
“Buka kemejamu, aku akan mengobati lukamu,” titah Alexa, sedangkan Alexa berjalan ke dapur untuk mengambil kotak p3k. Saat ini mereka sudah berada di kediaman Alexa.
“Sebenarnya kau tak perlu melakukan hal ini, lagi pula ini tak parah, aku bisa mengobatinya nanti,” sahut Arion, tapi ia membuka kemejanya juga.
Plaakkk...
“AW!” pekik Arion kala Alexa memukul lukanya.
“Bukankah sakit? Jangan berlagak sok kuat di depanku, Rion, aku tak suka,” cebik Alexa, Aron malah terkekeh mendapat omelan cantik dari istri pamannya.
Yah, Alexa adalah istri dari pamannya, adik kandung dari Papahnya sendiri. Namun, meski Alexa adalah bibinya, ia memiliki perasaan istimewa pada wanita cantik yang mandiri itu. Kedekatannya saat bekerja yang membuat perasaannya terus tumbuh tanpa bisa ia hentikan karena Arion adalah rekan bisnisnya.
Perusahaan sang Papah selalu bekerja sama dengan perusahaan milik Alexa daripada milik keluarga besarnya, karena ia menganggap kerja sama dengan Alexa lebih menguntungkan daripada dengan Wesley Group, meski memang ada keuntungan tersendiri bagi Arion. Beruntung sang Papah tak mempermasalahkan hal itu, ia tak ingin ikut campur dalam urusan hati putranya.
“Jika kau mencintainya, kejarlah dengan diam, jangan memasang badan menjadi perebut istri orang. Papah menyetujui kau mengejarnya karena pamanmu yang br*ngs*k yang menyia-nyiakan berlian seindah bibimu. Saat ia terpuruk, saat itukah kau hadir untuk mengambil hatinya.” Itulah yang dikatakan oleh Jimmy, Papah dari Arion yang tak lain kakak dari Reynan.
“Tapi aku suka saat melihat senyumanmu yang begitu manis, Lexa,” ucap Arion melantur. Arion memang selalu menunjukkan perasaannya pada Alexa, meski Alexa hanya menganggapnya sebagai candaan saja karena Arion adalah keponakan suaminya.
__ADS_1
“Jangan bercanda lagi, atau aku akan membuat lukamu ini bertambah parah,” ucapnya sambil sedikit menekan kala membersihkan luka tersebut membuat Arion sedikit meringis.
“Kau memang wanita kejam, Lexa. Tapi entah mengapa aku selalu menyukaimu, bahkan rasa suka itu sudah berubah menjadi rasa cinta.” Arion tak peduli jika Alexa menganggapnya sebagai keponakan saja, nyatanya ia mencintai istri pamannya itu.
“Aku itu-“
“Iya, aku tahu, kau istri pamanku yang br*ngs*k. Aku akan menunggu saat di mana kau benar-benar dicampakkan olehnya, dan saat itu aku akan datang sebagai penyelamatmu yang sedang terpuruk. Aku tak peduli orang mau berkata apa, yang kupedulikan adalah Lexaku tak menangis lagi.” Arion langsung memotong ucapan Alexa.
“Sudah selesai, sebaiknya kau pulang sebelum Pamanmu datang.” Alexa berdiri menghindari tatapan Arion yang membuat dadanya sesak, di saat suaminya menyakitinya, keponakannya malah memberikan cinta padanya. Alexa bukannya tak tahu perasaan Arion, ia hanya tak ingin dipandang rendah saja oleh orang lain karena kedekatannya dengan keponakan suaminya itu.
“Biarkan saja Paman datang, aku tak peduli. Toh, dia juga tak peduli bagaimana perasaan istrinya saat ini, dengan seenaknya dia makan malam bersama selingkuhannya di hari yang paling membahagiakan Bibiku yang cantik ini. Mau sampai kapan kamu sabar melihatnya seperti itu, Lexa? Lepaskanlah Paman dan terimalah aku, aku janji tak akan membuatmu menangis seperti Pamanku yang bo**h itu,” sahut Arion dengan nada memelas penuh harap di akhir kalimatnya.
“Suatu saat nanti, aku pasti akan bisa membuka hatimu untukku, Lexa. Aku tak ingin melihatmu menangis terus, aku akan berusaha agar kau menerimaku, dan kupastikan kalau kau akan bahagia bersama denganku,” gumam Arion, ia pergi meninggalkan kediaman Alexa dengan tekad yang kuat untuk mendapatkan istri pamannya itu.
