Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati

Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati
Episode 01 > Kejutan


__ADS_3

Prolog


Cantik, mandiri dan sukses tak membuat seorang Alexandra Prameswari mendapatkan suami yang setia. Diulang tahun pernikahannya yang kelima, seorang wanita mengirim foto kalung yang sama persis dengan kalung yang diberikan oleh suaminya sebagai hadiah untuk dirinya. Tak hanya itu saja, ia juga menelepon Alexa secara langsung dan mengatakan kalau dirinya kini sedang makan malam dengan kekasihnya yang tak lain adalah suami dari Alexa itu sendiri.


Beruntung, ia memiliki lima sahabat yang selalu ada untuk dirinya. Namun, siapa sangka, ternyata salah satu sahabatnya yang sangat ia sayangi dan sudah ia anggap sebagai Adiknya sendiri malah menusuknya dari belakang dengan menjadi selingkuhan suaminya yang ke sekian, membuat Alexa dan ketiga sahabat lainnya tak habis pikir. Saat ia rasa hatinya hancur, remuk, redam, keponakan tampan yang begitu karismatik dan juga seorang pengusaha sukses dibidang yang sama dengan Alexa pun hadir menyembuhkan luka itu.


Arion Wesley, keponakan dari suami Alexa yang juga rekan bisnisnya sudah menyukai Alexa sedari pertama ia melihatnya. Namun, sayangnya Alexa adalah istri dari pamannya sendiri membuat dirinya tak bisa bertindak memalukan. Saat mengetahui kalau pamannya berselingkuh dari Alexa, saat itu pula Arion mulai memperjuangkan perasaannya pada Alexa dan berjanji akan merebut Alexa dari tangan sang paman.


Apakah Arion bisa mendapatkan hati istri pamannya itu? Akankah Alexa akan memutuskan untuk berpisah dari suaminya dan bersama dengan Arion?


*********


“Have fun yah ladies, kalian bisa makan sepuasnya pokoknya.” Seorang wanita datang dari arah dapur dengan membawa semangkuk besar sup buah untuk para sahabatnya yang datang ikut merayakan hari jadi pernikahannya yang kelima, dialah Alexandra Prameswari, sang CEO dari sebuah agency model.


“Uwaw, ini pasti segar banget deh,” seru salah satu sahabat Alexa bernama Vanya.


“Hm, yummy,” seru sahabat satunya lagi bernama Jeny yang tak lain adalah Adik perempuan dari suaminya atau lebih tepatnya Adik ipar Alexa, dengan mengamit jari telunjuknya dan jari jempol lalu ia buat gaya seakan kiss bye.


“Segar dong, siapa dulu yang buat,” sahut Alexa seraya meletakkan mangkuk tersebut di atas meja makan yang sudah penuh dengan hidangan mewah lainnya, terdapat cake dengan ucapan happy unniversary yang kelima.


“Ish, membuat diet eyke gatot alias gagal total deh kamu, Beb,” celetuk pria bertulang lunak dengan dandanan bagai wanita bernama Michele.


“Ih kamu ini, badan kamu sudah seperti penggilasan pakaian begitu mau diet seperti apa lagi sih, Beb,” seru Jeny.


“Ih, ini tuh agar langsing eyke tetap terjaga, kalau eyke makan sembarangan terus berat badan eyke naik lagi, memangnya kamu mau tanggung jawab?” protes Michele dengan gaya meliukkan tubuhnya yang seakan tak memiliki tulang, yang lainnya terkekeh dengan tingkah Michele yang memang terkadang bisa membuat orang tertawa.


“Beb, Reynan belum datang?” tanya Angel mengingatkan akan suami dari Alexa yang belum juga datang padahal malam sudah semakin larut.

__ADS_1


“Dia katanya agak sedikit terlambat, ada rapat soalnya dengan klien penting. Paling sebentar lagi datang,” sahut Alexa memberitahu kapan suaminya itu akan datang.


“Hati-hati, jangan-jangan itu hanya alasannya saja, padahal dia sedang bersama dengan wanita lain,” celetuk Vanya yang bicara tanpa disaring membuat Alexa tertegun seketika, Jeni dan Michele langsung membekap mulut Vanya yang selalu asal bicara.


Saat sedang larut dalam pikirannya karena ucapan sahabatnya, tiba-tiba saja bel berbunyi membuat semua yang ada di dalam apartemen tersebut menoleh ke arah pintu.


“Itu pasti Reynan,” seru Riana, salah satu sahabat Alexa, wajah Alexa berbinar meski merasa aneh mengapa suaminya harus membunyikan bel padahal ia tahu sandi apartemennya.


“Hm, kamu benar, kalau begitu aku akan buka pintunya dulu, mungkin dia membawa sesuatu sehingga tak bisa membuka pintunya sendiri.” Alexa berlari kecil menuju pintu. Tak lama ia masuk sendiri dengan membawa buket bunga berukuran sedang tanpa seseorang bersama dengannya.


“Loh, mana Reynannya?” Riana bertanya bingung karena tak mendapati sosok pria yang menjadi suami dari sahabatnya itu.


“Mungkin dia masih sibuk dengan rapatnya, jadi belum bisa datang,” sahut Alexa dengan wajah lesu. “Tapi dia mengirimi ini kok. Lihat, cantikkan?” sambungnya seraya memperlihatkan buket bunga yang dibawanya dalam pelukannya.


