
“Kak Lex...a.” Vanya yang masuk ingin mengatakan kalau pihak dari Litto Group sudah menelepon seketika terpotong karena melihat pemandangan yang tak seharusnya, Reynan dan Anggi tengah saling pandang dengan begitu mesra meski mereka nyatanya sedang berkenalan.
“Ada apa, Van?” tanya Alexa yang membuyarkan lamunan Vanya karena pikirannya seketika sedang memikirkan yang tidak-tidak.
“Ah, anu, ini pihak dari Litto Group sudah menghubungi, apakah model yang akan digunakan sudah siap atau belum,” sahut Vanya dengan nada yang tergagap akhirnya mengatakan maksud kedatangannya.
“Baiklah kalau begitu. Ayu Anggi, aku akan membawamu bertemu dengan perwakilan dari Litto Group. Sayang, maaf yah aku tinggal sebentar, tak apa kan?”
“Kamu sibuk saja tak apa, aku akan kembali ke kantor, nanti kita bertemu di rumah saat makan malam oke. Aku tak ingin mengganggu istriku yang sedang sibuk ini.” Reynan menghampiri Alexa dan meraih pinggangnya, ia merapatkan tubuh Alexa pada tubuhnya dan mencium bibir istrinya itu sekilas di depan para karyawan Alexa, pemandangan hal seperti itu sudah biasa bagi mereka yang berada di dekat Alexa, tapi tidak bagi Anggi, ia seketika membulatkan matanya karena Reynan sekilas melirik padanya.
Beruntung Arion tak ada untuk menyaksikan kemesraan yang dianggapnya menjijikkan itu, pasalnya ia sangat kenal betul siapa pamannya itu, dia adalah penjahat wanita yang kerap bergonta ganti wanita di belakang Alexa.
“Kalau begitu aku pergi yah, aku akan pulang cepaf sore nanti untuk membuatkan hidangan makan malam kita.” Alexa mengusap wajah Reynan yang mulus tanpa ada sehelai rambut halus yang tumbuh di wajahnya.
Alexa pergi membawa Anggi serta pergi meninggalkan Reynan di ruangannya, sejenak kala berjalan meninggalkan ruangan tersebut, Anggi menoleh menatap pada Reynan, dan memang dasar buaya darat, Reynan memberi kedipan matanya pada Anggi membuat wanita itu seketika tersenyum, Anggi merasa kalau suami dari wanita yang telah menolongnya itu tertarik padanya.
***
“Sayang, boleh ambilkan Sampanye yang kemarin kubeli, sepertinya enak diminum sambil kita makan malam, biar sedikit lebih romantis,” pinta Reynan sebelum mereka makan malam, sore tadi Alexa sengaja pulang cepat setelah selesai dengan Anggi, dan ternyata pihak Litto menginginkan Anggi untuk menjadi modelnya.
“Baiklah, kamu tunggu dulu, aku ambilkan.” Alexa bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur untuk mengambilkan apa yang diminta oleh suaminya, kebetulan ponselnya ia tinggal di atas meja begitu saja.
Setelah Alexa pergi, Reynan langsung meraih ponsel milik istrinya itu, ia mencari nomor ponsel yang dicarinya.
“Ah ketemu,” ucapnya lirih karena mendapatkan nomor ponsel yang dicarinya, ia lalu mengirim pesan pada pemilik nomor tersebut.
[Selamat malam bidadari cantik, ini aku, Reynan. Masih ingat kan?] ucapnya dengan gombal yang selalu ia lontarkan pada setiap wanita yang diincarnya, Reynan mengirim pesan tersebut senyum merekah di wajahnya.
“Kenapa, Sayang? Kok kamu senyum-senyum sendiri? Apa ada yang lucu?” tanya Alexa yang baru saja tiba membawa ember khusus berisi es batu untuk tempat sampanye dan dua gelas untuk mereka minum.
__ADS_1
Reynan langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. “Tidak ada apa-apa kok, ayu lanjutkan makannya, aku belum kenyang, makananmu sungguh menggugah selera membuatku selalu tak bisa berhenti makan,” sahutnya seraya memuji makanan istrinya itu, tentu saja Alexa akan merona kala suami yang dicintainya itu memuji masakannya.
Sementara di apartemen milik Alexa, Anggi tersenyum membaca pesan tersebut. “Aku balas tidak yah? Tapi dia kan suaminya Kak Lexa, kalau aku balas berarti aku menghianatinya dong. Tapi kelihatannya pria itu tertarik padaku,” gumam Anggi masih mempertimbangkannya karena mengingat Alexa yang telah menolongnya.
