Dalam Lingkaran Perputaran

Dalam Lingkaran Perputaran
sedikit salah paham dengan ulfa


__ADS_3

Semua orang selesai mengadakan pesta, besoknya tidak lagi bisa menemukan adi keesokan harinya, beberapa  berusaha untuk menghubunginya namun bagaimanapun mereka berusaha untuk mencarinya mereka tidak tahu Adi berada di mana.


Tapi melihat saudaranya terlihat biasa, bahkan terlihat tidak khawatir, membuat semua orang merasa Kalau Adi saat ini hanya sedang bersembunyi dari media yang terus ingin mempertanyakan berbagai masalah yang ada dalam dirinya.


“Kak!” Ujar Ulfa yang terlihat sedang kesel dengan kakaknya.


“Apa sih!” 


“Hari ini Nanni pergi ke luar, cobalah pergi untuk mengatarnya!” balas kesel karena ia terlihat acuh tak acuh kepada nanni yang hari itu akan berangkat keluar negeri untuk melanjutkan studinya.


“Ngapain! kalau Kamu berharap aku akan kesana untuk melakukan drama seperti Drama-drama yang selalu kau tontong, lupakan saja karena itu tidak akan terjadi!” balas Adi masih meringkut di tempat Tidurnya.


“MA! jangan diam aja, kalau kakak seperti ini sampai dia tua ia n terus Jomblo!” 


karena ia tidak bisa membujuk Kakaknya kali ini ia merubah strateginya  kemamanya untuk mendorong anaknya untuk lebih perhatian kepada peremuan.


“Biarin jika aku Jomblo, aku bisa fokus untuk mengurus mama kalau Ia sudah tua!” balas Adi yang masih tidak ingin kalah dengan adiknya.


sebenarnya tidak ada yang tahu bagaimana, setelah Acara pembukaan Kantor baru lakalasi, Terlihat kedekataan adi dengan ibunya menjadi lebih baik, bahkan terlihat sekarang ia tidak akan ragu untuk bermanja-manja di depan adiknya.


yang terkadang ulfa sendiri ragu kalau melihat kakaknya yang seperti itu apakah ia masih Orang yang sama dengan adi yang selama ini ia kenal.


“Jangan sembarangan, ingat omongan adalah doa!” balas Tasmia mendengar Adi mengakatan sesuatu yang jelek untuk di dengar.


“dan KAu Fa, sudahlah jangan mengatur kisah percintaan Kakakmu!” lanjutnya juga menasehati ulfa yang terlalu ikut campur masalah Adi.


mendapatkan dukungan, Adi sedikit mengejek dengan menjulurkan lidahnya kepada ulfa, hal ini membuat Ulfa jengkel.


“Awasnya aja kalau KAk nanni sakit hati, aku doain Kakak jomblo seumur Hidup!!” terlihat Ulfa saat ini sangat kesal, baru belakangan ini ia seperti di nomor duakan sehingga ia sedikit MArah akan Hal itu.


“sepertinya ngambek,” 


adi terlihat masih santai melihat tingkah Ulfa yang sedang ngambek, tapi ibunya memiliki pandangan yang berbeda.

__ADS_1


“Ia marah, cobalah untuk membujuknya, di sekolah sepertinya sedang ada masalah di tambah tanggung jawabnya di kantor, jangan membebaninya tentang masalah yang ada di rumah.”


tasmia saat ini masih sedikit Canggung dengan anak laki-lakinya. sehingga sebisa mungkin ia berusaha untuk menjaga tidak ada jarak antara kedua anak ini.


Dan Adi terlihat mengerti sehingga ia langsung berdiri dari pangkuan ibunya, dan langsung menuju kamar Ulfa.


beruntung  kamarnya sedang tidak terkunci, sehingga IA langsung masuk dan melihat Ulfa yang terlihat murung dibalik Selimutnya.


“dek!” ucap Adi sebelum masuk.


Ulfa sendiri tidak merespon,  setelah beberapa kali  tidak merespon pada akhirnya masuk dan langsung menarik selimut ulfa sehingga Ulfa terlihat semakin marah.


