
Di dalam perjalan Adi mulai menanyakan apa yang sebenarnya Terjadi Hingga Ayah mereka bisa masuk rumah sakit, info saat ini masih sangat minim sehingga mereka harus mendapatkan informasi yang lebih banyak.
sehingga Ia segera menghubungi orang-orang yang ada di makassar, Orang pertama yang langsung Adi hubungi Adalah Taoupik, sedangkan Ulfa saat ini masih berusaha menenangkan Ibunya yang terdengar masih panik.
“Kau lebih baik tidak terlalu khawatir, kondisi dari Ayahmu saat ini sudah sangat aman, yang perluh Kalau lakukan saat ini adalah mengurus masalah perusahaannya yang dalam bahaya, untuk masalah orang tuamu biarkan aku mengurusnya!” Ujar toupiik.
salah satu yang membuat keadaan seperti ini adalah masalah perusahan yang tiba-tiba menjadi genting. ini sudah hampppir satu bulan semenak Adi di ketahui menjadi Keluarga Burhan, dan semenjak itu Burhan memfokuskan dirinya untuk membuat masalah dengan Adi menjadi lebih baik.
dan beberapa orang yang berada dalam perusahaan yang tidak menyukainya memanfaatkan kesempatan ini untuk melemahkan burhan, dan sekaang Posisi burhan berada dalam amban kehancuran karena perusahan mereka saat ini terancam tidak bisa melunasi hutan luar negeri mereka.
dan Jika itu terjadi kemungkinan burhan yang seorang pemimpin dalam perusahan ini harus bertanggung jawab, dan bisa jadi ia akan di usir dari perusahan yang ia dirikan sendiri.
“Kakak!!” Ulfa Juga mendapatkan permintaan yang sama dari ibunya, untuk masalah seperti ini ibu mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena besik dari ibu mereka hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang tidak mengerti masalah Bisinis seperti ini.
“Tenang saja, kau sudah lama ingin melihat kakakmu ini terlihat keren kan! mungkin ini saatnya!” balas Adi menenangkan Adiknya.
“Fik! bisa Minta Armadi kosongkan Waktunya untuk satu minggu ke depan, Mari lakukan serangan balik!” balas Adi setelah ia diam setelah beberapa waktu.
saat Taoufik memintanya mengurus masalah perusahan orangtuanya ia sedikit terdiam, karena ia membutuhkan waktu untuk berpikir Apakah ia harus terlibat atau membiarkan masalah seperti ini dan ia hanya terus membiarkan ini seperti ini.
ia memberikan beberapa intruksi kepada Taufik, karena untuk mengurus masalah besar seperti ini ia membutuhkan beberapa bantuan dari SAudaranya, setelah selesai berbicara dengan Taufik, Adi langsung memangil LA waru.
“Untuk Jaga-jaga, bersiap Jika ada beberapa masalah Maka Lakalasi harus turut terlibat, Jadi bersiaplah,” ujarnya sama sekali tidak ada basa-basi.
“santai Bos, lakalasi Selalu siap dengan segala situasi,” balas La waru di seberang sana, Ia bahkan terlihat terseyum mendengar Nada Adi yang seperti ini.
__ADS_1
Dari nadanya itu terdengar sangat serius, menandakan kalau ini adalah sesuatu yang sangat penting, kejadian seperti Membuat para saudara ini mengigat masalalu dimana mereka akan terus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang ada.
“Perlu bantuan!”
sebenarnya Nanni menunggu ADi meminta bantuannya, tapi karena itu tidak kunjung dantang akhirnya ia mengajukan diri, “Untuk sekarang seharusnya tidak perluh, aku tidak bermadsud apa-apa tapi sekarang aku harap kau tidak terlibat dalam masalah ini, karena jika orang tuamu juga terlibat ini akan menjadi perang yang lebih besar.” balas Adi terdengar sangat santai.
mendengar itu, nanni juga tidak bisa mengatakan apa-apa, karena ia tahu adi tidak memiliki maksud apa-apa dari perkataan itu, dan apa yang ia katakan memang benar, sebenarnya walaupun tampah bantuan kedua orang tuanya, nanni masih bisa melakukan sesuatu.
tapi mengenal tabiat orang tuanya, jika Nanni terlibat masalah ini, mereka pasti juga tidak bakalan diam sehingga itu malah akan menambah beban yang selama ini terus menanggunya.
melihat Nanni yang terdiam setelah mendapatkan balasan seperti itu dari Adi, ulfa terlihat menarik menarik lengang-lengang baju, ia khawatir kalau nanni tersingung karena perkataan adi seperti itu.
