Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati

Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati
Epiaode 16 > Ciuman Arion


__ADS_3

“Hai cantik, bersediakah kau makan siang bersama denganku?” tanya seorang pria dengan suara yang sangat dikenal oleh Alexa, Arion tengah berdiri di pintu dengan menenteng sebuah paper bag berisi kotak makan untuk dirinya dan Alexa.


Alexa melihat sekilas pria yang selama ini selalu menemaninya itu. Bukan suami, bukan pula kekasih, dia hanyalah keponakan dari suaminya yang terus saja mengekor pada dirinya. Pria itu bahkan pewaris perusahaan ternama yang setara dengan Wesley Group, tapi seperti tak memiliki pekerjaan karena terus mengekor pada wanita yang tak lain adalah istri dari pamannya itu.


“Haish, teganya Bos cantik satu ini, aku yang sudah tampan berkarismatik ini datang tapi diceuki seperti ini. Kau memang wanita yang kejam, Lexa,” ucap Arion berjalan masuk dengan raut wajah yang dibuat semalang mungkin.


“Berisik, aku lagi sibuk, jangan mengganggu konsentrasiku,” ucap Alexa tanpa melihat pada Arion.


Plak...


Bunyi suara laptop yang ditutup membuat Alexa langsung menoleh pada Arion yang tersenyum manis padanya.


“Kita makan siang dulu, oke. Sudah jam istirahat tapi kau malah asyik sibuk dengan pekerjaanmu. Aku sudah kelaparan dan akan pingsan kalau menunggumu yang mengajakku makan,” pinta Arion dengan raut wajah yang memelas dan memohon.


“Kalau kau lapar mengapa tak makan, kenapa harus menungguku,” protes Alexa yang belum bangkit dari kursi kebesarannya, ia malah bersandar pada kursinya sambil melipat tangannya didada.


“Kau ini benar-benar kejam yah, Lexa. Ingin kucium kau sekarang juga?” kesal Arion dengan sikap Alexa yang selalu dingin padanya.


“Kau tak mungkin berani melakukannya.” Alexa meremehkan pria itu.


Seketika mata Alexa langsung membola kala mendapati bibirnya dipagut begitu saja tanpa aba-aba dari Arion. Tangan kanan Arion menahan leher Alexa agar tak menjauh darinya. Ciuman yang begitu lembut, yang awalnya ingin ditolak oleh Alexa, tapi entah mengapa tiba-tiba membuat dirinya menikmatinya.


Setelah sekian lama ia yang tak pernah lagi disentuh oleh Reynan karena tak ingin, kini ia merasakan perasaan itu lagi. Perasaan seperti tersengat listrik dengan tegangan tinggi membuatnya nyaman dan menginginkan lebih.


“Manis,” ucap Arion mengusap bibir Alexa yang basah akibat ulah nakalnya, ia menatap wajah Alexa yang merona, terlihat cantik menurutnya.


“Makan sekarang?” tanya Arion, Alexa menganggukkan kepalanya, tak ada suara yang keluar dari bibir manisnya setelah pertukaran saliva yang baru saja terjadi, Alexa menjadi sedikit canggung, tapi tidak dengan Arion, pria itu menikmati waktu bersama dengan wanita pujaannya itu.

__ADS_1


“Buka mulutmu, cobalah, ini enak sekali karena Mamah yang memasaknya. Aku sengaja membawa bekal dari rumah karena ingin makan siang bersama denganmu.” Arion menyodorkan satu sendok makanannya ke depan bibir Alexa, wanita itu menatap Arion yang menganggukkan kepalanya, ia kemudian membuka bibirnya dan memakannya.


“Bagaimana? Enak kan?” tanya Arion.


Alexa menganggukkan kepalanya. “Masakan Kak Clarisa memang enak,” ucapnya.


“Sebentar lagi dia akan menjadi mertuamu,” celetuk Arion membuat Alexa terbatuk, Arion langsung memberikan air pada wanita cantik itu.


“Kamu kalau ngomong jangan suka ngawur. Aku ini adik ipar dari Mamahmu, mana mungkin tiba-tiba akan menjadi menantunya,” protes Alexa memukul lengan Arion kesal, yang dipukul dan diprotes malah terkekeh.


