Dalam Lingkaran Perputaran

Dalam Lingkaran Perputaran
arti keluarga


__ADS_3

Karena keadaannya sudah seperti ini Nanni hanya bisa menurut untuk pulang lebih dulu, tidak ada perlawanan yang dia lakukan, lagian ia sudah terlalu malu karena melibatkan saudara Adi dalam permasalahan keluarganya.


di dalam mobil ia terus mendapatkan omelan dari orang tuanya, tentang pergaulan yang kembali dikomentari sebagai sebuah pergaulan yang sangat buruk.


bukannya sadar dengan apa yang ia lakukan, ayahnya malah menganggap saudara Adi sebagai sekelompok Gang Motor.


“Apa Dendi yang memberitahu mu!” balas Nanni


ia sangat percaya dengan ibunya, jadi satu-satunya yang memunkikan ayah mengetahui hubungannya dengan Adi hanya Dendi.


“Dendi yang memberitahuku, kalau kau membuat sebuah hubungan dengan seorang berandalan yang berasal dari desa, hanya untuk mengacaukan hubungannya dengan pacarnya!” 


itu terdengar sangat lucu bagi telinga Nanni sehingga ia tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa, “HAHAHA! Ayah yang mana kau percayai aku anak itu!” balasnya sambil tertawa.


“Oh, tentu aku akan percaya dengan dendi, kau sudah terlalu sering berbohong kepadaku!” 


balasan ayah nanni membuatnya diam, tidak lagi berusaha berdebat dengan orang tua itu.


“Cobalah dengarkan jika orang tua sedang berbicara,” karena marah melihat omongannya tidak didengarkan.


walaupun ia sudah mendapatkan tamparan, nanni terlihat tidak merespon, ia hanya mengelus pipinya, sebelum ia mengalihkan pandangannya ke jendela mobil.


“Na, aku melakukan semua ini karena khawatir kepadamu,” balas ayah Nanni yang melunak karena terus diabaikan.


“Yah! bisakah aku membuat sebuah permintaan sebagai anakmu?” tanya ana yang terlihat itu sangat santai.


“sebenarnya aku tidak pernah berpikir kalau kau khawatir kepada ku ayah, jadi bagaimana kalau kau lepaskan aku bersama dengan ibu, biarkan kami menjalani hidup dengan tenang,  sehingga Saat kami membuat masalah kau bisa tenang tanpa takut kehilangan nama!”

__ADS_1


bagi Nanni! Ayahnya tidak pernah khawatir kepadanya, ia hanya khawatir nama baiknya sebagai orang terpandang  tercoreng karena kelakuannya, ayahnya juga sudah bercerai dengan ibunya bahkan selama mereka bercerai, ia hanya akan datang untuk mendakwanya seperti ini.


dari dulu sebenarnya ia sangat membenci ayahnya karena kelakuannya seperti ini, dari ia mengingat Nanni sama sekali tidak pernah mengalami kenangan yang sangat baik dengan Ayahnya, itu di perpara saat ia mengetahui ayahnya selingkuh dengan perempuan yang lebih dari ibunya.


“Beberapa bulan lagi aku bisa lulus! sehingga kau tidak perlu memikirkan bagaimana membiayai ku, jadi Tolong lepas kami dan biarkan ibu dan aku hidup sesuai jalan yang kami ambil!” lanjutnya karena melihat Ayahnya yang hanya diam saja.


walaupun ia berusaha menahan diri untuk tidak memperlihat emosinya, air mata terlihat menetes di pipinya, “Apa kau sama sekali tidak belajar dari kejadian masa lalu, semua ini aku lakukan untuk kebaikanmu!” balasnya masih koko kalau ia tidak salah dalam masalah ini.


“Yah, Tolong! aku sama sekali tidak butuh perhatianmu jika itu hanya untuk mengatur apa yang ingin aku lakukan! selama ini aku hidup tanpa ada dirimu disisiku, walaupun bahkan aku hidup karena uang mu aku bisa mengembalikannya jika kau mau!” balas Nanni dengan lemah.


akibat dirinya membahas uang, ia kembali mendapatkan tamparan dari ayahnya! “Tampar aku ayah! umurku yang segini temparan seperti itu tidak berarti apa-apa, tamparan itu hanya akan memperlebar jarak diantara kita sebagai ayah dan anak!” 


