
Dengan berbagai permasalah yang telah selesai membuat Nanni menjalani hari harinya menjadi lebih ceria, walaupun beberapa kali ia berpapasan dengan Dariyani membuat ia mengingat masalah yang ada di kampung, tapi hal itu tidak mengganggunya.
tapi saat ia berniat pulang ia terkejut melihat seorang anak yang sangat ia kenali, anak itu adalah Ulfa, terlihat ia mengenakan pakaian sekolahnya memegang Hp seperti mencari seseorang.
“ia pasti mencari aku bukan!” gumamnya dengan percaya diri!
namun saat ia berniat untuk mengejutkan, ia terkejut saat ia melihat ia berteriak saat melihat Dariyani, melihat itu ia segera mengerti apa yang ingin lakukan anak ini! jadinya ia bergerak dengan cepat membungkam mulutnya dan menarik anak itu menjauh dari kerumunan.
tentu ulfa tidak mengikutinya dengan mudah! ia berusaha melawan, beruntung Nanni sudah menduga ini sehingga ia memang mengikat ulfa dengan kuat sehingga ia tidak bisa kabur!
“Apa yang kau lakukan! aku baru saja ingin memukul orang munafik itu!” ujar ulfa saat Nanni melepaskannya.
“jadi benar, kau ingin melabraknya! aku tahu kau masih anak-anak tapi tidakkah kau berpikir bagaimana reaksi dari abangmu itu jika mengetahui kau melabrak orang yang dia cintai!” balas Nanni santai.
nanni berusaha menjelaskan kalau Adi tidak pernah ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara seperti Yang Ulfa ingin lakukan, sehingga nanni mengingatkan untuk tidak membuat masalah kepada adi.
“Mau mendengar cerita yang pasti tidak akan kau dengar dari kakakmu tentang perempuan itu!” lanjut nanni saat melihat ulfa masih tidak terima dan berniat untuk melabrak dariyani.
karena cara menjelaskan tidak mempang kepada ulfa membuatnya memikirkan cara lain, untuk membuat ulfa tidak membuat masalah di kampung nya.
“apa!” mendengar Nanni berniat mengeluarkan sebuah gosip kepadanya, membuat ulfa segera penasaran, tapi sebelum menceritakan gosip kepada ulfa terlebih dahulu Nanni menyuruhnya untuk berjanji tidak menceritakan kepada adi kalau ia memberitahukan ini kepadanya.
tentu perkataan dari nanni membuat Ulfa semakin penasaran, sehingga ia segera setuju, mereka segera bergerak untuk mencari cafe terdekat untuk saling bergosip satu sama lain.
di dalam cafe itu mereka saling bertukar informasi tentang apa yang mereka ketahui tentang Adi, hubungannya dengan adi memiliki keunggulannya masing-masing sehingga mereka bisa bertukar dengan sangat baik hingga tidak ada yang di rugikan dalam pertukaran ini.
“DAsar wanita iblis, dilihat dari manapun kau lebih lanyak darinya!” ucap Ulfa saat ia mendengar cerita Nanni yang menceritakan Adi yang berlutut di depan DAriyani untuk memintanya pergi meningalkan rumah.
reaksi dari ulfa membuat Nanni tersenyum, “Jadi kamu sudah mengakui kalau aku layak untuk kakakmu nya!” ujarnya menggoda Ulfa.
__ADS_1
mendengar ucapan dari nanni membuat Ulfa segera sadar dengan apa yang ia ucapkan, “lanyak belum tentu aku setuju!” balasnya segera tahu kalau ia sedikit keceplosan.
“Ya, ya, kau bosnya! karena sudah seperti ini mari ke kantor lakalasi bersama?” Nanni memberikan tawaran kepada Ulfa.
“Bagus kalau ka mengeriti posisimu!” balas ulfa sebelum ia segera kabur meuju kendaraan milik Nanni.
“KAu!!”
Nanni terkejut mendegar ucapan Ulfa tapi ia tahu ulfa hanya bercanda sehingga ia tidak marah mendapatkan ucapan yang sedikit kasar seperti itu.
di dalam perjalan mereka terus saling bercanda, mereka bahkan mulai saling curhat tentang kehidupannya masing-masing mereka bahkan menganggap kisah mereka terlihat sedikit sama, kecuali di orang tua, karena sekarang nanni hanya memiliki ibu sedangkan ulfa masih memiliki keluarga yang lengkap bahkan sekarang ia memiliki kakak yang sangat baik.
saat sampai disana mereka menemukan adi saat ini sedang bercanda dengan beberapa orang karyawan perempuan yang ada di kantor, hal ini membuat ulfa terpikirkan untuk mengoda Nanni.
