Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati

Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati
Episode 07 > Duceburkan kolam


__ADS_3

“Sudahlah Kak Ri, tak perlu mengungkit masa lalu, toh semua itu sudah terjadi juga, untuk apa diungkit kembali. Apakah kau ingin aku mengembalikan semua yang telah Kak Lexa berikan padaku? Baiklah, aku akan mengembalikan apartemen kecil milik Kak Lexa yang dulu ia berikan padaku, lagi pula aku sudah tak membutuhkannya lagi karena Mas Reynan sudah membelikan rumah mewah untukku,” ucap Anggi dengan tidak tahu malunya, tentu saja hal itu membuat Alexa dan Riana meradang.


Braaakkkk....


Alexa yang semula hanya diam kini bangkit dari duduknya seraya menggebrak meja kerjanya seketika membuat Riana dan juga Anggi terkejut seraya menoleh pada sumber suara tersebut, wajahnya sudah merah padam karena amarahnya yang bergejolak, jika saja ia memiliki tanduk dan taring gaib, mungkin saat ini tanduk dan taringnya itu sudah muncul.


Ia berjalan meninggalkan singgasananya untuk menghampiri wanita tak tahu malu yang pernah ditolongnya tapi membalas kebaikan dirinya dengan begitu kejamnya selama satu tahun lebih itu.


Plaakkk...


Satu tamparan yang begitu kencang mendarat di pipi mulus yang tadi sempat ditampar oleh Riana, seketika dar*h segar langsung mengalir dari sudut bibirnya saking kencangnya tamparan itu.


“AW!” pekik Anggi memegang pipinya yang meremang panas akibat tamparan cantik tersebut.


“Begini caranya kau balas aku setelah kupungut kau dari jalanan? Heh, perbuatanmu sudah membuktikan betapa rendahannya dirimu. Orang rendah memang akan selalu terlihat rendah meski ia memakai pakaian indah dan mahal, bagaikan kerikil yang tak akan pernah berubah menjadi berlian meski sudah dipoles sedemikian rupa,” ucapnya begitu merendahkan dengan tatapan menusuk terlihat ji*ik pada Anggi.


Anggi yang tak terima telah ditampar dan dicaci sedemikian rupa berniat untuk membalas Alexa, ia hendak menampar balik pipi Alexa yang begitu mulus dan merona itu, tapi saat Anggi melayangkan tangannya tiba-tiba saja...


“Kak Anggi, awas.”


Plaakkk...


Bruuggg...


“AW!!!”


Alexa mundur beberapa langkah karena didorong oleh seseorang, dan tamparan tersebut mendarat pada pipi wanita yang menolong Alexa hingga wanita itu tersungkur ke lantai dan kepalanya terbentur ujung meja.

__ADS_1


“ANGEL!” pekik Alexa dan Riana bersamaan, wanita yang menggantikan menerima tamparan dari Anggi tak lain adalah Angel, model yang berada di bawah naungan Alexa yang tak lain sahabatnya sendiri dan juga sudah sangat dianggap adik oleh Alexa. Alexa dan Riana langsung menghampiri Angel dan membatunya bangun.


“Kepala kamu berdarah, Ngel, kita ke rumah sakit yah,” seru Alexa yang sangat khawatir.


“Heh, lebai. Hanya seperti itu saja sudah sangat lebai, dasar kampungan,” cibir Anggi. Alexa seketika langsung menoleh pada Anggi, ia bangkit dan langsung menjambak rambut wanita yang telah menjadi kekasih gelap suaminya itu.


“AW! Sakit wanita tua,” pekik Anggi sambil memegang kepalanya yang terasa perih karena tarikan tangan Alexa pada rambutnya.


“Berani kamu menyakiti Adikku, selain tak tahu malu dan tak tahu terima kasih, ternyata kamu wanita yang bar-bar juga yah. Kalau begitu jangan salahkan aku yang akan berbuat demikian juga padamu.” Alexa siap memberikan pukulan pada Anggi, tapi seketika Arion yang datang bersama Vanya dan Michele langsung mencoba melerainya.


“Jangan melakukan hal bo*oh oke. Kamu hanya akan terlihat sama bo*ohnya dengan dia. Kamu wanita yang terhormat, jadi bertindaklah sebagai wanita terhormat, level kamu beda jauh dengan wanita rend*han seperti dia.” Arion melerainya dengan cara menarik tubuh Alexa hingga jatuh dalam pelukannya dari belakang. Semua sahabat Alexa mengetahui kalau Arion menyukai Alexa dan mencoba mengejarnya.


Alexa memberontak. “Lepasi aku, Rion. Biar kuberi pelajaran wanita tak punya terima kasih ini. Beraninya dia menyakiti Adikku.” Emosi Alexa masih meluap-luap mengingat Anggi yang terluka karena Anggi dan juga ucapan yang Anggi lontarkan yang mengatakan kekhawatirannya lebai.


