
“Gantilah dulu pakaianmu, aku sudah meminta seseorang membawakan coklat panas kesukaanmu agar kau sedikit hangat.” Arion memberikan pakaian yang sudah ia minta asistennya siapkan agar dikenakan oleh Alexa.
“Thank you.” Alexa mengambil pakaian itu dan beranjak pergi menuju kamar mandi guna berganti pakaian.
“Keluarlah, aku tahu kalian ada dibalik pohon itu. Apakah tak lelah mengintip sambil berbisik sepeti itu,” ucap Arion yang sudah memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
Dua orang wanita cantik pun keluar. “Haish, kukira kau tak menyadarinya, Rion. Ternyata memang tak bisa memata-mataimu,” gerutu salah satu wanita yang sedikit lebih tua.
“Kak Ri, kalian itu sangat kekanak-kanakan tahu. Apakah kalian akan menghalangiku untuk mendekati Lexa setelah kalian tahu bagaimana busuknya Pamanku itu? Aku tulus mencintainya dan berniat ingin membahagiakannya, bukan ingin menyakitinya seperti yang dilakukan oleh Paman bo*ohku itu,” protes Arion yang ternyata wanita itu adalah Riana.
Wanita satunya menggeleng dengan segera. “Enggak, aku tak berniat menghalangimu, Kak Rion. Aku malah setuju kalau kamu mendekati Kak Lexa, aku ingin dia tersenyum bahagia. Belakangan dia selalu murung memikirkan ingin program bayi tabung.”
“Yang dikatakan oleh Vanya benar, kami tak akan menghalangimu. Aku berharap kamu bisa membuat dia tersenyum lagi, aku juga cukup tahu bagaimana perlakuan Rey padanya. Berkali-kali aku memergoki pria itu bersama dengan wanita lain, tapi aku tak sanggup mengatakannya pada Lexa karena tak ingin dia tertekan, terlebih dia berencana ingin melakukan prosedur bayi tabung agar memiliki keturunan bersama dengan pria br*ngs*k itu.” Riana dengan segera menyetujui apa yg dikatakan oleh wanita yang ternyata adalah Vanya.
“Terima kasih yah karena kalian mendukungku meski sebenarnya apa yang kulakukan ini salah, tapi aku sudah tak bisa lagi melihat Lexa disakiti seperti itu sedang dia tak menyadari perbuatan suaminya, aku sangat berterima kasih pada Anggi yang sudah membongkar kelakuan Paman pada Lexa.” Arion benar-benar sangat bersyukur atas apa yang dilakukan oleh Anggi tentang mengatakan hubungannya dengan Reynan.
Riana menepuk bahu Arion. “Kami berharap padamu untuk membuatnya bahagia. Kalau begitu, kami pergi dulu, takut Lexa kembali.”
__ADS_1
“Hm.”
Riana dan Vanya segera pergi meninggalkan tempat tersebut dan tak lama Alexa pun datang setelah berganti pakaian.
“Kau bicara dengan siapa?” tanya Alexa yang penasaran keponakan suaminya itu bicara dengan siapa karena ia tak bisa mendengarnya dengan jelas dari dalam kamar mandi, ia hanya mendengar Arion bicara dengan seseorang.
“Bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang mengantarkan makanan saja. Sudah jam makan siang, temani aku makan,” sahutnya tak mengatakan yang sebenarnya pada Alexa, ia malah mengajak wanita cantik itu makan.
“Ah, kebetulan aku sudah sangat lapar.” Alexa duduk di sofa depan meja yang sudah tersaji makanan, ia mengambil secangkir coklat yang sudah hangat dan menyeruputnya, Arion sempat meminta seseorang untuk mengantarkan coklat panas dan makanan untuk mereka makan siang.
Arion mengulurkan tangannya dan mengusap coklat yang menempel pada sudut bibir Alexa. “Kamu itu benar-benar seperti anak kecil yah, Lexa. Minum begini saja sampai belepotan seperti ini,” ucapnya dengan terkekeh, Alexa tertegun sejenak dan jantungnya sedikit berdegup, sering sekali Arion melakukan hal kecil seperti itu yang membuat dirinya menjadi salah tingkah, meski ia tahu keponakan suaminya itu sudah terang-terangan mengatakan cinta dan semua orang pun mengetahuinya, tapi bagi Alexa tetap saja ia menganggap Arion adalah keponakan suaminya.
