
“Kau jangan mencari alasan untuk menutupi kesalahanmu itu. Apakah kau pikir aku tak tahu kalau kau sudah lama bermain wanita di belakangku. Bahkan sebelum kau bersama dengan Anggi, kau sudah lebih dulu bermain wanita. Apakah kau pikir berhasil membo**hiku dengan alasanmu perjalanan bisnis dan tak pulang selama seminggu? Kau menjadikan itu alasan karena kau sedang bersama dengan wanita ja**ngmu. Jadi, berhenti membuat alasan seakan kau merasa kesepian karna aku bekerja dan pada akhirnya kau berselingkuh. Aku memutuskan untuk bekerja karena kau jarang ada di rumah dan membuatku kesepian, padahal kau di sana sedang memadu kasih dengan ja**ngmu. Kalau alasanmu karena aku tak kunjung hamil, tahukah kau kalau aku berencana untuk program hamil, tapi kenyataan yang kudapatkan malah kau tertangkap basah berselingkuh, bahkan dengan modelku sendiri,” ucap Alexa mengeluarkan seluruh unek-uneknya dalam hati yang begitu sangat menyesakkan dada. Reynan terkejut mendengar hal itu dari bibir istri cantiknya itu.
“Kau tahu semua itu? Kapan kau mengetahuinya?” tanya Reynan ingin penjelasan dari pertanyaannya.
“Aku tak perlu menjawabnya, yang kuinginkan saat ini adalah istirahat karena tubuhku sangat lelah. Kalau kau memaksaku, maka aku akan pergi dari rumah ini,” sahut Alexa sedikit mengancam akan pergi.
“Baiklah, aku tak akan mengganggu tidurmu. Kau boleh kembali ke tempat tidur.” Reynan bangkit dan berjalan ke arah pintu, saat akan membuka pintu langkahnya terhenti.
“Mau ke mana kau? Apakah kau akan mendatangi wanita ja**ngmu itu?” tanya Alexa. “Semakin kau sering mendatanginya, maka aku tak akan ingin disentuh olehmu lagi,” sambungnya.
Reynan tak menjawab, ia pergi begitu saja tanpa berucap apa pun. Alexa mengepalkan tangannya erat karena kesal.
“Aku akan mencoba bertahan dan melihat mau sampai sejauh mana kau berbuat seperti itu, sampai kapan kamu selalu begitu,” gumam Alexa, ia kembali tidur di tempat tidur karena tak ingin memikirkan sesuatu yang menurutnya tak penting untuk dipikirkan.
*
Reynan mengendarai mobilnya dengan begitu santainya, ia menuju ke sebuah apartemen mewah yang ia beli untuk wanita simpanan lainnya. Ia sudah tak berselera pada Anggi yang belakangan banyak permintaannya. Mungkin karena Reynan juga sudah menemukan mainan barunya, seorang Reynan tak akan bisa berhenti menjadi seorang pemain cinta.
__ADS_1
Mobil mewah Reynan berhenti di area parkir sebuah apartemen mewah, ia turun dengan mengenakan kacamata hitamnya, terlihat begitu tampan dan cool. Ia berjalan menuju lift dan menekan tombol lantai yang ingin ia tuju. Sekitar lima menit, lift berhenti dana pintunya terbuka, Reynan berjalan keluar menuju apartemen mewah yang hanya ada satu unit saja dilantai itu dan memencet bel.
“Oh Sayang, aku rindu sekali padamu.” Seorang wanita cantik memeluk dirinya dengan begitu erat, Reynan membalas pelukan itu dan membawanya masuk ke dalam apartemen.
Mereka saling bercumbu hingga akhirnya permainan panas tak dapat lagi terelakkan. Pakaian mereka berserakan dilantai sepanjang ruang menuju sofa. Suara keramat keduanya saling beradu bagaikan alunan musik yang merdu, peluh dan saliva mereka saling bertukar dan membanjiri tubuh masing-masing, malam itu adalah malam panas bagi kedua insan yang tengah melakukan perbuatan zi*a.
