
Ulfa pulang dengan keadaan sangat senang, ia tentu tidak sabar untuk mempertemukan orang tuanya dengan Adi.
apa yang terjadi hari ini benar-benar membuatnya sangat senang, saat sampai di rumah ulfa mendapati orang tuanya sudah berada di rumah sehingga ia langsung berlari untuk bermanja-manja dengan dengan orang tuanya.
tentu sikapnya yang seperti itu membuat orang tuanya menjadi curiga, karena Biasanya ulfa hanya akan melakukan seperti ini, jika ada yang dia inginkan.
“Ma, bukankah kita sudah lama tidak jalan-jalan bersama bagaimana kalau minggu ini kita jalan kemana kek,” ucapnya berusaha membuat alasan supaya orang tuanya bisa memberikannya waktu untuk bertemu dengan adi.
“Fa, kau tahu belakangan ini kami masih sangat sibuk, lagian kita kan sudah janji liburannya setelah libur lebaran, dan sesuai yang kau inginkan kita akan kerumah nenek yang ada di sidrap!” balas ayahnya yang menolak ajakan Ulfa.
“yah, jika kita bisa keluar minggu ini aku janji tidak akan meminta Waktu kalian lagi!” balas Ulfa.
“kau tidak ingin memperkenalkan pacarmu kan?” balas ibunya yang terlihat curiga dengan gerak-gerik anaknya.
“tidak! tidak! Tidak!” banta ulfa dengan sangat cepat.
“Jangan Bohong, aku dengar belakangan ini kau sering jalan dengan seorang youtuber yang sedang menjadi perbincangan itu, jujur ibu tidak suka kau jalan dengan seseorang tanpa ijin dengan kami ya,” balas ibunya yang semakin curiga dengan gerak-gerik ulfa yang mencurigakan.
“Fa, kau itu masih Sma tidak perlu memikirkan masalah cinta, apalagi orang yang kau cintai Jauh lebih tua dari pada dirimu!” Kini ayahnya ikut berpendapat masalah Kabar tentang ia dan adi yang dekat.
“Aku tidak ada apa-apa dengan kakak adi!” balas Ulfa lemah.
ia tidak percaya Bahwa hanya untuk meminta orang tuanya bertemu dengan adi bisa sesusah itu, “Bahkan sekarang kau sudah memanggilnya Kakak!” kedua orang tuanya terlihat sinis dengan hubungannya dengan Adi.
“Itu karena ia memang kakak kandungku!”bentak Ulfa.
__ADS_1
ia marah karena kedua orang tuanya seolah sangat sulit untuk bertemu dengan kakaknya padahal ia sudah beranggapan akan sangat mudah untuk mempertemukan mereka, bahkan ia berniat untuk merancang sebuah suasana yang indah saat mempertemukan orang tua dan anak itu.
“Fa, kau tau aku tidak suka membalas masala kakakmu disaat seperti ini.” terlihat Raut wajah kedua orang tuanya berubah saat Ulfa mempertegas masalah kakaknya di depan mereka.
“Ia benar-benar kakaku pa, ma, aku sudah melihat semua buktinya, ia memang kakak!” terlihat Ulfa sudah pasrah karena orang tuanya mulai membentaknya.
“kakakmu sudah mati Fa, kenapa kau masih bersikeras kalau ia masih hidup.”
kini ibunya yang menangis karena ulfa yang membahas masalah ini membuatnya teringat akan kenangan yang terjadi di masa lalu.
“Terserah, memang pantas kalian dibenci oleh kakak, kalian tidak tahu selama bertahun-tahun aku membujuk kakak untuk bertemu dengan kalian,” balasnya segera itu ia berlari menuju kamarnya dan tidak membukakan pintu karena marah akan sikap orang tuanya yang seperti itu.
sebenarnya kedua orang tua itu bingung harus melakukan apa! mereka kaget saat mengetahui kalau anaknya saat itu masih hidup, walaupun bukti terakhir yang ia temukan anak itu sudah dalam keadaan mati.
“seperti yang diperkirakan semuanya menjadi sangat kacau!” saat mereka berdua masih dalam keadaan bingung untuk membujuk Ulfa keluar seorang laki-laki masuk, ia terlihat santai berjalan menuju pintu kamar Ulfa.
