Dalam Lingkaran Perputaran

Dalam Lingkaran Perputaran
keluarga


__ADS_3

Semuanya terlihat diam, "ayolah aku bukan hantu kan, atau aku tidak diterima aku bisa pulang," ujar Adi membuka suasana yang terlihat santai.


"Kak!" 


"Tunggu!" 


"Tunggu!"


Semua orang langsung bersuara setelah adu sedikit mengancam untuk pergi, "kami hanya terkejut kau datang untuk melihatku," balas burhan. 


"Mau bagaimana pun kamu tetap ayah ku, dan sebagai anak aki masih khawatir akan keadaanmu," balas Adi.


"Kau diam jangan mengatakan apapun atau aku pulang," Karena melihat ulfa yang bergerak berbisik ke ibunya Adi segera menghentikannya. 


Seketika ulfa langsung diam dan memberikan gerakan bahwa ia akan tutup mulutnya. 


"Aku dengar, kau sudah menyelesaikan masalah perusahan, sepertinya kau cukup ahli mengurus masalah seperti ini," balas burhan.


Ayah dan anak ini akhirnya terlibat pembicaraan setelah sekian lama, untuk membuat mereka lebih leluasa baik itu tasmia dan ulfa memberikan mereka ruang untuk  membuat pembicaraan tersebut menjadi lebih baik.


Tasmia ingin ulfa menceritakan bagaiamana adi saat mengetahui ayahnya sedang di rawat di rumah sakit.


Tasmia terlihat senang saat tahu kalau adi masih sangat khwatir dengan kedua orang tuanya, bahkan segera meminta saudaranya seperti taufik untuk membantu segala keperluan ibunya.


Sedangkan adi sendiri tentu masih tidak nyaman untuk berbicara seperti ini kepada ayahnya,  "Jika aku menginginkan saham ini aku tidak akan membantu, aku hanya perlu membiarkan semuanya berjalan sebagaimana mestinya, tampah aku melakukan apa-apa aku pasti bisa mendapatkan saham." Balas Adi. 


"Sepertinya kau sudah mengerti dengan baik dunia seperti ini," 


"Lumanyan, untuk bisa sampai disini hanya berlatarkan anak dari panti membutuhkan banyak hal untuk dipelajari,  sehingga kami bisa bertahan dengan cukup baik."

__ADS_1


Adi menjelaskan untuk sampai di tempatnya yang sekarang ia membutuhkan banyak pengetahuan dari berbagai hal, bukanya hanya mengetahuinya tapi mereka harus bisa memahaminya dengan baik.


Itulah sebabnya semua orang dari saudara adi  memiliki kemampuan yang berbeda-beda, itu berguna untuk membuat mereka bisa saling mendukung kedepannya.


''Aku akui saudara-saudaramu memiliki kemampuan kemauan yang sangat hebat, walaupun beberapa di antara mereka memiliki karakter yang unik!"


"Tentu, saudaraku adalah terbaik," balas Adi dengan sedikit menyombongkan saudara-saudaranya. 


Burhan sendiri terlihat senang melihat Adi yang bercerita,  ia juga tidak memotong saat anaknya bercerita karena ia memang sudah mendambakan ini dari lama.


"Bukankah taufik terlihat memiliki kemampuan, untuk menjadi seorang pemimpin, kenapa kau tidak membuatnya masuk dalam perusahaan," 


Burhan,  merasakan taufik yang memiliki   potensi berusaha membawanya dalam perusahaannya, " Kau bisa bertanya langsung kepadanya masalah seperti itu, akan menjadi keputusan pribadi," balas Adi santai. 


"Aku tidak tahu bagaimana sepertinya sudah waktunya merombak sistem yang ada dalam perusahaan mu, karena jujur sekarang apa yang ada di dalam terlihat sangat kacau, semuanya tersusun hanya berdasarkan koneksi dari orang dalam tanpa memperhitungkan kemampuan yang orang itu miliki," 


Akhirnya membuat perusahan sendiri tidak berkembang bahkan stagnan, sehingga adi menyarankan orang tuanya merubah itu secepat mungkin.


