
Perusahaan miliknya mengambil sistem kerja dari para agensi idol yang ada di luar negeri, yang dilakukan beberapa penyesuaian sehingga dapat diaplikasikan kepada para konten kreator.
sebenarnya Nanni juga mengetahui hal tersebut, karena rasa penasarannya yang cukup tinggi ia menemukan beberapa kejanggalan dan membuat beberapa kesimpulan kalau perusahaan tersebut sangat berhubungan erat dengan adi.
“di kota ini hanya ada beberapa kreator! pusatnya tetap ada di makassar, tapi jika kau memang ingin tetap kesana aku bisa membawamu, mungkin saat ini ada beberapa orang yang sedang melakukan syuting iklan” balas Adi tidak berniat untuk menutupi hubungannya dengan perusahaan lakalasi.
nanni tersenyum saat melihat adi yang tidak terlihat berusaha mengelak lagi, sebenarnya ia sudah mendatangi kantor yang ada di makassar, disana dengan mengatasnamakan tugas kampus ia ingin mewawancarai beberapa pegawai yang ada disana sebagai wartawan untuk melihat apakah orang orang yang disana tahu identitas sebenarnya dari Adi.
“Aku tidak tahu kalau ka terlalu banyak ingin tahu atau memang terlalu banyak waktu luang!” balas Adi saat mendengar cerita dari Nanni yang mendatangi kantornya yang ada di makassar untuk melakukan Wawancara.
di perjalan ke studio tempat lakalasi membuat setiap kontennya Nanni menceritakan bagaimana ia dengan nekatnya mencari tahu hubungan lakalasi dengan perusahaan yang ada di makassar itu.
“tentu mereka tahu kalau lakalasi adalah pendiri dari perusahaan, tapi terlepas dari semua itu mereka hanya mengetahui hal tersebut, identitasku, hanya ada beberapa orang yang ada di kantor yang mengetahuinya!” jelasnya kepada Nanni
untuk memulai bisnis tersebut tentu adi tidak bisa menutupi identitasnya sebagai lakalasi, dan Ia adalah orang membujuk beberapa kreator yang awalnya bergabung dengan mereka hingga sekarang orang-orang itu sudah menjadi konten kreator yang sukses.
dan semua itu dimulai di sebuah studio kecil di kota sidrap, saat sampai disana adi terlihat disambut dengan sangat baik beberapa dari mereka mengejek Adi karena membawa seorang perempuan ke kantor.
semenjak mereka mengenal adi, bosnya itu tidak pernah membawa seorang perempuan ke kantor, sehingga saat mereka melihat bos mereka membawa seorang perempuan mereka segera ribut mencari tahu hubungan perempuan tersebut dengan adi.
“perkenalkan Reskina Annisa, kenalanku dari Makassar, kebetulan ia datang hari ini dari makassar membuatnya penasaran bagaimana studio awal Lakalasi hingga semuanya bisa sebesar ini.”
setelah sampai disana adi segera memperkenalkan Nanni kepada semua orang, NAnni terlihat sedikit canggung melihat semua orang yang ada disana melihat mereka dengan hormat.
__ADS_1
“mereka hanya menggodamu, biasanya mereka tidak memiliki hormat kepada bosnya!” ucap Adi meninggalkan Nanni yang bingung harus melakukan apa.
Setelah Adi pergi salah satu perempuan yang bekerja di sana maju untuk menghampiri Nanni, ia dengan baik mengajak nanni untuk berkeliling untuk melihat apa yang ada dalam studio sekaligus kantor ini.
karena kebanyakan orang yang ada disana sudah pindah ke kantor utama sehingga kantor ini hanya ada beberapa orang semata, dan meninggalkan beberapa ruangan kosong yang tidak digunakan lagi.
dari penjelasan perempuan tadi ia menjelaskan bahwa jika rencana mereka berjalan dengan baik, tempat ini akan dirombak sepenuhnya menjadi studio, yang bisa di sewakan kepada para kreator yang baru merintis.