“Permainanmu tak seperti biasanya, apakah kamu sedang kesal?” tanya sang wanita yang mengambil segelas wine di meja bar kecil yang ada di dapurnya.
“Dia tak mau melayaniku saat aku memintanya, padahal sudah sangat lama dia tak melayaniku, tapi saat aku memintanya dia malah menolaknya dengan begitu mudahnya,” sahut Reynan menjelaskan apa yang menjadi sumber kekesalannya.
“Jadi kau datang ke sini hanya untuk melampiaskan hasr*at yang sudah diujung karena istrimu tak mau melayanimu. Kau menjadikan aku sebagai pelampiasan?” tanya wanita itu dengan sedikit merajuk.
“Dusta, kau akan datang pada Anggi saat kau tak dalam keadaan terdesak, tapi saat kau terdesak maka yang akan kau tuju adalah aku karena jarak apartemen ini sangat dekat dengan rumah mewahmu,” ucap wanita itu dengan gaya merajuknya membuat Reynan gemas dan meremas salah satu bukit kenyal yang begitu menantang tanpa pembungkusnya itu.
“Aku sudah memindahkan dia ke apartemen yang agak jauh agar dia tak mengganggu kita, kamu tenang saja, apartemen itu meski kuberikan padanya, tapi tak sebanding dengan apartemen yang kuberikan padamu.” Reynan mencoba menghibur wanitanya itu.
“Kau janji akan meninggalkannya demi aku, tapi kau masih membantunya membelikan apartemen,” protes manja wanitanya.
__ADS_1
“Apakah kau lebih ingin apartemen miliknya daripada apartemen mewah yang kuberikan ini? Dia bahkan tak pernah kuberikan apartemen mewah sebelumnya karena dia telah menempati apartemen milik Alexa. Kupikir Alexa memberikan padanya, ternyata dia hanya menempatinya saja,” tanya Reynan.
“Apakah kau akan tega membiarkan aku menempati apartemen kumuh itu? Aku akan gatal-gatal saat menempatinya.”
“Tak mungkin aku tega, jika aku tega maka tak mungkin kau akan berada di sini sekarang. Aku lelah, maukah kau memijatku seperti biasa?” Reynan mengalihkan pembicaraannya agar wanitanya tak membahas wanita lain lagi.
“Baiklah, aku akan memijatmu, ayu kita ke kamar,” ajak wanitanya, mereka pun beranjak menuju kamar.
***
Pagi hari Alexa tak mendapati suaminya dikamar itu, ia sudah bisa menebak kalau suaminya itu pasti bermalam dengan wanita ja*angnya. Alexa tak ambil pusing, ia langsung bersiap untuk pergi ke kantornya. Setelah sarapan paginya yang selalu ia lewati dengan membosankan karena ibu mertuanya yang selalu menyindirnya, akhirnya ia pergi juga.
Andai tak ada Jenny, ia sudah malas ikut makan di meja makan bersama dengan mertuanya yang julid dan memiliki bibir berbisa itu. Rasnya ia ingin melewatinya begitu saja dan tak ingin bertemu muka dengan Ibu mertuanya. Namun, apalah daya, ia adalah menantu di rumah itu dan harus mengikuti peraturannya.
“Sabar yah, Kak. Mamah memang seperti itu orangnya,” ucap Jenny mencoba menghibur kakak iparnya yang sedang sibuk dengan mengendarai mobilnya. Biasanya Jenny akan pergi dengan diantar sopir, tapi pagi ini ia memutuskan untuk ikut bersama dengan Alexa.
“Kamu tak perlu merasa tak enak seperti itu, aku sudah terbiasa kok. Lima tahun bersama, tentunya sudah tak aneh dan terkejut lagi,” sahut Alexa dengan senyum merekah di wajahnya.
__ADS_1
“Kau memang kakak ipar yang terbaik di dunia, Kak. Aku beruntung memiliki kakak ipar sepetimu, tapi sayangnya kamu yang si*l karena mendapatkan Kakakku yang breng**k itu,” ungkap Jenny menggambarkan perasaannya.
“Tak perlu dikatakan lagi, jika tiba saatnya aku sudah tak mampu, pasti akan ada jalannya.”