Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati

Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati
Episode 04 > Awal pertemuan


__ADS_3

FLASH BACK ON


Satu tahun setengah silam saat Alexa menemukan Anggi di pinggir jalan dalam keadaan yang membuat hati Alexa terir*s. Saat itu Alexa sedang berjalan bersama Riana di pinggir jalan, meski ia wanita yang memiliki segalanya dan istri dari pemilik agency model ternama, tapi tak membuat ia menjadi sombong dan enggan berjalan kaki. Saat itu, Alexa memang sengaja mengajak Riana untuk jalan-jalan guna menghirup udara segar setelah lelah bekerja.


Saat sedang berjalan santai, Alexa melihat ada penjual cilok, ia sangat menyukai makanan berbentuk bulat yang dimakan menggunakan saus atau sambal kacang itu. Kedudukannya sebagai wanita karier tak membuatnya malu untuk menyantap jajanan pinggir jalan tersebut, Alexa langsung mengajak Riana untuk membeli jajanan yang membuat liurnya menetes itu.


Kala Alexa dan Riana sedang menikmati cilok mereka, saat itu datanglah wanita dengan pakaian compang camping yang tiba-tiba saja memeluk kaki Alexa dan meminta belas kasih karena belum makan dan terlihat memang kelaparan.


“Kak, tolong saya, saya belum makan dari kemarin, saya lapar. Bisakah kalian memberiku makanan? Yang kalian makan pun tak masalah asalkan saya bisa makan,” ucap wanita kumal itu memelas memohon makanan yang sedang dimakan oleh Alexa dan Riana.


Alexa memegang kedua lengan wanita itu dan membatunya bangun. “Bangunlah, jika kau lapar maka aku akan memberimu makanan, jangan meminta makanan bekas orang. Ayu ikut aku dan Kak Riana ke apartemenku, aku akan memberimu makan,” ucapnya, begitu mulianya hati wanita cantik itu berniat menolong wanita kumal yang tak dikenalnya.


“Apakah kau yakin ingin menolongnya? Menurutku beri saja ia beberapa lembar uang agar ia bisa membeli makan sendiri, tak perlu kau membantunya sampa membawanya ke apartemenmu.” Riana yang terkejut dengan keputusan sahabatnya itu bertanya tak percaya.


“Kak, jika aku memberinya uang dalam keadaan ia seperti ini, aku takut uang yang kuberikan padanya dirampas oleh preman lain karena penampilannya yang kumal tapi memegang uang. Akan lebih aman jika kita membawanya pulang ke apartemenku, biarkan dia untuk membersihkan tubuhnya terlebih dulu, lalu beri ia makan,” sahut Alexa dengan lembut dan senyum teduhnya, jika Alexa sudah berucap demikian, maka Riana tak bisa memprotesnya lagi, itu sudah keputusannya dan Alexa akan tetap pada keputusannya meski orang lain melarangnya.


“Bailah kalau begitu, aku akan memesan makanan, kita bawa dia ke apartemenmu,” akhirnya Riana hanya bisa menuruti apa yang menjadi keputusan sahabatnya.

__ADS_1


Alexa dan Riana membawa wanita kumal itu naik ke mobil Alexa dan menuju apartemen yang jarang ditempati oleh Alexa. Ia akan datang sesekali hanya untuk istirahat saat tubuhnya dan pikirannya benar-benar lelah. Apartemen mewah itu hanya Riana saja yang mengetahuinya.


Sampainya di apartemen, Alexa menyuruh wanita kumal itu untuk membersihkan tubuhnya, ia bahkan juga memberi pakaian miliknya untuk dikenakan oleh wanita kumal tersebut. Makanan yang dipesan oleh Riana pun sudah datang dan sudah siap untuk disantap. Wanita kumal itu yang sudah selesai dengan mandinya menghampiri Alexa dan Riana yang sudah menunggunya di meja makan.


“Kemarilah dan makanlah, makanan ini untukmu,” titah Alexa, wanita itu duduk dan langsung menyantap makanan tersebut dengan lahap, terlihat sekali jika ia memang benar-benar kelaparan. Alexa dan Riana hanya melihat saja wanita itu makan sampai selesai.


“Te-terima kasih atas makanannya, Kak,” ucap wanita itu dengan terbata-bata karena merasa tak enak hati, Alexa tersenyum.


“Siapa namamu?” tanya Alexa.