akibat perilaku dari Adi dan pergerakannya dalam industri ini membuat sulawesi menjadi tempat terbanyak menghasilkan kreator yang berkualitas hampir menyamai orang yang merintis di daerah JAwa, walaupun kebayakan dari mereka yang itu berada di dalam naungan Lakalasi
yang membuat para krator yang berada di naungan lakalasi berbeda, target pasar mereka yang tidak sama dengan para kreator yang ada di jawa.
selain menarget pangsa pasar yang ada di indonesia, mereka juga menargetkan pangsa pasar luar seperti Malaysia dan sekitarnya, sehingga para kreator yang ada di sulawesi bisa bersaing dengan para kreator lainnya.
di dalam ruangan tersebut terdapat banyak buku yang membuatnya sudah seperti sebuah perpustakaan dari pada sebuah ruangan untuk bekerja.
“aku mengerti sepertinya kau memang tidak memerlukan uang lagi karena uang uang itu sudah berputar di sekelilingmu!”
setelah berkeliling untuk sementara Waktu ia menemukan selama Hidup Adi masih seperti ini dan tidak masuk dalam lingkaran kehidupan konlong merat, ia memang tidak perlu untuk bekerja lagi karena uang yang masuk akibat usaha nya selama beberapa tahun ini sudah sangat cukup.
jika dibandingkan dengan para kreator lain uang yang Adi hasilkan memang tidak banyak namun mungkin di antara para kreator yang ada di kelas yang sama dengannya tidak ada yang menyamai bagaimana cara hidupnya.
sehingga uang yang akan terus masuk itu akan sangat cukup untuk menhiinya sehari-hari, apalagi saat ini adi tidak langi memiliki tanggungan membuatnya bisa lebih berhemat lagi.
__ADS_1
“Jika setelah lulus tidak ada pekerjaan yang ingin kau lakukan, silahkan datang ke kantor kami yang ada di makassar, seharusnya masih ada beberapa ruang untuk bisa kau masuki,” balas Adi sambil terseyum.
“Hahaha, jadi sekarang kau berusaha untuk merekrut ku!”
Nanni tertawa mendengar Adi yang berusaha merekrutnya, ia tidak menjawab namun ia akan mempertimbangkan ucapan tersebut dalam hatinya.
“bagaimana dengan sang mantan, asal kau tahu saja aku tidak ingin bekerja sama dengan mantanmu itu!” ujarnya dengan sedikit bercanda.
“Itu tidak mungkin! aku bisa menjamin itu,” balas Adi terlihat tidak menunjukkan ekspresi apa-apa.
mendengar itu Nanni hanya tersenyum, ia hanya mengalihkan pembicaraan menuju arah perusahaan miliknya ini.
adi menjelaskan bagaimana salah satu alasan kenapa kantor yang ada di sidrap masih dipertahankan.
Lakalasi itu sudah menjadi sebuah brand tersendiri sehingga mereka sudah membuat beberapa produk dan beberapa produk itu mereka membuat beberapa kerjasama dengan ukm yang ada di sidrap dan adi sudah membuat keputusan setiap produksi brand yang mereka buat harus di buat di sidrap.
sehingga mereka masih membutuhkan kantor yang menjembatani mereka dengan kantor yang ada di makassar, awalnya mereka ingin membuat pusatnya berada di sidrap, namun mereka sadar kalau mereka masih membutuhkan investor dari berbagai kegiatan yang mereka lakukan sehingga mau tidak mau mereka harus mengalah dengan membuat sebuah kantor yang berada di makassar.
hari itu menjadi hari yang sangat happy untuk Reskina karena ia bisa mengenal lebih baik bagaimana Adi yang sebenarnya bukan hanya berdasarkan Telepon jarak jauh.
bahkan saat mereka berboncengan Ia tidak lagi memberikan pelukan kepada Adi, melihat Adi yang juga tidak marah membuatnya semakin senang memeluk laki-laki itu.
bahkan saat Reskina kembali ke makassar ia dari pada naik mobil sewa ia memilih untuk berboncengan dengan Adi menuju makassar, walaupun ia berpotensi sangat melelahkan ia tetap ingin melakukannya.
__ADS_1
dengan alasan ia ingin mendapatkan pengalaman baru karena selama ini ia belum pernah berkendara sepeda motor dengan jarak ratusan kilo, sehingga menurutnya ini bisa saja menjadi pengalaman yang sangat menarik.