
Mereka terus bercanda masalah selera NAnni yang sangat aneh “Baguslah kalau kau menyukainya karena itu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuatnya.” balas ADi datar.
“Pantas Ani tidak bertahan lama denganmu, kau sama sekali tidak romantis!” balas Nanni yang melihat cara adi memberikannya hadiah sangat tidak romantis, bahkan terkesan sangat datar.
Ia adalah perempuan yang tidak suka dengan laki-laki yang terlalu romantis, namun bukan berarti ia akan menolak jika di romantiskan.
“sejak kapan kau menjadi perempuan yang ingin di romantisi!” balas ADi sinis.
mereka berdua sudah saling berbalas cerita Sehingga mereka sudah mengetahui sifat satu sama lain, mendengar itu Nanni tidak lagi membalas IA mengabaikannya dan memilih untuk melihat Area sekitar.
selain koleksi arak dari Adi disana hanya ada beberapa karya patung batu yang adi buat Sehingga tidak banyak yang bisa Nanni bisa lihat, sehingga untuk orang yang mudah bosan Sepertinya Nanni segera ingin keluar untuk melihat Desa yang ada disini.
jadi nya ia berusaha untuk membujuk Adi untuk mengajaknya berkeliling-keliling, tapi Sekeras apapun ia mencoba Adi tidak berniat untuk membawanya berkeliling dengan alasan sebentar lagi akan ada orang mencarinya.
adi bahkan menyuruh Nanni untuk menunggu di kamar, karena itu mungkin ada sebuah perdebatan yang tidak bisa tertahankan antara dirinya dan DAryani.
“JIka itu daryani,, mari selesaikan bersama! karena pada dasarnya aku juga punya sesuatu yang harus diselesaikan dengannya bukan!” ucapnya mengerti apa yang sebenarnya di tunggu.
sambil menunggu kedatangan dari DAryani mereka saling bercanda untuk menghilangkan rasa sa canggung yang terlihat masih sangat jelas di muka Adi saat itu!
setelah cukup lama menunggu akhirnya orang yang di tunggu akhirnya datang, saat melihat ia hanya datang sendiri Adi terlihat sedikit kecewa sedangkan ani saat masuk ia terlihat mencari seseorang.
ia dari awak sedikit takut kalau Adi akan menyimpan berbagai orang di tempat ini untuk memukulnya bersama dengan pacarnya.
__ADS_1
“halo Beb! selamat datang di gubukku ini,” balas Adi berusaha memberikan sambutan terbaiknya.
entah karena terlalu gugup membuatnya mengatakan sesuatu yang aneh, tentu itu terdengar aneh karena Adi baru membeli rumah itu setelah ia tidak bisa lagi tinggal di rumah orang tua dari DAryani Sehingga ini tentu pertama kalinya dariyani datang ke tempat ini.
“dan tenanglah selain kita berdua, disini hanya ada Reskina yang ada di dalam sedang menyiapkan minuman,” adi tahu apa yang ada di pikiran dariani sehingga ia segera mejelaskan dan membuat mantan pacarnya itu lebih tenang.
tidak ada basa-basi untuk daryani ia langsung menanyakan bagaimana ia mengetahui hubungannya dengan dendi.
“aku tahu saat ada sebuah pekerjaan ke makassar, saat itu aku sedang ingin memberikan sebuah kejutan Sehingga aku datang ke kampusmu, sayangnya aku gagal memberikan kejutan karena aku lebih dulu yang terkejut mendapati pacarku sendiri berpelukan dengan laki-laki lain.”
adi saat itu terlihat sangat tenang, menghadapi Daryani, ia bahkan sedikit terkejut melihat dirinya yang melihat dirinya masih bisa tenang dalam keadaan seperti ini padahal beberapa kali saat ia membayangkan masalah ini terkadang ia masih sedih.
tidak lupa ia menjelaskan bagaimana ia menyuruh Nanni untuk mendekatinya untuk membantu DAryani menyelesaikan perkuliahan lebih cepat
“Maaf! jika aku memiliki pekerjaan aku akan segera mengembalikan setiap uang yang kau gunakan untuk membiayai kuliah ku!” balasnya dengan sedikit tertunduk.
saat awal ia berencana untuk menghadapi Adi, ia sudah menyiapkan dirinya untuk di maki atau apapun yang adi ingin lakukan kepadanya, dari awal ia sudah merasa adalah orang yang paling mengenal Adi tapi dengan sifatnya adi yang seperti ini membuatnya tidak bisa berkata-kata.
ia tahu berbicara masalah uang di saat seperti ini sebenarnya sangat tidak enak, tapi karena tidak tahu harus ngomong apa, tapi belum sempat adi membalas, sebuah siraman air sudah meluncur ke muka DAriyani.