“Kakak!!’’
saat mendengar suara yang ia kenal, ulfa secara perlahan membuka pintu untuk melihat apa orang itu adalah orang yang sama, dan saat ia tahu itu adalah Adi ia segera memeluk kakaknya itu.
“sudah kubilangkan!” balasnya santai.
“Maaf!” balas Ulfa dengan nada pelan dan kepala sedikit tertunduk karena mengaku ia salah.
“Aku juga minta maaf karena membuat masalah di keluarga kalian, mungkin ini bisa membuktikan kalau anak anda tidak berbohong, anak laki-laki anda yang kalian anggap mati berhasil bertahan di belantara hutan selama 4 hari.” balas adi santai.
__ADS_1
disana ada beberapa berkas bagaimana ia ditemukan di hutan dalam keadaan hampir mati, saat umurnya masih 6 tahun entah bagaimana ia bisa sampai di hutan, dan akhirnya ia tersesat disana dan saat ia keluar ia sempat kehilangan ingatan selama 4 Tahun.
disitu ia mulai mengingat bahwa ia memiliki identitas, dan bersama dengan para saudara yang berasal dari panti asuhan ia mulai mencari beberapa artikel yang menjelaskan bagaimana ia tidak mendapatkan pencarian yang mengatasnamakan dirinya.
itu membuatnya sedikit terluka, karena setelah ia mencari tahu dari berbagai informasi ternama ia tidak menemukan sesuatu hal yang menunjukkan kalau orang tuanya tidak mencarinya.
padahal saat itu jika orang tuanya sedikit lebih niat dalam melakukan pencarian terhadapnya, sangat besar kemungkinan ia bisa bertemu dengannya dan ia tidak perlu hidup terlalu susah.
di dalam map tersebut dijelaskan dengan baik serta berbagai bukti yang adi miliki untuk menjelaskan bahwa ia memang adalah yang saat itu sudah mereka anggap mati.
terlihat kedua orang tua itu terlihat menangis saat mengetahui anaknya masih hidup, ia segera ingin memeluk adi, dan adi terlihat memeluk kedua orang tuanya namun setelah beberapa saat ia melepaskan pelukan tersebut.
“Maaf tapi sepertinya aku masih belum sanggup, dan kau berhenti ngambek kepada orang tua, maafkan aku jika hanya seperti ini, tapi sekarang aku masih belum berada dalam tahap yang lebih Jauh!” balas Adi memberikan sedikit nasehat kepada ulfa sebelum berlari untuk meninggalkan tempat itu.
saat Adi ingin berlari, ayahnya sudah berusaha menahan tapi adi yang dari dulu memiliki kekuatan lebih tentu tidak mudah untuk menahannya.
sedangkan ibunya sendiri hanya bisa menangis karena ia sendiri merasa kecewa saat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“Nak, kau tahu kami tidak pernah memiliki maksud untuk membuang kakakmu, jadi bisakah kau membantu kami menjelaskan apa yang terjadi !” balas ayahnya yang ingin mengetahui lebih banyak.
ulfa paham hal tersebut sehingga ia segera menjelaskan dengan baik bagaimana ia bisa bertemu dengan adi, yang semuanya dimulai saat ia smp, dan sampai sekarang ia masih terus bertemu, bagaimana kakaknya bersama dengan para saudara-saudara nya bergantian untuk menjaganya saat mereka berdua tidak berada di rumah.
“aku tidak tahu kenapa tapi aku selalu terbebani akan ketakutannya di buang oleh seseorang,” gumamnya setelah menjelaskan kesannya bertemu dengan adi.
Awalnya ia tidak menyadari ini tapi saat ia bertemu dengan adi belakangan ini, terutama setelah ia berpisah dengan Dariyani, ia bisa merasakan bahwa adi sangat menyayanginya bahkan perasaan itu terlihat sedikit lebih jauh dibandingkan saat merek pertama kali bertemu.
__ADS_1
“Jadi cerita yang ia di tingalkan pacarnya walaupun ia sudah melakukan segalanya untuk pacarnya itu benar.”
respon ibunya saat ulfa mulai menjelaskan bagaimana kisah adi dalam percintaan,awalnya mereka tersenyum saat mendengar kisah kisah dari Adi, tapi saat Ia sampai di kisah bagaimana akhir kisah dari cintanya kepada daryanani mereka kompak sangat jengkel dengan perempuan tersebut.