
“Ah kenyangnya,” seru Alexa lirih, wanita cantik itu memang terkadang tak pernah menjaga imagenya sama sekali, meski ia seorang pengusaha tapi sifat dan kelakuannya terkadang seperti anak kecil, itulah yang membuat Arion sangat menyukainya, wanita mandiri dan tegar tapi manja.
“Kamu tak pernah berubah, dari pertama kali aku melihatmu hingga sekarang sudah lima tahun lamanya, kamu tetap saja masih seperti anak kecil, sama sekali tak pernah menjaga image, selalu saja berbuat sesuka hatimu.” Arion terkekeh mengingat istri dari pamannya itu masih sama seperti saat pertama kali ia melihatnya.
Saat itu, Arion yang sedang libur kuliah pulang ke tanah air untuk menghadiri acara pernikahan pamannya dan Alexa, saat itu pula Arion terpesona pada kecantikan Alexa dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Karena wanita yang disukainya itu sudah dimiliki oleh pamannya, maka ia hanya bisa mencintainya dalam diam. Namun, saat mengetahui sang paman ternyata bermain wanita di belakang Alexa, saat itulah Arion bertekad untuk mendekati Alexa secara perlahan agar suatu saat nanti kala Alexa mengetahui kebusukan Reynan, maka dia bisa menjadi tempat bersandar bagi wanita pujaannya.
Sikap apa adanya Alexa yang bar-bar, mandiri dan tegar tapi manja membuat Arion sungguh sangat semakin jatuh cinta padanya. Perlahan perasaan itu terus saja tumbuh dan berkembang membuat dirinya tak bisa lagi mencintainya dalam diam. Berkali-kali ia ungkapkan perasaannya pada Alexa, tapi tanggapan Alexa hanya sebagai bualan semata, tapi tidak dengan teman-teman Alexa, mereka percaya pada perasaan Arion dan mendukungnya setelah mengetahui kebusukan Reynan.
“Haruskah aku menjaga imageku saat sedang bersama anak kecil sepertimu? Tak penting aku bersikap seperti apa, itu tak mengubah kenyataan kalau suamiku berselingkuh dengan modelku sendiri,” dengus Alexa kesal mengingat kejadian kala di hotel Century.
Arion terkekeh. “Jadi, apakah kau akan membalas perbuatan suami br*ngs*kmu itu?” tanya Arion yang ingin mengetahui langkah apa yang akan diambilnya.
“Huuuh.” Alexa menghela napasnya dalam dan berat, ia bingung harus berbuat apa, apakah ia akan membalas suaminya yang sudah berselingkuh dengan modelnya sendiri, atau ia akan memaafkannya karena masih mencintainya.
Arion menatap bingung pada Alexa yang malah terdiam menatap lurus pada jalan raya yang kebetulan mereka memang duduk di bagian dekat kaca cafe.
__ADS_1
“Kenapa? Apakah kau masih mencintainya? Apa kurangnya aku? Apakah aku tak pantas untuk berada di samping wanita kuat sepertimu? Aku tahu kau sebenarnya lemah, kau hanya tak ingin orang lain melihat betapa rapuhnya dirimu makanya kau selalu bersikap tegar,” banyak pertanyaan yang terlontar dari bibir Arion, ia ingin tahu apa arti dirinya bagi wanita yang berstatus menjadi bibinya itu.
“Kamu masih muda, masa depanmu masih cerah, masih banyak wanita yang lebih baik dariku, untuk apa kau bertanya demikian? Berhentilah mengharapkan diriku dan raihlah masa depanmu yang cerah,” sahut Alexa tanpa menatap pada lawan bicaranya.
“Apakah selama lima tahun ini kamu tak mengenalku? Tak ada yang kuinginkan kecuali dirimu, terlebih sekarang kau telah mengetahui kebusukan paman, apalagi yang kau harapkan darinya? Apakah kau berharap kalau paman akan sadar dan meminta maaf lalu berjanji tak akan mengulanginya lagi? Itu tak mungkin, paman sudah lama berselingkuh darimu, hanya saja aku tak ingin memberitahunya padamu karena ingin kau mengetahuinya secara .”
