Dalam Lingkaran Perputaran

Dalam Lingkaran Perputaran
para pegacau datang


__ADS_3

Sebenarnya apa yang adi lakukan secara tidak langsung membuat orang-orang yang penasran tentang indentitas Dariyani menjadi bisa mempersempit area pencariannya, sehingga beberapa wartawan local berusaha untuk mencari tahu masalah ini.


Namun beruntung mereka tidak bisa mendapatkan apa-apa karena masyarakat desa sama sekali tidak ada berani membuka mulut.


karena tidak bisa mendapatkan berita tentang identitas sang perempuan yang menyakiti adi, para wartawan yang datang kesana tidak ingin pulang dengan tangan kosong merubah isi beritanya.


Dengan membeberkan pengaruh LAkalasi di desa takkalasi, sehingga yang awalnya Adi sudah berusaha membuat namanya tidak terlalu diperbincangkan kini kembali mendapatkan masa tingginya.


Bahkan beberapa masyarakat desa yang ada di sana menunjukkan bagaimana kebaikan adi saat masih di desa, sehingga kembali menjadi pahlawan yang sangat di idamkan masyarakat dunia maya.


“Setidaknya mereka tidak lagi membahas orang tuamu Bos!” ujar salah satu staf yang berada di kantornya di sidrap.


Mereka saat ini sedang menganalisis opini publik tentang dirinya, mungkin satu-satunya yang bisa mereka terima adalah opini publik tidak lagi membahas masalah orang tuanya yang memang menjadi prioritas dari adi.


“Terus saja awasi, jika memang hal ini terus terjadi kita bisa membuat beberapa masalah, mungkin membantah bahwa aku bukan anak mereka!” balas Adi.


Dalam memberikan penjelasan ia terlihat sangat biasa, tidak ada ekspresi yang ia perlihatkan saat ia membahas orang tuanya.


“Tapi bos apa mereka memang orang tuamu!” balas salah satu pekerja yang ada disana, orang itu memang adalah pekerja lama yang seharusnya pindah ke makassar  tapi karena malas untuk terlalu jauh dari kampung ia memutuskan untuk tetap tinggal disini.


“Ia memang orang tuaku! aku sudah bilang, suatu saat kau akan menyesal karena tidak ke makassar bukan!” balas adi tersenyum sambil meledek anak buahnya yang cerewet itu.


Mereka yang ada di dalam ruangan itu terkejut bukan main karena mengingat bagaimana sifat Adi, awalnya mereka sempat mengira kalau ini hanya salah satu akal bulus bosnya untuk bisa meraih popularitas.


Bagi para pekerja di kantor ini, Adi adalah monster yang sedang tertidur di sebuah desa, bagaimana tidak ia pernah memanfaatkan seorang kepala daerah, untuk melakukan segala rencananya.


sang kepala daerah itu terus di paksa nya untuk membantu setiap hal yang mereka lakukan, Sehingga BRAND  LAkalasi tidak pernah mendapatkan masalah selama produsennya di sidrap.

__ADS_1


Para anak buahnya akhirnya mengerti alasan bagaimana Adi terlihat sangat frustasi saat kembali dari Makassar. jika itu masalah keluarga orang-orang disana mengerti bahwa iu memang tidak mudah, untuk seseorang yang sudah lama berpisah dengan keluarganya, tiba-tiba mendapatkan informasi bahwa keluarganya masih ada


Hari itu saat mereka masih mendiskusikan masalah konten selanjutnya, salah satu orang yang bertugas di luar melaporkan ada seseorang tamu yang mencarinya.


“KAKAK!!!” sebuah teriakan yang dapat didengar oleh semua orang yang ada di kantor, dan ia memang adalah Ulfa yang menyusulnya untuk ke sidrap.


Adi yang mendengar itu terlihat jengkel bukan main karena kedatangan ulfa yang ada di sidrap, “Anak ini sepertinya perlu diberikan pelajaran!” gumamnya, sambil mengambil pengaris yang cukup besar, penggaris itu memiliki panjang sekitar 1 meter.


Hari itu ulfa datang bersama dengan dengan nanni, mereka datang secara mendadak Sehingga mereka hanya datang berdua bahkan ulfa tidak memberitahukan ini kepada orang tuanya.