“Beb, buat apa sih pakai menanyakan namanya, jika sudah selesai makannya, biarkan saja dia pulang,” cebik Riana yang tak suka melihat sahabat yang sudah dianggapnya adik itu perhatian pada wanita yang baru ditemuinya.


“Tidak, aku ingin kamu tinggal di sini, di apartemenku ini, kamu bisa bersih-bersih di sini, aku akan membayarmu nanti agar kau bisa membeli keperluanmu,” ucap Alexa dengan keputusannya, tentu saja hal itu membuat Riana sangat terkejut sampai menoleh pada sahabatnya itu, wanita itu pun juga ikut terkejut.


“Kamu tak salah, Beb? Kita tak tahu siapa wanita ini loh, apakah dia baik atau malah akan menikam kamu suatu saat nanti, kita tak tahu. Jangan mudah percaya dengan orang yang tak kamu kenal, aku tak setuju dengan keputusanmu itu. Lebih baik suruh dia pulang ke tempat tinggalnya saja, aku tak ingin mengambil risiko kala wanita ini berbuat di luar batasnya.” Riana dengan tegas langsung menolak keputusan yang diambil oleh sahabatnya itu.


“Jangan berpikiran negatif gitu ah, Kak. Aku yakin kalau dia tak akan berbuat demikian.” Alexa mencoba berpikiran positif. “Siapa namamu? Aku tak main-main dengan apa yang kuucapkan, kau bisa tinggal di sini, tapi sebagai balasannya kamu harus membersihkan apartemen ini, itu pun bukan dengan Cuma-Cuma karena aku akan memberimu upah untukmu membeli kebutuhanmu. Semua kebutuhan untukmu makan sudah tersedia di dalam lemari pendingin,” sambung Alexa yang tetap pada keputusannya.

__ADS_1


Wanita itu menatap pada Riana yang tak habis pikir dengan keputusan sahabatnya itu, ia bingung akan menjawab apa.


“Aku sudah tak bisa membuat Adikku ini mengubah keputusannya, kau beruntung bertemu dengannya, jadi aku minta kau jangan mengecewakannya,” akhirnya Riana pun mengikuti keputusan Alexa karena ia tahu kalau ia tak akan bisa mengubah keputusan sahabatnya itu.


Dengan wajah berbinar wanita itu menjawab. “Nama saya Anggi, Kak. Saya berjanji tak akan mengecewakan kalian, saya akan bekerja dengan giat dan saya juga berterima kasih sekali karena sudah diberi kepercayaan bekerja di sini.”


Wanita bernama Anggi itu akhirnya resmi menempati apartemen mewah milik Alexa, ia yang awalnya sangat bersyukur karena bertemu dengan Alexa bekerja dengan giat hingga berjalan beberapa bulan lamanya. Alexa sangat menyayanginya bagai Adiknya sendiri karena memang ia anak tunggal dan kedua orang tuanya juga sudah meninggal. Alexa selalu membawakan makanan kala datang berkunjung ke apartemen miliknya hanya untuk sekedar beristirahat, tak jarang juga ia membawakan pakaian untuk Anggi, mereka sungguh sangat terlihat bagai Kakak dan Adik.


*


Suatu hari dikantor milik Alexa, ia sangat bingung karena model yang seharusnya menjadi brand ambasador kliennya mengalami kecelakaan dan tak bisa hadir. Padahal pihak klien yang akan memakai model tersebut sudah menunggunya.


“Aduh, bagaimana ini, Kak? Jika pihak klien membatalkan kerja samanya maka Vien Group akan kehilangan kerja sama yang sangat besar ini. Aku tak bisa mengecewakan mereka, Kak.” Alexa yang panik terus saja berjalan ke sana kemari.


“Apakah tak ada model yang tersisa untuk menggantikannya?” tanya Arion yang baru saja datang, ia sudah mendengar apa yang menjadi permasalahan pada perusahaan agency milik istri dari pamanya itu.


“Tak ada, aku tak memiliki model cadangan untuk menggantikannya, makanya aku bingung harus bagaimana,” sahut Alexa yang memang bingung. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti kala ia mengingat sesuatu.

__ADS_1


“Sepertinya aku bisa memakainya untuk menjadi pengganti Melisa,” gumam Alexa, seketika Riana memasang wajah yang mewanti-wanti, sedangkan Arion mengerutkan keningnya bingung.


"Janga bilang kamu ingin wanita itu menjadi model pengganti?" Riana mencoba menebaknya, Alexa hanya tersenyum penuh tanda tanya bagi Arion.


__ADS_2