Dalam Lingkaran Perputaran

Dalam Lingkaran Perputaran
cinta kah!


__ADS_3

Karena merasa orang tua ulfa khawatir, membuat lawaru seger menjelaskan bagaimana rencana sebenarnya 


“Tenang saja om, kami akan membantu, dan berusaha sebaik mungkin untuk ia masih melanjutkan sekolahnya dengan baik!” balas LA waru, ia takut kalau orang tua mereka takut akan sekolah ulfa yang terganggu.


“Tidak! tidak kalau masalah sekolah jika perlu ia bisa mengambil homeschooling, aku hanya khawatir anak kami hanya menghambat kalian !” balas burhan jujur.


umur ulfa saat ini masih sangat mudah ia takut dengan umur segitu, ia hanya akan membuat masalah kepada toufik, dan yang lainnya.


“jujur saja Om, awalnya saja juga ragu! karena bahkan saya juga tahu kalau bahkan baru sebulan ini ulfa belajar cara membuat kopi dengan benar, jadi bahkan saya pun ragu ini akan berhasil dengan baik, tapi seorang kakak yang saat itu melihat adiknya sangat senang dalam membuat kopi, membujuk saya, dan terus membangakan adiknya yang katakanya bukanlah adik sembarangan!” balas la waru sambil tersenyum.


sebenarnya ide mengembangkan tokoh di makassar adalah ide dadakan dari Adi, semua itu tercipta karena ulfa yang sangat rajin datang ke kantor untuk belajar membuat kopi yang baik dengan benar.


sehingga dengan sedikit bercanda, ia menanyakan pendapat ulfa jika ia memberikannya sebuah cafe untuk diolah, ulfa yang menganggap itu bercanda, dengan lantang berjanji jika ia memiliki cafe tersendiri untuk dikelola maka ia akan belajar lebih giat untuk belajar.


sehingga secara diam-diam Adi berniat untuk menjadikan ini sebagai hadiah sebelum ia benar-benar pergi berkeliling indonesia.


kedua orang tua itu terdiam melihat bagaimana kasih sayang adi kepada adiknya, ini benar-benar bukan masalah uang melainkan ia hanya berusaha membuat adiknya senang, mungkin ada beberapa yang berbahaya karena itu akan ada hal yang perlu mereka awasi.


tapi selama mereka bisa terus membantu, ia yakin tidak akan masalah dengan cafe yang ulfa kelola. lagia ulfa hanya mengurus masalah makanan yang ada dalam cafe kecil itu, sehingga walaupun ada masalah maka itu seharusnya bukanlah masalah besar.


. . . . . .


ditempat lain berkat ia yang bermain bersama dengan anak-anak panti dan berbagai followersnya, Adi setidaknya bisa melupakan masalah yang ia alami bersama dengan keluarganya.


“Jujur awalnya aku tidak pernah mengira kalau akan ada sebanyak ini orang yang akan datang, karena permintaan mendadak ku, oleh karena itu aku sangat  berterima kasih kepada kalian,” ucapnya setelah mengadakan sedikit acara foto bersama.


Beberapa orang juga mengatakan bagaimana ia juga merasa sangat senang bisa bermain bersama, waktunya memang sedikit singkat tapi mereka sangat senang karena itu.


banyak diantara mereka yang memiliki respek yang tinggi terhadap adi, karena masalah ini, niatnya untuk membantu membagikan para anak-anak tadi sungguh sampai ke mereka.


Apalagi saat adi meminta mereka yang hadir disana tidak terlalu menyebar luaskan apa yang terjadi sore itu ke media sosial, karena menurutnya itu hanya akan melebih-lebihkan apa yang terjadi.

__ADS_1


“Tapi temanmu tadi tidak ada apa-apakan!” balas seseorang.


saat mereka mengadakan lomba tidak di seganya ada sedikit insiden yang  membuat Nanni terluka. orang itu merasa bersalah karena kecelakaan tersebut.


“tidak masalah! tidak perlu khawatir, aku akan mengantarnya pulang itu hanya sedikit terkilir!” balas Adi menenangkan pemuda yang khawatir.


“Btw, dia bukan perempuan yang kau ceritakan d videomu kan!” balas seseorang yang masih penasaran identitas dari DAriyani.


“hehehe, bukan! bukan! kami hanya teman kok,” balas Adi sedikit cengengesan menjelaskan bagaimana hubungannya dengan nanni kepada mereka semua.