"Semua itu tidak semudah yang kau bicarakan!" 


"Tentu, makanya aku menolak mengurus perusahan itu lebih lama," balas Adi yang memiliki alasan. 


"kalau kau tidak mau kau bisa mengambilnya! seditakdaknya mengambil saham disana atas namamu," 


Burhan masih berusaha membujuk adi meninggalkan jejak di perusahaan miliknya. 


 "Mari bicarakan itu kalau anda bisa membawah taufik masuk di sana," balas Adi, menutup diskusi mereka tentang perusahan. 


 "Dan kalian yang di luar berhenti menguping, masuklah," Lanjut adi. Menyuruh ulfa dan ibunya masuk.

__ADS_1


  "Kak, kau pernah jadi Intel atau sebagainya! Pendengaran mu itu terlalu tajam untuk ukuran manusia," protes ulfa karena kakaknya itu terlalu peka.


"Tidak terlalu spesial, aku pernah masuk dalam regu khusus tentara bayaran,  dalam misi diluar sana, aku mendapat berbagai kenalan orang pemerintahan karena sudah pernah bekerja dengan mereka."


  


Semua orang yang ada disana terdiam,  ulfa tahu kalau adi pernah ,engkau memiliki kenalan yang bisa masuk ke kantor pajak dengan mudah tanpa harus dipersulit.


Namun ia tidak menduga bahwa semua itu akan sekompleks itu, mendengar itu ibunya tasmia bahkan menangis karena membayangkan kehidupan anaknya yang sangat sengsara.


"Tunggu kalian salah paham, aku bisa masuk dalam sistem keamanan seperti itu, karena kami harus bekerja untuk menebus armadi yang di tangkap, karena berusaha memohon, sistem keamanan negara, jadi kami tidak memiliki pilihan." 


Karena kata tentara bayaran yang  ada di pikiran ketiga orang itu adalah berkelahi dan tembak tembakan,  padahal saat itu karena umur mereka yang saat itu masih sangat kecil mereka hanya akan mendapatkan tugas menyusup di daerah untuk mencari tahu apa yang ada dalam daerah tersebut.


Dilihat dari mana pun itu terlihat masih sangat berbahaya, sehingga hari itu menjadi hari yang melelahkan untuk adi karena ia harus menjalankan kepada keluarga nya bagaimana hidupnya di masa lampau. 


Terkadang mereka akan mendengar cerita lucu dari adi saat bersama dengan saudaranya,  atau menceritakan kisah sedih dimana mereka harus bahu-bahu untuk bisa bertahan hidup.


Cerita ini membuat ulfa sendiri tidak terasa menangis karena ia sudah mendambakan ini dari lama, ia sudah mengharapkan semua ini saat ia tahu bahwa ia memiliki saudara.


Dan saat semua khayalannya menjadi kenyataan tentu ia sangat gembira, "Sudahlah jangan cengeng, aku menyelesaikan janjiku kan," balas Adi. 


Semua orang kembali terdiam mereka semua menikmati suasana ke keluarganya  ini, mereka masih terus membicarakan beberapa hal, terutama bagaimana canggungnya ulfa saat pertama kali bertemu dengan adi.


Semua pengalaman  itu menjadi suatu yang berharga untuk mereka ingat kelak.


Dan setelah puas bercerita akhirnya sudah waktunya mereka untuk kembali berpisah, "kak tidak bisakah kau kembali kerumah! " Ujar ulfa memohon.


"Jangan meminta lebih, biarkan semuanya berjalan perlahan," balas Adi santai sambil memberikan pukulan ringan ke kepala ulfa yang mengeluarkan jurus bujuk rayuny  

__ADS_1


__ADS_2