“Pergi kamu sekarang juga sebelum aku yang menyeretmu dari sini.” Arion berteriak menyuruh Anggi keluar dengan wajah yang penuh amarah. Anggi seketika terkejut melihat Arion yang marah sambil memeluk Alexa untuk menahan agar Alexa tak bertindak bo**h, pria yang biasanya hangat, ramah dan lembut itu kini memasang wajah sangar penuh amarahnya. Seketika Anggi langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


“Kak Ri, tolong Kak Ri bantu Angel mengobati lukanya yah, aku akan menenangkan Alexa,” pinta Arion.


Setelah mendengar hal itu, Arion langsung membawa Alexa pergi dari ruangan tersebut, Alexa yang dipaksa untuk ikut memberontak dan berteriak agar Arion melepaskannya. Banyak karyawan lainnya melihat hal itu, tapi mereka tak bisa berbuat apa pun.


Byuuur...


Alexa dilempar ke dalam kolam renang oleh Arion hingga seluruh pakaiannya dari ujung rambut hingga ujung kaki basah semua.


“YA...,” pekik Alexa memukul air tersebut karena kesal pada Arion yang melempar dirinya ke dalam kolam renang, meski hanya sepinggang, tapi itu sangat dingin sekali.


Arion tersenyum miring. “Apa?” tanyanya santai.

__ADS_1


“Apakah kamu sudah gi*a melemparku ke dalam kolam seperti ini?” kesal Alexa.


“Aku sengaja, itu agar membuatmu lebih tenang, tak seperti orang kese**nan,” sahutnya masih dengan begitu santainya, ia malah melipat kedua tangannya didada sambil tersenyum melihat Alexa yang begitu menggemaskan.


“Dasar ponakan gi*a, tak wa**s.” Alexa menggerutu sambil berjalan hendak keluar dari dalam kolam.


Byuuur...


Lagi dan lagi Arion membuat Alexa tercebur kembali ke dalam kolam karena Arion mendorongnya, pria tampan itu benar-benar tak membiarkan Alexa untuk keluar dari kolam.


“ARIOOON!!! Apakah kamu benar-benar sudah gi*a? Aku mau keluar dari sini,” kini Alexa bukan kesal lagi, ia malah berteriak.


“Aku tak akan melepaskanmu sebelum pikiranmu tenang dan hatimu mencair,” sahutnya.


Alexa menarik napasnya dalam dan melepaskannya perlahan. “Oke, sekarang aku sudah tenang, bisa biarkan aku keluar dari kolam?” ucapnya, sangat terlihat jelas kalau Alexa mencoba menahan emosinya.


“Tidak, kamu belum tenang, kamu hanya menahannya saja, jadi aku tak akan melepaskanmu dan membiarkanmu keluar dari kolam hingga kamu benar-benar tenang dari emosimu.” Arion tetap kekeh pada keputusannya yang tak ingin melepaskan Alexa.


“Aaarghhh....” Alexa berteriak karena kesal sambil memukul air kolam berulang kali hingga pada akhirnya ia berhenti sendiri karena kelelahan, Arion hanya terkekeh kecil melihat tingkah lucu Alexa, ia tahu kalau Alexa sedang melampiaskan amarahnya. Para karyawan tak akan mendengar teriakan Alexa karena tempat tersebut berada di area bagian belakang kantor dan juga kedap suara dan jauh dari area para karyawan bekerja.


“Sudah?” tanya Arion kala Alexa sudah selesai dengan teriakannya.


Alexa menganggukkan kepalanya dengan bibir yang sedikit dimanyunkan karena sikapnya yang terkadang manja. Arion sudah terbiasa dengan hal itu karena ia sebenarnya adalah tempat curhat Alexa kala ia dan Reynan sedang ada masalah.


“Keluarlah,” titah Arion, Alexa berjalan menghampiri Arion berdiri, ia mengacungkan tangannya agar Arion meraihnya guna membantunya keluar dari kolam.


Saat Arion hendak mengulurkan tangannya untuk membantu Alexa keluar dari kolam, ia melihat senyuman licik disudut bibir sebelah kanan Alexa. Dengan cepat Arion menarik tangannya kembali karena ia tahu apa yang sedang direncanakan oleh Alexa dalam pikirannya.

__ADS_1


“Jangan kau coba untuk mengerjaiku, itu tak akan berguna,” ucap Arion.


“Cih, dasar. Ya sudah, karena rencanaku ketahuan, aku tak akan berbuat macam-macam, bantu aku keluar.” Alexa berdecih kesal karena Arion sudah mengetahui apa yang ada dalam pikirannya. Arion menarik tangan Alexa dengan perlahan untuk membantunya keluar dari kolam, tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang melihat keduanya.


__ADS_2