sudah tahu apa yang aku alami dengan seorang perempuan! sehingga untuk sementara aku hanya berniat unutuk mengembangkan karir, dan tentunya aku juga harus fokus kepada adikku,” Balas Adi.
Ia dengan bijak menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini, untuk sekarang Adi tidak ingin tergangu dengan masalah percintaan. ia ingin fokus untuk mengembangkan kariernya yang membuat statusnya dengan orang sekeliling menjadi lebih seimbang.
__ADS_1
kehidupannya memang tentu sudah sangat baik! tapi berada dalam lingkungan seperti keluarga kandungnnya dan keluarga keluarga dar Reskina tentu masih sangat jauh, dan sekarang Adi menargetkan setidaknya ia ingin setara dengan mereka semua.
pegalamannya dengan Ani membuatnya mengetahui, ada beberapa yang membuatnya memang harus mengejar kesataraan, ia tidak ingin lagi mengalami pegalaman yang sama dimana barangnya diambil hanya karena ia tidak memiliki uang.
perasaan saat ia melihat ani bersama dengan orang lain masih sangat membekas dalam hatinya, “Kak! kau tahu kamu benar-benar tidak perluh mengejar ayah untuk membuatmu diakui!” balas Ulfa yang melihat kakaknya yang merasa terbebani.
“Teryata adikku sudah dewasa, hingga bisa mengeluarkan kata-kata bija seperti itu,” balas Adi bercanda.
“KAKAK!!!!”
karena merasa ucapan dianggap bercandaan membuat ulfa marah dengan refleks ia mengguncang bahu dari adi Sehingga adi sempat kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh.
beruntung saat itu kondisi lalu lintas lagi baik sehingga mereka tidak mengalami apa-apa mereka berdua hanya sedikit terkejut dengan kejadian tersebut, karena sudah hampir terjatuh untuk sementara adi meminggirkan motornya.
“Dek! aku tidak pernah mengejar pengakuan ayah untuk bisa masuk dalam keluarga itu, tapi apa yang kulakukan saat ini, aku berharap saat ia mengetahui siapa sebenarnya aku, mereka tidak akan malu untuk mengakuiku sebagai anaknya, dan tentunya aku hanya tidak mau mereka membawa adikku kecilku pergi jauh!”
mendengar penjelasan dari Adi membuat ulfa hanya terdiam, ia sangat mengenal keluarganya sendiri sehingga ia tahu apa yang adi katakan memang ada benarnya.
“Dan mungkin jika aku terkenal dan memiliki banyak uang, adikku ini akan bangga mengakuiku sebagai kakak terbaik yang ada di dunia!” lanjutnya sambil mengacak acak rambut ulfa.
“tampah menjadi terkenal, kakakku tetap kakak terbaik yang ada di dunia!” balas ulfa sambil terseyum.
__ADS_1
karena masalah sudah selesai mereka segera melajutkan perjalanan untuk kembali kerumah ulfa, tentu Adi hanya mengatarkan sambai gerbang karena ia takut kalau orang tuanya sudah pulang.
setelah ia membawa ulfa tidak lupa ia megecek keadaan Nanni, setelah mendapatkan kabar dari Nanni kalau ia sudah mendapatkan tumpangan untuk pulang Alega sehingga ia langsung kembali ke kantor karena disana terdapat beberapa kamar yang bisa ia gunakan untuk bermalam.