
Ia terus mengingatkan kepada para rekannya untuk fokus karena ini masih sangat jauh dari apa yang mereka harapkan, sehingga hal sekecil ini tidak bisa menganggu mereka.
Semua orang saat itu melakukan hal terbaik yang mereka bisa untuk mendapatkan penyelesaian masalah, tapi bahkan setelah 3 hari berlalu tidak ada kemajuan berarti dari apa yang mereka bisa lakukan.
"Comeon walaupun aku pernah bilang angka adalah kealiaan ku bukan aku sudah memperjelas bahwa angka yang ku maksud adalah angka yang ada dalam komputer, bukan angka yang seperti ini, dimana semuanya adalah uang! Bahkan melihatnya saja sudah membuat ku pusing!"
Armadi mulai memberikan prosesnya karena merasa lelah karena mereka memeriksa terlalu banyak dokumen keuangan perusahan terlalu banyak, dan semua itu di lakukan secara manual.
"Kau yang masih memiliki kekuatan untuk mengeluh menandakan kau masih ekstra tenaga, jadi gunakan kekuatan itu untuk memeriksa secepat mungkin!"
Jerry yang saat itu berada di sampingnya memberikan nasehat, ia juga sebenarnya lelah melihat tumpukan angka yang ada disana, ia bahkan berpikir tentang apa yang sebenarnya ia lakukan itu adalah sesuatu yang percuma.
Saat mereka mulai banyak protes, adi bahkan berniat menegurnya pintu mereka saat ada beberapa orang yang datang, itu tidak lain adalah toufik dan ulfa.
Mereka baru saja dari rumah sakit, dan terlihat mereka datang dengan setumpuk makanan yang tentunya untuk mereka yang sudah kelelahan ini.
"Oh ulfa aku tidak pernah terpikirkan akan ada masa aku akan melihat mu dalam keadaan secantik ini," ujar armadi dengan nada bercanda.
Semua orang tahu kalau armadi dan ulfa adalah dua orang yang tidak pernah cocok sehingga saat armadi bertingkah seperti ini langsung membuat mereka semua tertawa.
"Sudahlah ayo makan!" Balas Adi yang berdiri untuk mengajak mereka semua untuk makan.
Semua orang akhirnya saling menikmati makanan yang dibawah oleh ulfa, yang sebenarnya makanan itu adalah makanan yang di bawah para tamu untuk menjenguk ayahnya.
__ADS_1
"Adi mumpung aku masih ingat masalah kalian mempertaruhkan seluruh saham orang tua kalian apa itu idemu!"
Taufik saat itu baru mengigat bahwa seperti ada yang aneh dalam keputusan tersebut, menututnya sangat kecil kemungkinan kalau Adi akan melakukan hal seperti itu.
"Tentu tidak, jika aku berniat melakukannya, aku tidak akan meminta mu datang kesana untuk mengatasinya!" Balas Adi santai.
"Hah!"
Baik itu toufik, Armadi, dan jerry terkejut, sekarang semua pandangan mereka mengarah kepada ulfa yang langsung memasang tampang cegegesannya.
"Ini hanya menurutku, awalanya rencana kita untuk mengancam mengunakan beberapa data kesalahan para dewan di masalalu, masih tidak cukup untuk memberikan mereka kesempatan untuk meminta waktu tambahan, jadinya aku sedikit berdiskusi dengan ibu, dan dia setuju dengan ideku, karena menurutnya memang ada baik mereka sekalian keluar kan semuanya untuk bertahan!"
Dengan sedikit kesusahan ia segera menjelaskan bagaimana ide itu bisa muncul.
"Kenapa tidak! Itu idenya, tugasku hanya membuatnya bisa terjadi," balas Adi tampah rasa bersalah sedikit pun karena ia juga secara tidak langsung melibatkan banyak orang di dalam ide itu.
"Wah, wah, wah, sepertinya ada makanan yang kita lewatkan!" Saat suasana sedikit kurang bagus, la waru yang saat itu datang bersama dengan nanni masuk dan mencairkan sedikit suasana.