“Aku gak sedang bicara ngawur, sebentar lagi kau akan menjadi istriku cepat atau lambat, karena aku akan berusaha memisahkanmu dari Pamanku dan mendapatkanmu,” ucap Arion dengan begitu percaya dirinya membuat Alexa menatapnya melongo.


“Kau sedang tak salah minum obat kan pagi ini? Apakah kau minum obat setelah minum kopi sebelum berangkat ke kantor?” tanya Alexa yang bingung dengan ucapan ngawur keponakan suaminya itu.


“Aku waras, Lexa. Aku hanya sedang mengatakan apa yang menjadi tujuanku saja. Memangnya tak boleh jika aku berusaha keras untuk mendapatkanmu?” sahut Arion kesal karena Alexa menganggap dirinya tak serius.


“Mereka sudah tahu, dan mereka setuju,” ucap Arion dengan begitu santainya tanpa ada dosa sama sekali.


“Uhuk... Uhhuuukkkk...” Alexa terbatuk mendengar ucapan yang terlontar dengan begitu santainya dari bibir Arion, pria itu langsung memberikan segelas air lagi pada Alexa.


“Apa kamu bilang? Mereka sudah tahu apa yang jadi ide gila kamu itu?” tanya Alexa ingin memastikan kalau yang didengarnya itu hanyalah angin lalu saja.


Arion mengangguk santai. “Yah, mereka sudah tahu dan mereka setju. Tapi mereka mengatakan kalau aku boleh mengejarmu setelah kau resmi ketuk palu. Jadi tugasku saat ini adalah membuatmu bercerai darinya secepat mungkin agar aku bisa mengejarmu dengan bebas,” sahut Arion.


Pletak...


Satu getokan pada kepala Arion menggunakan sendok yang belum sempat digunakannya itu oleh Alexa. Arion langsung memegang kepalanya yang sakit karena digetok.

__ADS_1


“AW!” pekik Arion memegang kepalanya.


“Kau ingin menjadi orang ketiga juga? Kau berharap aku ikut selingkuh sepertinya dan kemudian bercerai, begitu? Apakah kau akan begitu bahagianya melihatku terluka dan kecewa? Lebih baik kau kembali ke ruanganmu, bila perlu kau kembali ke perusahaanmu agar aku tak bisa melihat wajah menyebalkanmu ini lagi,” usir Alexa pada Arion, tapi yang diusir tak kunjung bangun, ia malah asyik menikmati makan siangnya.


“Aku belum selesai makan,” ucap Arion santai.


“Bawa makananmu ke ruanganmu sana, aku mau melanjutkan kerja, bisa strees aku lama-lama bersama denganmu.” Alexa bangkit dari duduknya dan hendak menuju meja kerjanya, tapi Arion menarik tangan Alexa dan wanita cantik itu terjatuh di pangkuannya.


“Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku,” pinta Alexa.


“No, kau belum makan siang, diam aku akan menyuapimu. Jika kau tak mau diam, maka aku akan menciummu lagi, kau bisa menantangku kembali jika kau ingin,” sahut Arion yang sudah bersiap mencium Alexa.


“Stop, aku akan makan sendiri oke, turunkan aku,” pinta Alexa.


“Kau mau makan, atau mau kucium? Jika mau makan, maka kau harus menurut.” Arion memberikan pilihan yang sangat sulit bagi Alexa.


“Baiklah, aku akan makan disuapi olehmu,” akhirnya Alexa mengalah, Arion tersenyum penuh kemenangan, ia menyuapi Alexa dengan penuh cinta.


“Pulang nanti aku antar, jangan pakai menolak karena aku sekalian mampir ke rumah Nenek,” ucap Arion sebelum ia pergi dari ruangan Alexa.


“Dasar pemaksa,” cibir Alexa kesal, ia berjalan menuju meja kerjanya setelah selesai makan, Arion mengikutinya. “Mau apa lagi?” sambungnya bertanya bingung karena Arion mengikutinya.


Cup...


Satu kecupan di bibir Alexa mendarat, Arion tersenyum penuh kemenangan.


“Riioooon... Dasar br*s*k,” pekik Alexa, tapi Arion hanya terkekeh sambi berjalan keluar dari ruangan Alexa, sejenak Alexa memegang bibirnya yang telah dua kali dicium oleh Arion itu, ia tersenyum tipis dan melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2