“Ia sepertinya perempuan yang baik, walaupun terlihat terlalu……” 


“sudah, sudah, sudah, maaf ia sudah terlalu lama menunggu, kami duluan, dan terimakasih atas hari ini,” balas Adi yang memotong pembicaraan yang sudah melenceng terlalu jauh untuk menghadapi mereka yang mulai bergosip ia segera meminta izin untuk segera pergi.


Karena kakinya yang terluka Nanni memang duduk sedikit jauh dari mereka sehingga tidak mendengarkan apa yang mereka bicarakan tentang dirinya, Saat Adi datang ia memasang wajah cemberut karena harus menunggu terlalu lama.


“Kau tahu itulah resiko menjadi orang terkenal!” balas Adi sedikit sombong, tapi Nanni sedikit terkejut, bukan karena ucapan itu tapi Adi yang langsung Jongkok di depannya.


kakinya memang saat ini dalam keadaan terkilir tapi itu tidak sampai ia tidak bisa jalan, ia masih bisa bergerak walaupun sedikit kesusahan.


 


“Naiklah, akan terlalu lama, jika aku harus mengandengmu sampai mobil!” bales Adi 


“Tidak mau!” ucapnya cepat.


“Naik atau ku tinggal!” balas Adi dengan sedikit memaksa.


setelah berpikir sesaat nanni akhirnya mendengarkan apa yang Adi katakan, dengan sedikit usaha akhirnya ia berada di panggung adi untuk di gendong.


Adi saat itu tidak memiliki niat apa-apa, ia hanya berusaha membantu nanni, mungkin karena itu nanni sendiri terlihat tidak khawatir saat Adi menggendongnya.

__ADS_1


“aku tidak tahu kau bisa seganteng ini saat berada dalam posisi seperti ini,” ujarnya nanni saat berada di gendongan Adi.


“aku selalu bilang kalian perempuan sebenarnya tidak pernah tahu pesonaku yang sebenarnya!” balas adi percaya diri.


 “hidih, aku menyesal memujimu!” balasnya nanni 


“Kau tahu aku cukup percaya diri saat membaca kolong komentar yang memuji ku ganteng.”


semakin nanni yang seperti itu membuat  adi semakin berusaha membuatnya memuji bahwa ia memang Ganteng.


“Ia,ia kau memang ganteng!” balas Nanni mengakui bahwa Adi ganteng, kali ini itu ukan hanya ucapan biasa, melainkan sebuah ucapan yang disertai sebuah ciuman di pipinya.


karena tidak siap dengan respon seperti itu, membuat adi tidak bisa mengatakan apa-apa hingga mereka sampai di dalam mobil, ia kesini dengan dua kendaraan yang berbeda, Adi kesana mengendarai motor.


“Kau yakin bisa berkendara, jika kau tidak bisa aku akan mengantarmu, dan menyuruh orang di kantor untuk mengambil motor disini.” setelah cukup lama diam akhirnya Adi mengatakan sesuatu. 


“Tidak! tidak! jangan merepotkan anak-anak, aku masih bisa kok, Lagin ini metik jadi tidak perlu terlalu Repot,” balas nanni segera.


“Baiklah kalau begitu, tetap hati-hati, aku akan berada di belakang mengawasi kalau terjadi apa-apa!’’ 


mungkin karena khawatir, adi tetap ngotot untuk mengawasi nanni saat pulang nantinya, “Ti….”


“Jangan membantah,” potong adi saat nanni ingin menolak kebaikan dari Adi, ia bahkan tidak membiarkan nanni bicara dan langsung menutup pintu untuk segera menuju motornya.


saat melihat Adi yang menjauh, nanni tiba-tiba mengingat bagaimana ia mencium pipi adi, hal ini membuatnya malu, bahkan saat masih dalam gendongan adi pipinya sendiri menjadi panas karena malu.


Tapi saat ia mengingat lagi bagaimana respon dari Adi setelah ia menciumnya ia cukup puas hal itu, ia bahkan mulai merasa sedikit tidak menyesal karena menggunakan mobil kesini, mungkin jika ia mengetahui hal seperti ini terjadi, ia akan menggunakan angkutan kota untuk membuatnya bisa lebih lama bersama dengan adi.


“Mungkin ekspresi tadi tidak akan kulupakan dalam waktu yang sangat lama,” gumamnya setelah itu ia benar mengemudikan mobilnya untuk pulang ke kosnya.


  

__ADS_1


__ADS_2