“Sini kau!” ucap Adi saat ia melihat ulfa duduk santai di ruang tunggu tamu.


melihat ekspresi dari Adi, ulfa segera menelan ludah, ia segera berniat untuk bersembunyi di belakang Nanni, karena ia tahu ia bisa saja mendapatkan pukulan jika adi benar-benar serius.


“Kenapa sembuyi! kau ingin bertemu dengan aku bukan!” balas Adi sambil berusaha tersenyum.


“Tenang, tenanglah, adikmu hanya rindu kepadamu!” balas Nanni kini berusaha menengangi, ia juga mulai merasa tidak tenang karena ia juga takut kalau ia juga pegnaris itu karena ulfa terus berada di belakang nya.


“kau juga, malah tidak mengerti keadaan, coba lihat apa yang kalian telah perbuat,” ucap adi sambil menunjuk arah dimana mereka bisa melihat beberapa pencari berita sedang memotret kedatangan mobil mereka saat ini.


“Maaf!!” ucap mereka bersamaan karena sekarang tahu apa yang adi maksud.


“sudahlah bos biarkan adikmu masuk, mungkin mereka masih belum mendapatkan gambar apa-apa,” balas orang yang cuku dengan adi itu.


“HUH!” Adi hanya bisa untuk menarik napas panjang karena perilaku mereka berdua seperti ini, pada akhirnya mereka juga membawa mereka berdua keruangannya.


Disana mereka masih harus mendapat introgasi dari adi, karena mereka berdua memang salah sepanjang mereka di tanya mereka hanya menunduk tidak berani melihat adi.

__ADS_1


“kakak, kami kesini karena khawatir!” balas Ulfa berusaha membela diri.


“Khawatir!” tentu Adi bingung mereka khawatir karena apa.


“tunggu dulu! ini idemu kenapa aku harus ikut di dalamnya!” kini nanni protes karena ia dibawah bawah oleh Ulfa padahal semua ini rencananya.


“Tidak jangan dia, kami disini setelah mengetahui bahwa DAriyani yang bertengkar dengan Dendi,” ulfa sama sekali tidak menangapi ucapan dari nanni yang protes.


“Terus!”  balas adi yang masih tidak menemukan alasan mereka bisa khawatir kepadanya.


“Jangan berpurah-purah bodoh kami tahu kau mengerti apa yang kami takutkan!” balas Nanni yang merasa Adi pura-pura bodoh.


sedangkan Ulfa sendiri menjelaskan apa yang terjadi dirumah saat kedatangan Dariyani bersama dengan keluarga Dendi. ia tentu menceritakan apa yang ia lakukan kepada daritani, sehingga ia takut dariyani pulang untuk balas dendam kepada Adi yang memang berada di sidrap.


“Kau bahkan pernah menyuruhku membuat masalah dengan ayah NAnni karena merasa kemarin, sekarang kau malah khawatir masalah Dariyani yang tidak mungkin bisa melakukan apa-apa kepadaku.” 


Adi merasa lucu terhadap sikap adi yang menurutnya terlalu berlebihan karena masalah ini, “Tentu, kami tidak khawatir kalau kau tidak bodoh masalah percintaan!” balas ulfa yang kembali hampir dipikul oleh adi karena terus meledeknya.


beberapa orang tertawa mendengar apa yang ulfa katakan karena menurutnya ulfa juga ada benarnya, Adi memang tidak bisa diandalkan tentang masalah percintaan.


“Ya, ya, ya, jadi apa yang kau lakukan setelah berada di tempat ini, jika ia memang berada di sidrap sudah pasti ia akan berada di rumahnya, jadi apa yang akan kau lakukan!” balas Adi menantang ulfa apa yang ia ingin lakukan.


 ia bahkan menjelaskan Bahwa dalam Hal beladiri, Dariyani jauh lebih unggul dari ulfa yang dari dulu sangat malas untuk berlatih sedangkan Dariyani lumayan ahli karena Adi bersama dengan saudaranya pernah melatihnya.


“Itu gunanya aku membawa pengawal!” balasnya sambil tersenyum memamerkan nanni yang berada di depannya.


semuanya sudah di pikirkan dengan baik karena itu ia membawa Nanni bersama dengannya, terlihat Ulfa sangat bangga dengan apa yang telah ia lakukan.

__ADS_1


 


__ADS_2