“Tidak apa-apa, aku sudah mengerti dunia ini, jadi tidak perluh khawatir!” balas nanni sambil terseyum.
“Hahhh!” balas Ulfa sesaat karena tidak mengerti ucapan Dari Adi.
Adi hanya memberikan tatapannya sesaat, “Ia aku mengerti,” lanjutnya kali ini ia terdengar sangat gugup.
“Nanni walaupun aku bilang aku tidak membutuhkan bantuan, tapi aku harap kau membantu ulfa, walaupun ia sudah belajar masalah ekonomi pegetahuannya tentu tidak sebaik dirimu, jadi dalam rapat ini aku harap kau menjadi pengawalnya untuk membantunya saat adanya rapat! itu tidak menjadi masalah kan, walaupun aku harus mengatakan kau harus sedikit merubah penampilanmu!”
secara perlahan Adi mulai menjelaskan Rencana ke seluruhan kepada Nanni dan Ulfa, untuk saat ini ia masih belum memilliki hak untuk masuk dalam masalah dewan deraksi perusahan, Sehingga mau tidak mau Ulfa yang harus menhadapi para dewa redaksi perrusahaan yang tentunya akan berusaha menyulikannya.
“Seorang adikku, tidak akan takut berhadapan dengan para orang tua bau tanah itu kan!” lanjut adi untuk memperjelas apakah adiknya siap untuk masalah ini.
bahkan tidak di jelaskan pun, ulfa sebenarnya tahu apa yang sudah menuggunya, sehingga mendengarnya saja dari Nanni dan Adi membuat perutnya mules setega mati, “Tenang aku akan menemanimu, selama kau tidak memukul seseorang seharusnya kita bisa menyelesaikannya dalam rapat.” balas Nanni menandakan ia setuju.
__ADS_1
“Tugas kalian hanya simpel, ulur waktu Sehingga rapat untuk pencabutan AYah menjadi dilaksanakan setelah masalah utang luar negeri diselesaikan.”
setelah semuanya setuju Adi kembali menjelaskan bagaimana tugas kedua perempuan ini saat mereka masuk ke dalam perusahaan.
sepanjang perjalan dari Sidrap ke makassar, Adi memberikan beberapa simulasi tentnag apa yang akan terjadi, setelah mengetahui berbagai masalah yang ada dalam perusahaan tentu tidak sulit mengetahui serangan apa yang akan orang-orang tua itu berikan saat rapat pemenangan saham.
hari itu mereka bergerak cepat semua orang dalam keadaan lelah karena mereka berangkat pada malam Hari Sehingga mereka sampai di makassar pada tegah malam.
Adi segera memberikan arahan untuk Ulfa dan Nanni beristirahat, sedangkan ia saat itu bergegas menuju tempat Armadi yang disana ia sudah menemukan kalau bersama dengan Jerry mereka sudah mulai bekerja sesuai dengan apa yang ia minta.
“Bagaimana!” Ujar cepat.
“tidak ada apa-apa, siapapun yang melakukan semua ini sudah melakukan dari jauh-jauh hari Sehingga tidak ada bukti baik itu pengelapan dana, atau adanya traksaksi mencurigakan yang di adakan para pentinggi perusahaan.” balas Armadi yang sampai saat masih berkutik di depan komputernya.
“Aku juga sedang memerika beberapa data-data cadangan yang berupah dokumen Penting yang berhasil ku dapakan bersama dengan Toufik, tapi dalam beberapa tahun belakngan ini semuanya sangat aman!” balas Jerry yang juga masih berkutak di depan banyaknya tumpukan Dokumen seperti ini.
“Armadi lanjutkan saja apa yang sudah kau lakukan, jerry lupakan saja data-data itu, bantu saja aku kelompokkan mereka dalam satu tempat yang sama, Seperti pajak tiap tahun, dan berbagai pegeluaran yang di lakukan perusahan tiap tahunnya.” balas Adi memberikan arahan kepada Saudaranya.
Taufik yang ada disana hanya tersenyum melihat Adi terlihat sangat serius menyelesaikan masalah ini, “Apa aku tidak memiliki pekerjaan!” ujarnya kepada ADi.
“Tentu, aku tidak akan membiarkanmu duduk saat kami berkutak dalam berbagai dokumen sampah ini!” balas Adi cepat.
“Besok gunakan saja kealianmu dalam menyamar untuk berpura-puran menjadi diriku, dan Bantu Ulfa dalam Rapat dewan Dereksi yang akan diadakan besok,” lanjut Adi, mendengar itu Toupik sedikit terkejut pasalanya ia tidak menduga akan mendapatkan tugas seperti ini.
__ADS_1