
Dari awal waru terus memperhatikan dari jauh dan memastikan Daryanani tidak membuat masalah, “Bos apa tidak masalah membiarkan Ulfa seperti itu,?” tanya resepsionis yang sempat menahan Dariyani tadi.
Kali ini bersama dengan Waru ia terus memperhatikan bagaimana Ulfa berurusan dengan Dariyani, “Mau bagaimana pun Ulfa adalah adik dari Adi sehingga biarkan ia mengurus dan melepaskan beberapa emosi yang di pendamnya.” Waru terlihat masih santai, menurutnya ulfa tidak melakukan kekerasan tidak ada hal yang perluh di khawtirkan.
“Jadi perempuan itu yang menghiati bos besar!” ujar mereka yang mendengarkan pembicaraan lawaru dan resepsionis.
apa yang Daryanani lakukan tentu menarik beberapa pihak, sehingga mereka segera penasaran identitas sebenarnya dari DARYani, “Ya kalian benar! tapi ini hanya saranku sebagai bos kalian, di dunia ini ada beberapa hal yang seharusnya tidak kalian ketahui.”
waru mengatakannya dengan santai namun semua orang yang ada di sana mengerti, bahwa mereka harus diam. “Baik! kami mengerti,” balas mereka semua, dan segera bubar hanya menyisakan waru yang masih menunggu Ulfa masuk.
“bagaimana!” ucap ulfa saat ia tiba di hadapan Waru.
“Luar biasa, segera katakan apa yang kau inginkan, dan aku akan segera mengabulkannya!” balas Waru memberikan dua Jempol kepada ulfa yang tidak melakukan kekerasan saat berhadapan Dengan DAriyani..
“Tidak! tidak! suasana hatiku sedang baik, baru saja di sekolah aku habis sombong karena menjadi adik dari KAkak Adi!” balasnya Menolak tawaran dari Ulfa.
“Bagus! Bagus! secara Resmi kau saat ini akan bergabung dengan keluarga besar lakalasi!” balas Waru.
“Tapi apa kau sudah siap! karena ia sudah mengumumkannya kemungkinan ia sebentar lagi akan melaksanakan rencananya untuk segera keliling indonesia.”
ucapan dari waru ini langsung membuat Ulfa Drop, “KAkak kau membuatku sedih,” balasnya memasang Wajah sedihnya.
“Sudah-sudah, masuklah ke dalam kamarnya, kakakmu itu sudah seperti kucing yang takut ketemu anjing saat ia menebak Daryanani akan datang.”
Waru tidak ingin mendengar drama-drama yang akan Ulfa timbulkan, sehingga ia mengalihkan remaja itu ke kakak aslinya, untuk membuat kedua kakak beradik itu semakin dekat.
saat mendegar kakaknya sedang tidur sebuah Niat Jail langsung muncul di kepalanya, itu sangat terlihat jelas oleh Waru, “Jangan Aneh, kecuali Dariyani belum pernah ada yang berhasil mengerjainnya.” lanjutnya WAru karena tahu apa yang ada di kepala Ulfa saat ini.
__ADS_1
“Hari ini aku akan membuktikan bahwa aku jauh lebih ahli dari perempuan itu!” ucapnya sangat percaya diri.
“Walaupun menurutku ada yang salah dengan pendapatmu! tapi tidak ada salahnya untuk mencoba,” balasnya meninggalkan ulfa.
terlihat ulfa segera mengeluarkan berbagai barang-barang besar seperti Tas dan beberapa barang yang melekat ke tubuhnya, ia tidak ingin sebuah benda yang bisa mengeluarkan suara melekat di tubuhnya.
setelah itu, ia mengambil satu spidol yang berada di meja resepsionis, saat melihat itu Semua orang yang melihatnya langsung tahu apa yang direncanakan ulfa, beberapa diantara memberikan semangat dan mendoakan apa yang akan ia lakukan bisa berhasil.
saat ia masuk kedalam kamar ia melihat Adi yang memang sedang dalam keadaan tertidur. sehingga ia segera mengendap-endap supaya tidak membangunkan Adi.
yang tidak ia tahu sebenarnya dari tadi Adi tidak tidur ia hanya masuk ke dalam kamar untuk bermain game online yang ada di ponselnya.
Awalnya ia mengira yang masuk Adalah WAru, sehingga ia berpu-pura tidur karena memang tadi saat berpisah ia ingin isirahat.
