
Setelah Nasehat singkat yang Adi berikan terlihat Ulfa menjadi semakin mengerti apa yang harus ia lakukan, kehidupannya juga kembali normal.
setelah satu minggu lebih berada di rumah orang tuanya akhirnya Adi juga menhilang disana, ia hanya meningalkan secarik surat, yang menyatakan kalau sekarang ia akan memulai perjalannyannya.
“Anak itu, tidak bisakah ia sedikit pamit saat ia ingin pergi,” burhan sedikit mengomel karena Adi yang tidak berpamitan dan langsung pergi.
“Sudahlah, Hidupnya sudah terlalu lama bebas, kita tidak mungkin merubah kebiasannya hanya dalam beberapa hari semata.” Tasmia sedikit berusaha membela Adi, yang menurutnya semua ini adalah Hal Wajar, menurutnya mereka harus memberikan ADi Waktu untuk terbiasa dalam keluarga ini.
“BU! aku tidak bermaksud apa-apa, tapi sepertinya KAkak memiliki alasan untuk Kabur, yang kemungkinan IA tahu kalau Ayah sudah menyiapkan jebakan untuk IA segera mengambil beberapa saham di perusahaan!” balas Ulfa Santai.
“Bagaimana KAu tahu!” balas Burhan terkejut Rencananya di ketahui dengan mudah.
“Pa! mungkin Orang pun tahu Kalau kau sebenarnya tidak suka Kakak untuk melakukan rencananya untuk melakukan perjalan keliling indonesia, Sehingga dengan mudah KAmi bisa tahu kalau ayah merencanakan sesuatu untuk membuat KAkak adi tetap tinggal.”
penjelasan ini segera membuka mata burhan, ia bahkan melirik ke istrinya untuk menklarifikasi, namun ia hanya mendapatkan sedikit seyuman, yang menandakan semua Yang ulfa katakan ada benarnya.
“PA, kau masih meremehkan hubungan persaudaraan Antara, Taufik dan Adi, mungkin bisa Saja kak toufik tidak mengatakan apa-apa tapi mepat lainnya belum tentu tidak mendapatkan informasi tersebut.”
__ADS_1
Ulfa sedikit melanjutkan untuk memperjelas apa yang salah dari rencanannya, walaupun saat ini ia sedang memakan sesuatu, ia masih dengan sangat baik menjelaskan rencana yang menurutnya bagaimana adi bisa mengetahui apa yang ayahnya katakan.
“Maaf! aku akui kalau aku memang tidak setuju ia melakukan perjalan konyol seperti itu, tapi aku merasa ia memang tidak perlu melakukannya,” balas Burhan dengan sedikit menuduk karena merasa bersalah.
Ia tahu kalau saat ini ia tidak bisa menahan anaknya untuk melakukan apa yang dia inginkan, tapi ia memiliki pandangannya sendiri sebagai orang tua, dan menurutnya apa yang Adi lakukan hanya akan membuang-buang Waktu.
“Pa aku tidak tahu apa ini berguna atau tidak tapi aku berharap, untuk papa untuk tidak telalu mengatur Hidup Kakak adi karena salah satu alasan ia tidak ingin datang ke rumah karena ia tahu kalau saat ia masuk dalam kelurga ini hidupnya selama ini tidak akan sama lagi! jadi Jika papa masih mengaturnya sesuai dengan pandangan papa mungkin KAkak adi tidak akan kembali ke rumah untuk waktu yang lebih lama!” balas Ulfa sebelum ia berdiri karena ia masih ada jadwal untuk ke sekolah hari ini.
ia hanya memberikan peringatakan kepada burhan untuk tidak terlalu menyamakannya dengan adi karena itu hanya memberikan mereka pontensi untuk tidak akan pernah menjadi keluarga yang utuh.
beberapa Hari adi berada di rumah, tapi Burhan hampir tidak memiliki pembicaraan dengan anaknya itu, satu-satunya yang bisa membuat mereka bisa berbicara dengan baik adalah masalah perusahan yang sering kali mereka harus diskusikan bersama.
dan terkadang sebenarnya Burhan segaja melakukan itu karena ia tidak tahu apa yang harus ia diskusikan bersama dengan anaknya, selama ini ia hanya ingin berbicara dengan anaknya Sehingga untuk memuaskan dirinya terkadang ia akan mencari topik yang bisa ia bicarakan dengan baik bersama dengan adi.
walaupun itu pada akhirnya mereka hanya akan membicarakan masalah perusahaan, “Ia memang pintar dalam segala hal, tapi lihat kalau kita hanya terus membiarkan seperti itu, bisa saja apa yang ia lakukan terhadap perempuan bisa saja terulang kembali.”
memang ada beberapa khawatiran yang ada dalam diri Burhan saat ini terhadap Adi namun ketakutan terbesarnya adalah perasaan adi yang terlihat rapu, untuknya terutama ia bersikap kepada perempuan ini akan sangat menghawatirkan saat ia berada di luar sana.
__ADS_1
yang tidak akan mereka tahu Adi akan bertemu dengan perempuan jenis apa, ia tidak menyalahkan sikap adi yang seperti itu kepada perempuan, ia malah bersyukur memiliki anak yang sangat menghormati perempuan bahkan bertekad untuk tidak melukai perempuan.
tapi sikap seperti ini akan sangat berbahaya, jika itu ia hanya sendiri, dan sikap tersebut akan membuatnya sangat rentang ia di tipu.
“Jangan Khawatir, aku tahu kalau tujuan pertamanya adalah aceh, Sehingga seharusnya ia tidak akan mendapatkan terlalu banyak masalah terhadap perempuan disana, mungkin kalau ia datang kesana ia bisa datang untuk membawa mantu yang Baik.” balas Tasmia tersenyum sudah membanyakan Adi membawa seorang perempuan yang akan di bawah menjadi mantu.
“Ma!” ujar burhan yang merasa istrinya sedang bercanda dengannya.
“Simplenya gini, kau lebih memilih anakmu itu menikah dengan sainganmu atau ia menemukan perempuan lain diluar sana,” Lanjut Tasmia yang kali memasang wajah serius.
“MAdsdumu!” balas Burhan singkat.
“Jangan lupa walaupun saat ini Adi sedang ada masalah dengan perempuan yang berasal dari desa itu, jangan lupa ia terlihat sangat dekat anak mardin, dan yang aku tahu, ulfa bahkan terlihat sangat mendukung hubungan mereka, aku tidak pernah membalas masalah ini karena Aku tidak mau Ulfa marah, tapi banyakan jika Saja Adi benar-benar tingal disini, dan hubungannya dengan anak MArdin menjadi semakin baik, apa kau memiliki kekuatan untuk melarang hubungan tersebut!”
Tasmia menjelaskan hubungan Nanni dengan adiyang sedikit lebih dekat, semua itu ia dengar dari Ulfa, dan menurutnya ada potensi kalau mereka bisa menjadi pasangan Jika terus dibiarkan bersama.
sedangkan sampai saat ini hubungan Burhan dan MArdin tidak pernahdi katakan baik, sehingga burhan tentu tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika nantinya ada kesempatan dimana mereka akan menjadi besan.
__ADS_1