“kakak!!” bentak ulfa dengan marah.


namun ia segera terkejut setelah melihat Wajah Adi terlihat serius dan marah.


sehingga ia langsung diam, sebenarnya ia tahu diri kalau IA sedang salah, “Sebenarnya Apa yang kamu inginkan!” balas adi santai dengan muka serius.


“lihat ini!”  lanjutnya memberikan Handphonenya.


Nanni Juga berterima kasih karena ia telah dibela Ulfa, hal ini membuat ulfa merasa aneh.


“sebenarnya apa yang aku takutkan untuk datang ke rumah adalah apa yang kau lakukan tadi, aku baru beberapa hari tinggal bermanja-manja dengan mama, kau sudah seperti anak sd yang diambil Mainannya.”


“Kakak, Maaf!” balas Ulfa yang sadar akan kesalahannya.


“apa aku lanjutkan saja perjelanan ku ke indonesia!” Lanjut adi masih terlihat marah.


“Ia kak, aku tidak akan mengulanginya!” yang terlihat menangis karena merasa bersalah didepan ucapan Adi.


ia tidak membatah ucapan dari Adi karena apa yang adi katakan memang ada benarnya, sehingga ia merasa kesalahannya ini tidak boleh.


setelah melihat adiknya menangis, Adi mulai luluh sehingga ia duduk di dekat adiknya, dan mulai ingin berbicara dari Hati-hati kepadanya.

__ADS_1


“Ada apa! apa ada masalah yang mengganggumu, jika memang ada masalah cerita!”


Ulfa terlihat sedikit ragu, untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada kakaknya.


Namun Adi terlihat masih santai, ia bahkan tidur-tidur untuk menunggu ulfa untuk berbicara.


“aku bingung mengatur waktu!” ujar Ulfa setelah Cukup Lama berpikir.


“Lepaskan saja tanggung jawabmu di kantor!” balas Adi santai.


“KAKAK!!!” balas Ulfa segera meninggikan suaranya.


alasan Ulfa Ragu menceritakan ini kepada Kakaknya, karena ulfa yakin kalau Adi akan menyuruhnya untuk berhenti.


“Aku memberikan tugas ini, untuk membuat dirimu menjadi lebih senang, jika merasakan ini sebagai masalah kau bisa tinggalkan saja!”


adi masih terlihat tidak menyelesaikan masalah, dengan baik, ia malah membuat Ulfa semakin tertekan.


“KAkak, jika tidak ingin menyelesaikan masalahku! keluar saja untuk bermanja-manja dengan ibu.” balas Ulfa yang mulai menarik kakaknya.


“Tunggu, ada beberapa masalah jangan biarkan itu menjadi masalah, Masalah yang ada di lakalasi, jangan biarkan itu mengganggumu, aku membiarkanmu masuk kesana untuk membuatmu melihat cara kerja kantor. jadi utamakan saja sekolahmu, untuk masalah kantor, minta saja orang orang yang ada di sana untuk membantu.” 


pada akhirnya Adi kini memberikan cara untuk menyelesaikan masalah, Adi menjelaskan tugas masing-masing yang ia ingin Ulfa lakukan di sana.


sehingga Ulfa nantinya bisa lebih tenang, Sebelum Pergi Ia memberikan sedikit senyum kepada Ulfa, “Ingat aku tidak ingin masalah seperti ini sampai lagi di telingaku,” lanjut adi sama sekali tidak berbalik.


itu adalah sedikit ancaman, sebenarnya Adi sedikit tidak suka bahwa Ulfa malah akan bermasalah dengan masalah mengatur  waktunya.


KArena baginya itu sama sekali tidak akan pernah menjadi masalah karena ia tahu mana yang harus ia prioritaskan.


dan Jika ada masalah yang terjadi walaupun ia sudah bergerak, dan memperoriataskan suatu masalah.


maka itu tidak lagi menjadi masalah dan ia tidak akan menyesal tentang apa yang sudah terjadi.

__ADS_1


tapi saat ini ia sadar Kalau ia tidak lagi bisa untuk memaksakan standar yang selama ini ia pasang untuk semua orang karena itu pasti akan memberatkan untuk ulfa dan yang lainnya.


saat keluar ia melihat ibunya sudah menunggunya ia terlihat khawatir mereka berdua akan bertengkar sehingga ia segera memberikan Tanda bahwa semuanya telah di selesaikan dengan baik


__ADS_2