“Kau harus berhati-hati, sedikit kesalahan bisa membuatmu akan kehilangannya!” ujar Ulfa yang sedikit bercanda.
“Saat itu aku harus mengandalkanmu untuk membuatnya tidak menyukai Wanita lain,” balas NAnni dengan percaya diri.
“Bukankah ka bilang ada sebuah kunjungan sekolah! kenapa kau malah bersama dengan nanni,” ucap Adi terlihat curiga dengan mereka berdua bisa bersamaan sampai disini.
“Jangan curiga dengan adikmu! sepertinya kunjungan sekolah itu berada di kampus, dan kebetulan saat itu aku melihatnya akhirnya berakhir dengan aku yang membawanya ke tempat ini!” nanni terlihat santai saat ketempat ini.
ia bahkan mulai berani untuk mendatangi cafe kecil yang ada di kantor untuk memesan kopinya sendiri, tentu yang akan membayar adalah Adi, ulfa juga ikut ikutan memesan kopi membuatnya geleng-geleng.
“Karena melihat kalian sepertinya sudah sangat dekat, seharusnya aku tidak perluh untuk menemani kalian jalan bukan!!”
Hari ini adi memiliki beberapa rencana sehingga kemungkinan ia tidak memiliki waktu untuk menemani kedua perempuan ini untuk jalan-jalan.
“TIDAK!!” teriak ulfa dan Nanni secara bersamaan!
__ADS_1
mereka segera membantah kedekatan diantara mereka berdua, Terutama ulfa yang tidak terima adi menarik kata-katanya untuk menemaninya jalan-jalan hari ini.
“aku ke makassar bukan untuk mengasuh kalian! bagaimana kalau kita ubah jalan-jalannya menjadi besok saja!”
adi berusaha menjelaskan kalau kegiatannya saat ini tidak bisa di batalkan karena ini adalah sesuatu yang penting.
“jika mereka benar-benar ingin ikut biarkan saja!” saat Adi bimbang untuk menjelaskan kepada ulfa untuk menurut, La waru datang sebagai malaikat untuk menyelamatkan ulfa dari amarah adi.
“Kakak besar, anda memang yang terbaik,” ujar ulfa yang berlari menuju LA waru untuk berterima kasih kepadanya.
karena sudah mendapatkan persetujuan dari LA waru membuat Ulfa semakin bersemangat, Adi bahkan sempat memberikan beberapa nasehat namun ulfa tidak mendengarkan.
“kau terlalu memanjakannya!” balas Adi kepada LA waru yang memberikan persetujuan dengan mudah.
“Adikmu, adikku juga! jadi tidak ada masalah jika aku memanjakannya, ia tidak!” balas La Waru.
Ulfa juga senang dan segera memberikan pendapatnya bahwa ia sangat setuju dengan apa yang LAwaru katakan.
“kalau aku!” karena tidak tahu bagaimana Nasibnya membuat Nanni segera bersuara.
“KAu ikut saja, disana hanya ada para laki-laki jika dia hanya sendiri perempuan akan sangat tidak enak dilihat oleh para pelanggan restoran lainnya.” balas Adi memberikan persetujuan kepada Nanni untuk ikut dengan mereka.
melihat itu ulfa senang ia segera memberikan kode mata kepada nanni bahwa ia telah melakukan pekerjaan yang baik bukan, nanni sadar akan kode yang berikan kepadanya namun ia hanya tersenyum namun di hatinya ia memuji pekerjaan dari ulfa yang sangat baik.
dari pertukaran informasi yang ia lakukan dengan Ulfa saat berada di kafe, Nanni sudah mengetahu beberapa saudara LAki-laki adi yang ada di makassar.
ulfa sudah menceritakan bahwa selama adi tidak ada di makassar saudara-saudaranya itu akan bergantian untuk melindunginya sehingga ulfa setidaknya cukup dekat mereka.
Nanni sudah mendengar bahwa para saudara Adi memiliki pekerjaan beragam, namun dalam satu hal kemampuan mereka dalam bertarung semuanya berada diatas rata-rata, hal itu sangat membekas dalam ingatan dari ulfa karena ada sebuah masa dimana ulfa saat itu mengalami penculikan dan orang-orang yang menyelamatkannya adalah saudara-saudara adi.
__ADS_1
“Sial mereka hanya sekelompok orang gila!” koment Nanni saat pertama kali melihat saudara-saudara adi.
ia terkejut karena hampir semua orang yang ada disana adalah orang yang terkenal dalam bidang yang mereka ambil, sehingga selama mereka berada di indonesia mereka tidak akan mengenal orng tersebut.