Alexa memukul tangan Arion pelan.”Ish, jangan sembarang sentuh, nanti orang bisa salah paham dan mengiranya aku sedang berkencan dengan berondong,” serunya.
“Biarkan saja, toh pada akhirnya nanti kau juga akan menjadi milikku, Lexa. Biarkan mereka berpikir sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Jika mereka berpikir aku memiliki hubungan spesial denganmu, maka dengan senang hati aku akan mengatakan iya pada mereka.” Arion bukannya menyangkal, ia malah menyetujui hal itu. Tentu saja, karena Arion memang benar mencintai Alexa dan berniat merebut istri pamannya itu dari pelukan sang paman.
“Dasar,” cebik Alexa. “Dahlah, aku lapar, mau menikmati makanan bukan mau mendengarkan omong kosongmu.” Alexa mulai menyantap makanan yang berada di depan matanya, ia makan begitu lahap setelah kedinginan karena Arion menceburkannya ke dalam kolam yang begitu dingin. Arion asyik menatap wanita yang ia pujanya itu dengan senyuman merekah, rasanya begitu bahagia melihat wanita yang dicintainya ceria kembali meski ia tahu hati Alexa sebenarnya sedang terluka.
__ADS_1
Selesai makan siang, Alexa kembali ke ruangannya untuk berkutat kembali dengan pekerjaannya. Ia tak ingin berlarut dengan masalah perselingkuhan suaminya, ia menyadarinya mungkin Reynan ingin segera memiliki keturunan makanya berselingkuh, karena pernikahannya yang kelima mereka belum juga memiliki momongan. Sebenarnya Alexa ingin mengatakan rencananya melakukan prosedur bayi tabung pada suaminya setelah unniversary, tapi hal itu harus ia urungkan lantaran Anggi yang mengungkap perselingkuhannya dengan suaminya.
“Aaah, akhirnya selesai juga.” Alexa mengangkat kedua tangannya ke atas untuk meregangkan ototnya yang kaku karena beberapa jam berdiam di atas kursi kebesarannya.
“Mau pulang bersama?”
Alexa terkejut kala melihat Arion yang ternyata sudah berada di ruangannya, pria itu malah sudah duduk di sofa empuknya.
“Kapan kamu datang? Dan sejak kapan kamu sudah duduk di sana?” tanya Alexa yang terkejut, Arion terkekeh geli.
“Kamu tuh lucu yah, aku masuk bersama Vanya tadi saat dia memberikan berkas untuk kau tandatangani, aku bahkan melambaikan tangan padamu, bisa-bisanya kamu bertanya kapan aku datang dan sejak kapan aku sudah duduk di sini.” Arion menggelengkan kepalanya, ingin sekali ia menepuk dahi wanita cantik yang menjadi pujaan hati ya itu. “Untung cinta,” gumam Arion lirih hingga Alexa tak mendengarnya.
***
Setelah jam makan siang, Alexa melanjutkan pekerjaannya. Vanya dua kali datang ke ruangannya untuk memberikan berkas yang harus ditandatangani olehnya. Saat sore hari Vanya masuk ke dalam ruangan Alexa untuk yang kedua, Arion juga masuk dan menyapa Alexa. Hanya saja karena begitu sibuknya ia, jadi Alexa hanya tersenyum pada Arion tanpa menyapanya, Arion langsung saja duduk di sofa yang berada di dalam ruangan tersebut menunggu wanita pujaannya selesai dengan pekerjaannya.
Arion asyik memerhatikan Alexa yang sedang sibuk bekerja, ia seperti tak memiliki pekerjaan, sangat santai dan kapan saja bisa menemui Alexa. Hingga pada akhirnya Alexa selesai dengan pekerjaannya dan mengangkat kedua tangannya ke atas untuk meregangkan ototnya yang kaku karena terlalu lama duduk. Tiba-tiba saja Arion bersuara, tentu saja hal itu membuat Alexa terkejut.
__ADS_1