Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati

Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati
Episode 10 > Perasaan yang membuat galau


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Alexa sangat sibuk belakangan ini dengan acara fashion show yang akan diadakannya. Para model yang akan ikut berpartisipasi juga sibuk geladi bersih tak terkecuali Anggi. Meski sudah ketahuan selingkuh dengan suami dari bosnya, tapi Anggi masih dipertahankan karena memiliki kerja sama dengan pengusaha penting yang sedari dulu sudah terjalin, bahkan sebelum kehadiran Anggi, tapi setelah semua ini selesai, Alexa akan membicarakan mengenai rencananya untuk memberhentikan Anggi dari agency miliknya pada pemimpin dua perusahaan itu.


Jam makan siang, Arion datang dengan membawakan makan siang yang ia pesan di resto mewah milik sang mamah. Arion sengaja memesan dua porsi makanan untuk makan siang bersama Bibi pujaan hatinya itu. Saat sudah sampai di depan pintu ruangan Alexa, Arion menghela napasnya sejenak untuk menetralisir perasaannya yang selalu saja bergejolak kala berdekatan oleh Alexa.


Meski lama telah bersama dalam ikatan pekerjaan, nyatanya tak membuat jantung Arion menjadi terbiasa. Perasaannya yang begitu besar untuk Alexa selalu saja membuat jantung miliknya berdegup kencang bak genderang yang akan perang kala dekat dengan wanita cantik itu. Arion perlahan membuka pintu tersebut setelah memastikan jantungnya aman.


“Siang Bibiku, Sayang.” Arion meletakkan paper bag berisi makanan yang ia bawa dan menghampiri Alexa yang masih sibuk dengan pekerjaannya, Alexa tak menghiraukan kedatangan keponakan suaminya itu, ia masih asyik dengan pekerjaannya hingga Arion menutup semua dokumen dan mengajak Alexa untuk makan siang dengan cara menggandeng tangannya dan berjalan menuju sofa, hanya Arion yang berani melakukan hal itu pada Alexa.


“Rion, pekerjaanku belum selesai, mengapa kau menarikku,” pekik Alexa yang dibawa paksa oleh Arion.


“Lexa, jika kau tak mau menemaniku makan siang, maka aku akan menciummu saat ini juga,” ancam Arion dan Alexa langsung menutupi bibirnya dengan kedua tangannya.


“Mesum,” cibir Alexa membuat Arion terkekeh geli dengan tingkah imut Alexa.


“Makanya nurut kalau gak mau dicium. Sekarang duduk dan temaniku makan. Aku membawa makanan kesukaanmu.” Arion membuka makanan yang tadi dibawanya dan seketika mata Alexa berbinar melihat makanan yang ada di depan matanya. Rica-rica hati ampela adalah makanan kesukaannya, apalagi dimasak dengan cabai hijau yang banyak meski dimasak dengan bumbu rica-rica, membuat nafsu makannya menggebu.

__ADS_1


“Kau sangat tahu makanan kesukaanku, apakah ini sebagai sogokan agar aku menemanimu makan?”


“Siapa bilang? Tak perlu aku menyogokmu dengan makanan ini kau juga akan menemaniku makan. Haya kebetulan saja saat aku datang ke resto Mamah, Chef Indra akan masak hati ampela, jadi aku reques padanya agar memasakkan untukku rica-rica cabai hijau karena aku akan makan siang denganmu. Chef Indra sangat mengerti seleramu, makanya dia langsung membuatnya,” sahut Arion apa adanya.


“Ah terserah kau saja alasannya bagaimana, intinya aku akan makan banyak karena aku rindu sekali makanan ini. Beberapa hari belakangan aku tak makan enak, rasanya apa yang kumakan terasa hambar.” Alexa langsung mengambil makanan untuk dirinya santap.


Arion terus menatap wanita pujaannya itu yang makan dengan lahap, rasanya makanan akan segera habis jika ia tak cepat-cepat memakannya.


“Aku akan kelaparan jika tak segera ikut makan karena yang kuajak maka adalah maniak jeroan,” ucap Arion yang ikut mulai makan, meski Alexa seorang pengusaha, ia tak pernah merasa memakan jeroan adalah hal yang menjijikkan seperti kebanyakan orang katakan. Baginya jeroan seperti hati dan ampela juga usus adalah makanan terenak melebihi daging sapi yang dimasak rendang oleh ahlinya.