Alexa langsung menoleh menatap pada Arion mendengar ucapannya, dahinya mengerut seakan ia bertanya dan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh keponakan suaminya itu.
“Mengapa kau lakukan itu? Harusnya kau katakan padaku sejak awal,” tanya Alexa tak percaya.
“Konsepnya tak seperti itu juga, Rion. Harusnya kau kataka padaku sejak awal dan mencoba membuatku memercayai ucapanmu, maka dari itu aku tak akan menjadi istri bod*h di hadapannya. Apakah kau tahu? Rasanya aku sangat marah saat mengetahui hubungan mereka padahal hubungan tersebut sudah berjala selama satu tahun lamanya, dan mereka tertawa di belakangku karena kebo**hanku. Hah, sudahlah, semua sudah terjadi, tak ada gunanya membahasnya lagi.” Alexa memilih untuk menyudahi pembicaraan yang tak akan mengubah apa pun itu.
“Siapa bilang tak ada gunanya, kau masih bisa mengambil keputusan atas mereka. Kau bisa memecat Anggi dengan tak hormat misalnya, atau kau bisa menggugat cerai paman dan menikah denganku.”
“Ish, itu hanya keinginanmu saja, aku masih harus memikirkan semuanya dulu, tak bisa begitu saja mengambil keputusan. Anggi masih terikat kontrak dengan Flora Group dan juga Litto Group, jika aku memecatnya begitu saja maka kerja sama antara aku, Miss Floren dan Tuan Tino yang akan menjadi masalah. Aku harus mendiskusikan hal ini terlebih dulu dengan Miss Floren dan Tuan Tino, baru aku membuat keputusan. Tapi urusan Reynan, itu akan kubahas setelah urusanku dengan Miss Floren dan Tuan Tino selesai,” sahut Alexa menjelaskan rencananya.
__ADS_1
Setelah makan malam usai, keduanya memutuskan untuk berjalan-jalan santai guna mencerna makanan yang telah mereka makan. Tiba-tiba saja Arion menggenggam tangan Alexa dengan begitu erat, Alexa mengalihkan wajahnya menatap keponakan suaminya itu tapi Arion masih tetap menatap ke arah depan sambil masih berjalan pelan.
“Lain kali, jika ada masalah, biasakan untuk melibatkanku. Aku juga berhak tahu jika itu berkaitan dengan perusahaan, bukankah kita partner bisnis?” ucap Arion bertanya.
“Hm, kau benar, aku belakangan selalu mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan siapa pun, padahal mereka yang bekerja denganku berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” sahut Alexa merasa apa yang dikatakan oleh Arion adalah benar.
“Lex, apa persiapan fashion showmu sudah mendekati sempurna?” tiba-tiba saja Arion bertanya perihal fashion show yang akan diselenggarakan oleh tiga perusahaan besar termasuk Litto Group, perusahaan yang dulu pernah menggunakan jasa Anggi sebagai model brand ambasadornya untuk membawakan perhiasan milik Litto Group. Kali ini kedua perusahaan hebat itu akan bekerja sama lagi untuk peluncuran produk baru yang akan diperkenalkan oleh Litto Group, dengan menggandeng perusahaan milik Alexa, keduanya akan melakukan kerja sama seperti biasanya.
“Hm, sudah delapan puluh persen,” sahut Alexa singkat.
“Apakah Anggi akan mendapatkan bagiannya?” tanya Arion kembali.
“Dia juga model yang mengikat kontrak dengan Litto Group, jadi tak mungkin jika dia tak mengikuti jalannya fashion show. Apalagi fashion show kali ini akan diselenggarakan oleh Vien Group dan juga dua perusahaan lainnya yang berada dibidang perhiasan Litto Group dan juga dibidang fashion Flora Group. Kedua perusahaan hebat itu telah mengontrak Anggi sebagai brand ambasador mereka,” sahut Alexa menjelaskan, terdengar helaan napas dari Alexa, rasanya sangat berat sekali ia menjalaninya. Jika bukan karena kontrak dengan perusahaan besar, maka Alexa sudah memecat Anggi hari itu juga kala ia memanggilnya.
“Huh, semoga saja wanita itu tak membuat masalah yah saat acara berlangsung,” harapan Arion.
__ADS_1