***
Keesokan harinya dikantor, Alexa memanggil Anggi ke ruangannya. Anggi adalah model yang berada di bawah naungan agencynya belum lama ini. Ia tak menyangka wanita yang ia tolong itu ternyata menusuknya dari belakang.
__ADS_1
“Apakah kau memanggilku, Nyonya Alexa yang terhormat?” Anggi sudah mulai berani berucap dengan nada yang kurang enak didengarnya. Alexa menatap Anggi penuh dengan amarah, ingin sekali rasanya ia menghancurkan wajah sombongnya itu agar suaminya tak lagi menyukainya.
Plaakkk...
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Anggi dari tangan lembut Riana. Wanita yang disegani oleh Alexa itu tak bisa menahan emosinya kala mengingat yang dilakukan oleh Anggi semalam pada rekan bisnisnya dan juga wanita yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu.
“Aw! Apakah kau tak wa*as, Kak Riana? Mengapa kau menamparku?” pekik Anggi memegang pipinya yang terasa panas, matanya menatap tajam pada Riana yang berada di depannya.
Plaakkk...
Satu tamparan mendarat lagi di pipi satunya membuat Anggi membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh wanita yang selalu bersikap lembut dan penyabar itu.
“Dua tamparan itu tak akan bisa menyembuhkan hati Adikku yang terluka karena perbuatanmu. Dasar wanita tak tahu diri, beraninya kau berselingkuh dengan suami dari wanita yang memungutmu dari jalanan dan membuatmu seperti saat ini. Teganya kau membalas kebaikannya dengan cara mengambil suaminya, apakah ot*kmu sudah ma*i hingga kau tak bisa berpikir dengan jernih? Masih banyak pria yang tak memiliki pasangan di luar sana, mengapa kau harus menjadi selingkuhan suami dati wanita yang telah menolongmu, hah?” emosi Riana tak terbendung lagi kala mengingat perlakuan keji yang diberikan pada Alexa, berselingkuh dengan suami wanita yang menolongnya, mungkin terdengar sangat keterlaluan dan menjijikkan.
“Itu karena Kak Lexa tak bisa memberiku apa yang Mas Reynan berikan padaku. Kak Lexa selalu saja menginginkan aku belajar dari bawah, sedangkan Mas Reynan bisa membuatku terkenal dalam waktu singkat. Bahkan Mas Reynan juga mempersiapkan tempat tinggal yang mewah untukku, tak seperti Kak Lexa yang hanya menyediakan apartemen biasa saja padahal aku seorang model, lebih tepatnya model yang berada dalam naungan agencynya, tapi Kak Lexa memperlakukan aku seperti pengem*s.” Anggi menyalahkan Alexa karena ia tak mendapatkan fasilitas yang mewah selama berada di bawah agency milik Alexa, padahal apartemen yang ditempati olehnya yang diberikan oleh Alexa adalah apartemen yang terbilang cukup mewah, tapi dasarnya ular tentu saja tak pernah merasa puas saat ada yang bisa memberinya lebih.
“Dasar wanita tak tahu malu, ini balasanmu setelah kau dipungut dari jalanan? Ini balasanmu setelah apa yang Lexa berikan saat kau mengem*s padanya dengan air mata yang memilukan itu dulu? Apakah kau tak ingat bagaimana kau mengem*s pada Adikku itu untuk diterima kerja karena kau tak memiliki uang sepeser pun untuk tempat kau berteduh? Jangankan untuk tempat tinggal, kau bahkan dalam keadaan kelaparan saat itu, apakah kau tak ingat?” Riana mengingatkan kembali saat di mana Anggi mengemis dalam keadaan menyedihkan hanya untuk sesuap nasi, karena rasa ibanya Alexa memungutnya dan dianggapnya sebagai Adik, ia bahkan memberikan apartemen yang cukup mewah pada Anggi dan juga menawarkan pekerjaan sebagai model karena Alexa melihat kecantikan pada paras Anggi, tapi ia tak menyangka kalau kebaikannya akhirnya dibalas dengan perselingkuhannya dengan suaminya sendiri.
__ADS_1
Alexa hanya diam melihat betapa emosinya Riana, ia tak berniat ikut campur meski itu masalahnya. Sebab ia tahu, kalau Riana tak akan berhenti sampai ia rasa puas meski Alexa menghentikannya.