“Ah, biarkan saja deh,” akhirnya Anggi mengambil keputusan untuk tak menghiraukannya.
Namun, saat tengah malam, nomor Reynan yang belum tersimpan oleh Anggi menelepon dirinya, sejenak ia mengerutkan keningnya.
“Dia sampai telepon, aku angkat tak yah?”
***
“Sayang, maafkan aku yah, aku masih ada kerjaan, kamu bisa kan tidur sendiri? Aku harus menyelesaikan pekerjaanku diruang kerjaku,” alasan Reynan, kala itu jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan keduanya baru saja selesai dengan adegan panas ran*ang mereka.
Alexa menganggukkan kepalanya. “Hm, jangan tidur terlalu malam yah. Aku akan tidur duluan karena lelah banget,” sahut Alexa yang tak memiliki curiga pada suaminya itu.
“Hallo,” terdengar suara yang begitu lembut menggoda dari seberang sana membuat Reynan yang mata keranjang menjadi berhas*at.
“Mengapa tak membalas pesanku, hm?” tanya Reynan.
“Maaf, Anda adalah suami dari majikan saya, apakah pantas bagi saja membalas pesan Anda?” sahut Anggi yang masih terdengar wajar, tapi sebenarnya jauh dalam perasaan Anggi, ia berharap Reynan akan mengejar dirinya meski pria itu suami dari majikannya.
“Why not? Aku yang lebih dulu memulainya, kenapa tidak kamu membalasnya. Aku hanya ingin mengenal lebih dekat kamu, apakah kamu bersedia?” ucap Reynan seakan ucapan itu yang dinanti oleh Anggi karena di seberang sana Anggi seakan tersenyum senang.
“Tapi, apakah Kak Lexa tak akan marah jika mengetahuinya?” tanya Anggi kembali ingin kepastian.
“Jangan sampai dia tahu, kamu tenang saja, jika kamu mau bersama denganku, maka semua kebutuhanmu akan kupenuhi dan juga kariermu sebagai model pendatang baru akan aku permudah jalannya,” tawaran yang sungguh menggiurkan bagi wanita yang kurang iman seperti Anggi, ia tak mungkin bisa menolak tawaran yang menggiurkan itu.
“Bailah kalau itu yang Tuan inginkan, aku tak bisa menolaknya lagi,” tentu saja Anggi tak akan menolak tawaran menggiurkan itu.
__ADS_1
“Kirim alamat rumah kamu, esok aku akan datang,” pinta Reynan.
“Aku tinggal di apartemen milik Kak Lexa, apakah Anda tak tahu alamat apartemennya?”
“Aku tak tahu kalau istriku memiliki apartemen lain,” ucap Reynan yang memang tak mengetahui apartemen milik Alexa.
“Kok bisa, ya sudah nanti aku sharelok alamatnya oke.”
“Baiklah, bye, Sayang, se you, muaaachhh....”
Esok harinya Reynan mendatangi alamat apartemen yang di sharelok oleh Anggi, mereka bertemu untuk yang kedua kalinya tapi kini sangat intim karena keduanya langsung melakukan adegan ranjang.
“Mengapa tak katakan kau masih vir*in?” tanya Reynan setelah mereka selesai dengan adegan panas yang sungguh sangat menguras tenaga tapi nik*at itu.
“Karena ini hadiah untuk Anda, Tuan. Bukankah Anda menyukai hadiah yang kuberikan ini?” sahut Anggi dengan nada sesensual mungkin agar Reynan tergoda kembali.
“Ah, kau sungguh menggodaku, membuatku tak bisa menahannya, Baby.”
Benar saja, Reynan langsung bereaksi, mereka melakukan adegan panas tersebut untuk yang kedua kalinya.
“Apakah kau ingin belanja?” tanya Reynan kala mereka sudah rapi.
“Apakah aku boleh membeli apa pun yang kuinginkan?” Anggi balik bertanya dengan nada kegirangan.
“Tentu, apa pun yang kau mau, boleh kau beli. Aku akan membelikannya untukmu, Sayang.”
Dan mulai saat itu keduanya saling berhubungan hingga saat ini. Tanpa sepengetahun Alexa tentang perbuatan suami dan wanita yang ditolongnya, ia juga memberikan apartemen miliknya yqng ditempati oleh Anggi pada wanita itu. Alexa bahkan selalu memberikan job besar pada Anggi hingga ia dikenal publik, Anggi melihat Alexa bagaikan wanita bo**h yang dengan mudahnya dimanfaatkan.
FLASH BACK OFF
__ADS_1