Tapi saat melihat yang masuk adalah Ulfa ia bingung apa ia harus mengaku kalau ia tidak tidur, tapi karena melihat ulfa yang terlihat mencurigakan ia penasaran apa yang ingin Anak itu lakukan.
Tapi Adi sama sekali tidak bergerak karena ia tahu kalau sampai Ia bangun adiknya itu pasti akan sangat kecewa sehingga ia membiarkan dirinya diperlukan sedikit untuk membuat adiknya senang.
saat itu Adi merelakan mukanya di coret coret oleh ulfa, “siapapun yang mendapatkan coretan seperti ini juga pasti Bangun sih!” gumam Adi dalam hati.
ia merasakan bagaimana Ulfa mencoretnya terlalu keras, Sehingga jika ia tidak pura-pura sudah pasti ia sudah ketahuan dari tadi, setelah mungkin cukup Puas dengan Gambarnya, ulfa segera keluar dari kamar dan membiarkan Adi terlelap dalam tidurnya.
saat keluar dari kamar, ia tertawa dengan sangat kencang karena sangat puas karena berhasil mengerjai kakaknya. ia terus bangga karena berhasil dalam melaksanakan misinya.
semua orang yang ada disana ikut senang dengan Vif yang Ulfa, karena semenjak kedatangan Dariyani Aura yang ada di kantor terlihat sedikit mencekam, namun sekarang Aura kembali membaik dan para pekerja segera menjalankan tugasnya dengan lebih baik.
__ADS_1
Saat berada di kantor, Ulfa mulai terbiasa untuk terus berada dalam cafe kecil yang di miliki kantor, rkadang sambil menunggu ia akan mengerjakan berbagai pekerjaan sekolahnya disana.
dan tidak ragu meminta orang orang disana untuk membantunya, semua orang yang ada di kantor sangat menyukai bagaimana sikap Ulfa saat berada di kantor sehingga mereka dengan senang Hati saat ada soal yang ulfa tidak kuasai.
Namun mereka harus berhati-hati karena mereka akan kena marah jika mereka di ketahu Adi, karena bagi Adi pekerjaan sekolah seperti itu harus diselesaikan Ulfa sendiri, ia hanya mengijinkan orang lain membantunya menjelaskan tapi tidak akan pernah mengikannya orang lain mengejarkan pekerjaan rumah milik ulfa.
“Sebenarnya Kak nanni masih, ia bisa kelewatan momen lucunya!” gumam ulfa yang gelisah karena Nanni tidak kunjung datang.
Ia tidak tahu kalau Nanni sebenarnya udah datang Dari tadi hanya saja karena ia bertemu dengan DAriyani saat berada di luar.
saat mereka bertemu kedua orang itu terlihat sangat Canggung, awalanya nanni berusaha mengabaikan dariyani, tapi saat ia berusaha masuk ia di hadang, “Kita perluh bicara!” ucapnya menarik Nanni untuk mengikutinya.
awalnya Nanni ingin menolak Tapi karena dariyani memohon kepadanya akhirnya ia setuju dan mengikuti dariyani kesalah satu caffe yang Ada di dekat tempat ini.
“sejauh mana k mengetahui semua ini!” ucap Dariyani saat mereka sampai.
“Tidak ada basa-basinya, Cukup masuk akal jika kau ingin mengetahuinya, tapi pertayaan buat apa kau mengetahuinya, Adi bukan lagi milikmu Atau…”
“aku tahu kau tahu kalau aku bukan seperti apa yang dipikirkan semua orang!” potong Dariyani sebelum Reskina menyelesaikan perkataannya.
“Kalau seperti itu, jangan datang mengganggu kehidupan Adi lagi dan biarkan mereka tenang dengan apa yang mereka lakukan,” ucapnya sama sekali tidak berniat untuk membas pertayaan dari DAriyani.
“Oh ya, sepertinya pacarmu tidak mendengarkan ia baru baru berusaha untuk mengganggu hubunganku dengan Adi, karena baru-baru ini aku mengenal saudara-saudara mulai tidak suka dengan apa yang pacarmu itu lakukan.” lanjutnya memperingatkan dariyani untuk tidak terlalu mengurus masalahnya dengan Adi.
setelah megnatakan itu ia benar-benar pergi karena ia sudah mendapatkan pesan dari ulfa yang menayakan keberadaannya karena tidak kunjung sampai di kator.
__ADS_1