Mereka sebenarnya udah datang lumayan lama, tapi karena melihat saat itu mereka sedang berdebat membuat la waru sedikit menahan nanni untuk sedikit menunggu sehingga mereka bisa melihat perdebatan mereka dari jauh.
Nanni dari kemarin sesudah rapat itu juga sakit sehingga mereka tidak bisa datang, baik itu ia dan ulfa mereka semua merasa kelelahan dan membutuhkan istirahat yang banyak.
Bahkan ia mendapatkan kabar bahwa setelah rapat tersebut ulfa harus mendapatkan perawatan dirumah sakit karena terlalu kelelahan.
__ADS_1
"Nek, aku senang akhirnya kau sudah bisa datang!" Saat melihat nanni ulfa langsung lari kecelakaan nann sambil mengejeknya.
"Sepertinya adek kecil kita sudah berani setelah membuat para orang tua itu kocar kacir!"
Nanni tidak marah karena merasa itu hanya sekedar candaan semata, ia hanya membuat seasana yang awalnya menjadi sedikit cangung menjadi lebih baik.
“JAdi apa yang harus kita lakukan sekarang! ini sudah 3 hari, dan hanya menyisahkan 4 hari sebelum tengakgak waktu yang di berikan investor dari luar.” setelah mereka sedikit Makan, Taufik terlihat belum melepaskan Adi dalam masalah.
Sepertinya ia marah karena adi tahu kalau ulfa akan mengambil keputusan seperti itu dan malah tidak menhentikannya, ia tahu masih ada beberapa hal yang ada di kepalanya, yang bisa menyelesaikan masalah ini lebih baik, tapi lebih memilih melakukan rencana sesuai dengan apa yang ulfa telah lakukan.
Walaupun Rencana Ulfa sebenarnya tidak jelek bahkan mungkin sedikit masuk akal, tapi karena ia sangat mengenal baik adi sehingga ia percaya pasti ada beberapa rencana yang lebih baik dari masalah ini.
“Begini seharusnya, kalian tahu berbagai Dokumen yang aku berikan kepada NAnni sebelum kalian berangkat kesana adalah dokumen yang menjelaskan bagaimana kinerja para Orang tua itu selama ini, dan kebanyakan dari yang ada disana walaupun itu tidak berhubungan dengan masalah saat ini, itulah masihlah dokumen yang jika di sebar luaskan akan sangat berbahaya untuk mereka.”
Secara perlahan Adi mulai menjelaskan bagaimana rencana cadangannya jika memang ia tidak bisa menyelesaikan ini secara Normal.
“yang sebenarnya ada beberapa Dokumen yang ada disana hanya berisi kertas kosong, dan orang-orang yang mendapatkan kertas kosong adalah orang orang yang memang bisa dipertahankan dalam perusahan ini!” lanjutnya.
“hubungannya!” Potong Nanni yang merasa semua ini masih tidak berhubungan.
“AKu sudah meminta La waru untuk melakukan pembicaraan secara pribadi kepada mereka, dan hasil pembicaraan tersebut aku sudah menemukan ide untuk menyelesaikan masalah ini, namun untuk membuat rencana itu bisa selesai dengan baik, aku masih harus mengecek data-data perusahan secara penuh, yang jika di persingkat aku ingin mengetahui bagaimana perputaran yang ada dalam perusahaan ini selama beberapa tahun belakangan. dan jika itu bisa kulakukan dengan baik maka Aku sedikit yakin kalau aku bisa mendapatkan uang untuk membuuat semua ini selesai tepat waktu, Jadi Jika kalian semua memiliki tenaga eksptara untuk protes gunakan semua tenanga itu untuk membantuku menyusun semua data itu sekarang!” tutup Adi menyelesaikan penjelasannya!
“Dan Satu lagi, ingatkan ayah jika ia bangun, mungkin bangus untuk menyimpannya dalam bentuk file cetak seperti ini, tapi sekarang ini sudah abad 20 mungkin saatnya ia merubah semua yang awalnya kompensional menjadi sedikit lebih moderen.” ujarnya kepada Ulfa sambil menujuk tumpukan kertas yang ada di hadapannya.
__ADS_1