“Selama aku membantumu, aku selalu berusaha mengerti apa yang sebenarnya yang ada di kepalamu hingga membuat orang yang sangat mencintaimu menjadi Seperti ini, tapi hingga hari ini aku akhirnya mengerti pada akhirnya uang adalah jawabannya, bahkan aku mulai meragukan cintamu itu kepada dendi!” potong Reskina yang sangat marah mendengar Daryani yang malah membahas uang.
__ADS_1
“KAu!!” mendapati cacian dari Nanni membuat DAriyani merasa tidak terima.
“Apa! kau bilang orang yang terlahir dengan sendok emas seperti ku tidak bisa berkomentar! jika seperti itu kau juga tidak yang memiliki hati nurani sepertimu tidak bisa berkomentar. lihat yang ada di sekitarmu, lihat apakah ada orang yang di kampus bisa melakukan seperti ini! demi orang sepertimu orang berbakat seperti ini harus terpendam selama beberapa tahun! apa kau benar merasa perjuangan seperti itu layak untuk di hargai dengan beberapa puluh juta….”
“sudah, sudah,” ujar adi yang segera menghentikan Nanni yang terus mencaci ani.
“Tidak mau, selama ini aku sudah menahan diri untuk memberitahunya, menjadi sok malaikat seperti itu sungguh sangat menjiji…”
“CUKUP!!” sebelum NAnni menyelesaikan ucapannya ia sudah di hentikan oleh Adi bahkan adi harus membekap mulutnya untuk membuatnya berhenti mengomel.
“Dan untuk kau pergilah untuk masalah tidak perluh kau kembalikan aku harap kau setelah lulus bisa menjaga om dan tante dengan lebih baik.” lanjutnya meminta DAryani untuk segera pergi.
tapi walaupun sudah mendengar itu DAryani terlihat tidak bergeming, “Apa! mau berantem aku tidak takut!” tangtang NAnni yang berhasil melepaskan bekapannya dari adi.
“setelah berpikir aku bisa melihat kecocokan diantara kalian! satunya adalah mantan pezina, dan satunya lagi adalah mantan seorang pembunuh,” gumam Ani sedikit pelan.
setelah Dariyani mengatakan itu terjadi keheningan yang cukup lama diantara mereka bertiga, pada akhirnya DAryani menyentuh sesuatu yang tidak bisa Adi dan Reskina bantah.
bahkan mungkin Daryani sendiri terkejut dengan apa yang dia ucapkan, terlihat Adi sudah mengepalkan tangan, dan nanni sudah berniat untuk menyerang Ani. dan saat ia sudah bersiap untuk menyerang sebuah tangan kembali mennghalanginya.
itu adalah tangan adi, setelah memberikan sedikit isyarat ia berlutut di hadapan Dariyani, “selama ini aku sudah melakukan apapun yang kau inginkan, aku sangat tulus memberikan itu kepadamu, dan jika kau tidak bisa menghargainya dengan membalas cinta itu, aku berharap kau bisa mengakhiri ini sampai disini saja, dan pergilah dari sini.” ucapnya dengan sangat pelan di depan Ani.
ia melakukan itu sambil berlutut, ia bahkan bersiap untuk sujud di hadapan Ani jika itu segera di tahan oleh ani dan bersiap untuk segera pergi.
__ADS_1
melihat itu Amarah dari nanni yang awalnya sudah memuncak segera reda, ia tidak akan menyangka Adi akan melakukan seperti itu. ia tahu adi adalah laki-laki yang memiliki kebanggan terhadap dirinya tersendiri.
jadi sangat kecil kemungkinan ia akan melakukan seperti itu, sehingga melihatnya membuatnya hanya bisa terdiam.