“Ada kartunya, cepat baca,” titah Vanya yang selalu kepo. Alexa mengambil kartu tersebut dan membukanya.


“Bunga yang cantik, untuk wanita yang cantik pula. Hadiah yang indah, untuk wanita istimewa,” ucap Alexa membaca tulisan di dalam kartu tersebut dengan senyum merekah.


“Eh, tapi kok hadiah yang indah sih. Memang ada hadiahnya yah?” Vanya yang super kepo mengetuk dagunya sambil berpikir.


“Eh iya, apa ada hadiahnya yah.” Alexa yang baru sadar akan ucapan itu langsung melihat pada buket bunga yang masih ia peluk itu.


Angel mengambil sesuatu dari sisi bunga yang tak terlihat. “Lihat, mungkin yang dimaksud ini kali.”


Sebuah kalung indah dengan liontin dua love dan terdapat berlian kecil bersinar berwarna merah muda di kedua love tersebut, begitu indah dan cantik.


“Waaah cantiknya,” seru Jeny dengan mata berbinar.

__ADS_1


“Coba sini aku pakaikan.” Riana mengambil kalung tersebut dari Angel dan memakaikannya pada leher Alexa yang sedang tersenyum dengan binar bahagia sambil disentuhnya liontin indah itu.


Saat sedang dalam suasana bahagianya, tiba-tiba saja ponsel Alexa berbunyi tanda pesan masuk. Ia meraih ponselnya dan membuka pesan yang ternyata dua buah foto yang dikirim dari nomor seseorang yang sangat ia kenal. Matanya terbelalak melihat foto kalung yang sama dengan kalung miliknya dan foto satunya lagi adalah foto saat seorang pria tengah mengenakan kalung tersebut pada seorang wanita dari nomor yang tak terduga.


Para sahabatnya yang penasaran langsung melihat apa isi pesan tersebut, dan seketika membuat mereka geram. Sepersekian detik kemudian ponselnya berdering tanda panggilan masuk, Alexa langsung menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya, tak lupa Alexa menekan tombol pengeras suaranya.


“Apa maksud dari foto yang kamu kirim ini, Anggi?” geram Alexa menahan emosinya.


“Bukankah sudah jelas, kekasihku memberikanku hadiah di saat ia seharusnya menemani istrinya untuk merayakan hari jadi pernikahannya yang kelima. Itu berarti, aku lebih penting daripada kamu, karena aku lebih cantik dan lebih fresh dari pada kamu yang sudah tua dan membosankan itu,” sahut wanita di seberang telepon sana dengan suara yang dibuat sesensual mungkin agar Alexa semakin kesal.


“Buah kali fresh,” celetuk Vanya dengan memutar bola matanya karena jengah dengan ucapan wanita bernama Anggi tersebut.


“Ah, kekasihku sudah tiba dari toilet, aku tutup dulu yah, aku tak ingin momen romantis yang diberikan oleh kekasihku terganggu olehmu, bye.” Anggi langsung mematikan panggilan tersebut secara sepihak membuat Alexa geram dan emosi, begitu juga para sahabatnya.


Alexa meraih kerah baju yang dikenakan oleh Michele sambil menarik kalung yang melingkar di lehernya yang tadi dipakaikan oleh Riana dengan wajah penuh amarah. Ia berjalan menuju di mana pintu keluar berada tanpa memedulikan pekikan dari sahabat bertulang lunaknya itu.


“Aw! Beb, pelan-pelan dong atau eyke akan metong nantinya,” pekik Michele sambil memegang lehernya yang terasa tercek*k tapi Alexa tak mengindahkannya, ia masih menarik kerah tersebut sambil terus berjalan karena emosinya.


“Cepat antar aku ke tempat di mana mereka berada, mereka sedang berada di Hotel Century,” titahnya dengan berjalan masih menarik kerah tersebut tak menghiraukan pekikan dari pemilik kerah yang ditariknya.


“Beb, Beb, tunggu.” Riana berlari mengejar Alexa dengan Michele diikuti oleh Jeni, Vanya dan Angel.


Mereka sampai di garasi rumah milik Alexa, Michele langsung menghidupkan motor matic milik Alexa. Alexa sudah duduk di belakangnya dan memakai helmnya.


“Kak Ri, aku akan mengikuti melalui jalan pintas yah supaya sampai lebih dulu, kalian ikuti Kak Lexa,” ucap Jeny mengambil keputusan sendiri sebelum ia masuk ke dalam mobil.


“Oke, Jen. Tolong hadang Lexa dulu ketika dia sampai, aku takut Anggi akan berbuat yang tidak-tidak pada Kakak iparmu kalau dia masuk sendiri,” sahut Riana.

__ADS_1


“Kalian tenang saja,” ucap Jeny dan ia pun langsung masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju meninggalkan area parkir.


Riana, Vanya dan Angel mengikutinya dari belakang dengan menggunakan mobil milik Riana sedangkan Jeny dengan mobilnya sendiri yang disetirkan oleh sopir pribadinya dan mengambil jalan yang berbeda dari Alexa dan yang lainnya agar cepat sampai.


__ADS_2