Nanni saat itu sangat sedih, tapi semenjak ia mengenal Adi ia tahu beberapa hal bisa dikontrol, sehingga walaupun ia sangat emosional ia masih berusaha untuk tetap tenang di hadapan ayahnya.


“Ayah ku yang terhormat aku berharap hubungan kita masih bisa berlangsung lama, setidaknya aku berharap sampai kita hidup aku masih bisa memanggilmu Ayah!” lanjut Nanni, setelah itu ia keluar dari mobil dan berlari menuju kamarnya.


. . . . . . . .


Di tempat yang berbeda Adi dan yang lainnya masih melanjutkan makan yang sempat  terganggu akibat kedatangan orang tua Reskina anisa, “Kakak aku mengkhawatirkan Kak nanni,” ujar ulfa.


saat mereka bersama ia sudah mendengar beberapa cerita bagaimana tidak harmonisnya hubungan Nanni dengan ayahnya, Sehingga saat Ayah nanni datang, ulfa cukup khawatir dengan nanni.


“Tenanglah, nanni sudah dewasa, ia bisa mengatur masalah keluarganya sendiri, dan seperti yang ku bilang kita tidak memiliki cukup alasan untuk membantu saat ini,” sebisa mungkin adi menjelaskan bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa dengan apa yang terjadi dengan nanni dan keluarganya.


“tapi….” walaupun Adi sudah menjelaskan kepadanya tetap saja itu akan mengganggu pikiran dari ulfa.


“Berhenti mengeluh itu membuat telingaku sakit! Jika dalam tiga hari kita tidak mendapatkan kabarnya kita akan melakukan cara biasa!” balas Armadi yang ingin melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


tapi karena Ada ulfa yang terus mereget membuat meja yang mereka tempati terus bergetar! “Kaaakkkaak……” mendengar itu ulfa berniat untuk memberikan pelukan kepada Armadi.


armadii sadar dengan apa yang akan ulfa lakukan, “Diam disana! mendekat sedikit saja! aku tidak akan membantumu!” karena tahu apa yang akan ulfa lakukan dengan refleks super yang dia miliki Armadi berusaha menghindari pelukan dari ulfa.


dari semua orang yang ada disini hanya Armadi yang tidak terpauk terlalu jauh dengan ulfa sehingga seharusnya hubungan mereka yang paling dekat, tapi semenjak mereka bertemu mereka berdua sering berdebat hanya karena masalah-masalah kecil.


“Dasar homo tidak mengerti pesona perempuan!” balas ulfa yang merasa MAdi adalah howo karena tidak tertarik kepadanya.


“Howo! coba ulangi lagi!” balas Armadi yang menantang ulfa mengulangi perkataannya.


“berhenti bertengkar, aku masih ada beberapa hal yang aku urus bersama waru, karena Nanni sudah pulang duluan aku akan mengantarmu lebih dulu,” gumam Adi yang menghentikan pertengkaran mereka.


“Kau juga madi! cari tahu beberapa hal, yang berhubungan perusahan milik ayah nanni, karena kita tadi melawan mereka, ada kemunkinan mereka akan segera membuat masalah dengan kita!” lanjut Adi memberikan arahan kepada Armadi.


ia sangat mengenal kehendak dari orang kaya seperti mereka, sehingga tidak ada salahnya bersiap sebelum mereka  datang sendiri.


“Baik!” balas Armadi cepat saat Adi memberikan perintah.


sebenarnya hari ini adalah sebuah perayaan dimana mereka Adi akan memunculkan dirinya ke publik dan tidak lagi terus bergerak di balik bayang-banyang saudaranya.


sehingga mereka berusaha merayakan itu karena merasa selama ini Adi mereka ibaratkan selalu terpenjara karena cinta nya kepada Dariyani.


“Untuk menutupnya mari bersulang! dan katakan omong kosong terhadap cinta.” kini Taupik berdiri memimpin penutupan acara malam itu.


“Omong kosong terhadap cinta!” 


tentu mereka semua berdiri untuk mengucapkan hal tersebut untuk menghormati, termasuk Ulfa yang dengan suka rela mengatakannya, ia tidak peduli adanya karma dalam ucapan tersebut tapi  mereka semua terlarut dalam perayaan berkumpulnya keluarga kecil yang mereka miliki

__ADS_1


__ADS_2