
“Ssttt... ini aku,” bisik seseorang yang suaranya dikenal oleh Alexa, ia segera menoleh pada seseorang yang memeluknya di belakang.
“Rion...!! Ngapai kamu di sini? Bagaimana kamu masuk? Keluar.” Alexa mendorong tubuh Arion yang tak mau melepaskan pelukannya.
“Aku tak mau, susah payah aku masuk, kenapa harus keluar. Lagi pula Reynan gak ada, jadi aku mau bobo di sini sambil meluk kamu.” Arion berjalan menuju tempat tidur setelah mengunci pintu kamar Alexa, ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur berukuran king size itu, sedangkan Alexa melipat tangannya di depan dada memperhatikan tingkah keponakan suaminya itu yang semakin hari semakin... Menggemaskan.
Yah menggemaskan, Arion sungguh sangat menggemaskan belakangan ini dimata Alexa. Semenjak ia mengetahui perbuatan bejat suaminya itu, Arion selalu berada disisinya untuk membantu dirinya membuat hati Alexa yang belakangan dingin menjadi menghangat kembali.
__ADS_1
Alexa berjalan mendekati Arion yang masih asyik tiduran dengan tangan yang di gerak-gerakan. Ia mengamati tingkah pria yang usianya lebih muda darinya itu beberapa tahun.
“Bangun, sana kembali ke kamarmu. Jangan berbuat seperti ini, aku tak ingin mereka mengetahuinya. Berhentilah sebelum mereka akhirnya membuatku sulit,” pinta Alexa.
Namun, bukannya menuruti perkataannya, Arion malah menarik tangan Alexa hingga wanita cantik itu terjerembap di atas tubuhnya. Rambutnya yang diikat asal menutupi sedikit bagian wajahnya, Arion merapikan rambut itu dengan menyelipkan ke belakang telinga Alexa. Tanpa aba-aba, Arion memagut bibir ranum Alexa.
Awalnya Alexa berontak, tapi Arion memutar posisinya menjadi Alexa yang berada di bawah tubuhnya. Pria itu terus memagut bibir Alexa dengan lembut membuat Alexa terhanyut dalam permainan bibirnya. Arion membuka matanya melihat wajah Alexa yang ternyata memejamkan matanya, ia tersenyum dan melanjutkan ciumannya.
__ADS_1
“Ini tak benar, Rion. Kita adalah keluarga dan kau keponakan suamiku. Aku tak ingin orang mengetahui apa yang kita lakukan,” ucap Alexa, tapi Arion tak mengindahkan ucapan wanita cantik itu, ia meraih tangan Alexa dan menciumnya.
“Apanya yang tak benar? Kamu pikir Nenek tak mengetahui perbuatan Paman? Nenek tahu, tapi ia menutup matanya karena Nenek lebih menyayangi putranya di banding perasaan sakit hati yang menantunya rasakan. Nenek tahu kalau Paman sudah bermain wanita sejak dulu, tapi dia tak ingin ambil pusing, baginya kebahagiaan putranya lebih penting meski menantunya tersakiti. Apa kamu pikir Nenek tak mengetahuinya selama ini? Nenek bahkan tahu kalau Anggi adalah wanita simpanan Paman. Jika tidak, untuk apa beliau murka saat ingin mempermalukanmu tapi malah berbalik Anggi yang kau permalukan. Andai waktu itu Anggi berhasil membuatmu malu, Nenek akan memberikan hadiah besar pada wanita murahan itu. Lalu, apa yang kau dapatkan? Kau hanya akan mendapatkan rasa sakit hati yang terus menerus. Itulah mengapa Papah dan Mamah tak keberatan aku mengejarmu, mereka akan melindungiku dan kamu jika suatu saat Paman dan Nenek tahu tentang kita. Jadi, apa lagi yang kau takutkan?” tanya Arion memberitahu apa yang Alexa tak tahu dengan memainkan rambut wanita itu.
Alexa sungguh sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Arion, ia tak menyangka kalau mertuanya mengetahui perbuatan putranya dan malah membiarkannya saja. Yang lebih membuatnya terkejut lagi, kedua kakak iparnya malah mendukung Arion untuk menjadi pebinor alias perebut bini orang.
Saat Alexa sedang melamun memikirkan perkataan Arion, pria itu malah menyatukan bibir mereka kembali, seketika Alexa membulatkan matanya, tapi sepersekian detik kemudian Alexa membalas ciuman tersebut membuat Arion tersenyum tipis penuh kemenangan karena Alexa akhirnya menerima perlakuannya.
__ADS_1
Des*han Alexa tertahan saat Arion mengusap dadanya, meski masih berbalut pakaian tidur, nyatanya mampu membuat Alexa mele*uh nikmat. Arion memberanikan diri memasukkan tangannya ke dalam pakaian tidur yang dikenakan oleh Alexa. Terasa geleyar nikmat yang menyengat dalam perut wanita itu, telah lama ia tak merasakan sentuhan seperti ini dari suaminya.
“Lexa, aku mencintaimu, kau pasti sudah mengetahui hal itu dari dulu, hanya saja kau menutup mata dan telingamu tak ingin mengetahuinya. Berpisahlah dari Paman dan datanglah dalam pelukanku, maka akan membahagiakanmu, ucapanku bukan hanya sekedar janji, tapi ucapanku akan kulakukan dan kubuktikan asal kau berpisah dengannya,” pinta pria itu dengan wajah yang sudah sayu karena ha*ratnya, meski begitu ia tak ingin lebih dari sekedar ciuman karena ia tak ingin membuat Alexa merasa direndahkan. Baginya cukup dengan ciuman saja sudah membuat Arion bertekad untuk melangkah maju memperjuangkan cintanya pada Alexa.