“Wah, aku baru tahu kalau kau wanita yang kejam, Lexa. Begitukah kau berterima kasih pada pria tampan yang telah membawakanmu makan siang ini? Bahkan Paman pun tak akan seperhatian itu untuk membawakanmu makan siang, dia paling lagi sibuk dengan wanitanya, karena wanitanya tak ada dikantor,” gerutu Arion dengan kesal karena Alexa bersikap dingin padanya. Alexa yang mendengar ucapan Arion sempat terhenti dari pekerjaannya, tapi ia melanjutkannya kembali karena tak ingin ambil pusing dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


Alexa memang sudah tak ingin memikirkan apa yang dilakukan oleh suaminya, mau Reynan sedang memadu kasih dengan modelnya sendiri pun ia sudah tak peduli lagi. Yang ia pedulikan saat ini adalah acara yang akan diselenggarakan oleh ketiga perusahaan besar termasuk perusahaan miliknya. Ia tak ingin menjadi wanita bo**h yang meratapi nasibnya karena diselingkuhi oleh suaminya.


“Biarkan saja apa yang ingin mereka lakukan, aku tak peduli,” sahut Alexa cuek, meski hatinya sakit, tapi ia tak ingin larut dalam masalah yang menurutnya tak penting.

__ADS_1


Arion hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Alexa. Ia tahu kalau hati wanita cantik itu terluka, tapi Alexa hanya tak ingin dianggap lemah dengan meratapi nasibnya yang diselingkuhi oleh suaminya.


“Sudahlah, terserah kamu saja mau berpikiran seperti apa tentang Paman, aku tak peduli. Yang kupedulikan hatimu suatu saat nanti akan menjadi milikku, dan itu pasti akan kudapatkan. Aku kembali ke ruanganku dulu, sore nanti aku akan kembali untuk mengajakmu pulang bersama seperti biasa.” Arion pergi setelah berucap demikian, Alexa tertegun sejenak setelah kepergian Arion.


“Akankah semua keinginanmu itu terwujud, Rion? Sejujurnya aku juga sudah merasa nyaman dengan kehadiranmu disisiku, itulah yang membuatku tak memikirkan apa yang tekah dilakukan suamiku di belakangku atas perselingkuhannya dengan modelku sendiri. Namun, aku takut jika perasaan ini terus tumbuh, apakah kita akan bisa bersama,” gumam Alexa galau.


“Haish, apa yang kupikirkan, dia adalah keponakan kecil suamiku, usiaku berbeda beberapa tahun dengannya, tak mungkin aku bersanding dengan pria yang usianya lebih muda dariku, memangnya aku tante girang penyuka berondong apa,” gerutunya seketika kala tersadar dari gumamannya yang menurutnya sudah ngawur.


Alexa melanjutkan kembali pekerjaannya hingga sore menjelang.


“Hai, Sayang, apakah pekerjaanmu sudah selesai?”


***


Di ruangannya, Arion yang baru kembali dari ruangan Alexa setelah makan siang duduk dengan menatap layar laptopnya. Wallpaper dengan foto Alexa yang ia pajang terlihat begitu cantik dan manis. Foto itu membuat dirinya semakin bersemangat untuk melakukan pekerjaannya yang menurutnya membosankan karena harus berada di ruangan yang berbeda dengan sang pujaan hatinya.

__ADS_1


“Andai saja kau mengambil keputusan bercerai dari Pamanku yang br*ngs*k itu, aku pasti akan langsung melamarmu setelah perceraianmu selesai. Tapi mengapa kau malah menutup mata tentang perselingkuhannya, Lexa. Apakah sebegitu cintanya kau pada pamanku itu hingga membuatmu enggan untuk melepaskannya meski telah menyakitimu dan bermain dengan wanita lain di belakangmu? Ingin rasanya aku menculikmu dan membawamu pergi meninggalkan negara ini, tapi aku tak ingin kau menjadi benci padaku hanya karena hal yang sepele. Aku akan menunggu dirimu dan hatimu hingga kau benar-benar melepaskannya dan menjadi milikku seutuhnya, Lexa.” Arion bergumam sendiri sambil menatap foto Alexa dilayar laptopnya.


__ADS_2