
“Ada apa sih, Sayang? Pagi-pagi kau sudah marah-marah,” tanya seorang pria yang memeluk Anggi dari belakang, pria itu mengecup tengkuk leher Anggi membuat wanita itu meremang.
“Kau lihatlah berita hari ini, semuanya menayangkan dan mengatakan betapa dermawannya istrimu itu, bahkan beritanya menjadi trending topik di ,” kesal Anggi pada pria yang ternyata adalah Reynan.
“Mengapa kau harus marah? Bukankah kau sudah memilikiku? Apakah mengambilku darinya tak membuatmu puas?” tanya Reynan kembali masih asyik menciumi bagian sensitif Anggi, tangannya bahkan sudah bermain di area bagian depan yang begitu menantang.
“Kau dan berita itu lain, Sayang. Kau adalah hidupku, aku tak bisa hidup tanpamu. Aku hanya butuh berita itu untuk menunjang karierku lagi, agar seluruh media melihat betapa baiknya aku,” sahut Anggi dengan nada terbata karena Reynan sudah mulai nakal.
“Berita itu akan menghilang dengan seiringnya waktu, aju yakin berita itu tak akan lama, paling hanya bertahan satu hari, jadi untuk apa kau risaukan. Lebih baik kau manja saja diriku ini yang sedang kehausan akan sentuhan cintamu.” Reynan tak berfokus pada apa yang dikatakan oleh Anggi, yang ia pedulikan saat ini adalah rasa hausnya harus segera diobati oleh sentuhan dari Anggi.
Anggi berbalik dan menangkup wajah Reynan. “Jangan pernah tinggalkan aku apa pun yang terjadi.” Anggi memagut bibir Reynah dengan begitu ganasnya bak seorang yang tengah kehausan dan baru saja menemukan air untuk melepas dahaganya yang membuat tenggorokannya kering.
*
Di tempat lain saat jam makan siang, Alexa sedang melakukan pertemuan dengan Miss Floren dari Flora Group dan Tino dari Litto Group. Ia ingin membahas perihal Anggi yang akan diberhentikan oleh dirinya karena ini masih menyangkut kerja sama antara perusahaannya dengan perusahaan mereka. Alexa tak , ia ditemani oleh Arion sebagai pertner bisnisnya.
“Saya sangat terkejut atas undangan makan siang dari Nona Alexa, saya pikir kita akan makan siang hanya berdua saja, tapi ternyata ada Miss Floren dan juga Tuan Arion, calon pewaris Red Sky Group,” ucap Tino seakan ia tak senang kalau ada orang lain yang ikut makan siangnya dengan Alexa, Tino memang mengagumi sosok Alexa yang pekerja keras, mandiri dan kuat.
“Itu tak akan pernah saya biarkan, Tuan Tino. Saya akan selalu menjadi bagian dari Alexa saat dia akan bertemu seseorang.” Arion segera menanggapi ucapan Tino.
“Apakah kau obat nyamuk? Mungkin jika tak ada Miss Floren kau sudah menjadi obat nyamuk yang bisan mendengarkan percakapanku dengan Nona Alexa,” tanya Tino seakan menyindir.
__ADS_1
“Tidakkah kalian bisa tak perlu berdebat? Bukankah kita berkumpul di sini karena Nona Alexa akan menyampaikan sesuatu yang penting?” Miss Floren yang jengah akhirnya angkat bicara, Alexa hanya terkekeh melihat perselisihan antara dua pria keras kepala tersebut, ia begitu mengenal kedua pria yang suka berselisih kala bertemu itu.
“Baiklah, yang waras ngalah. Karena aku waras, jadi aku akan mengalah.” Arion mengangkat tangannya dan meletakkan perlahan di atas meja.
“Kau menganggapku tak waras, Rion,” pekik Tino dengan tatapan menghunus bak anak panah yang siap untuk dilepaskan pada lawanya dengan kejam.
Arion mengerutkan keningnya menatap Tino. “Aku tak bicara sepeti itu, tapi jika kau tersinggung itu tandanya kau merasa,” sahut Arion dengan santainya.
“Kau-“
“Sudah-sudah, kalian itu kalau bertemu sudah seperti tom & jerry saja yang kerjaannya berantem.” Alexa melerai keduanya. “Aku mengundang kalian makan siang karena ada yang ingin kubicarakan, ini sangat penting karena jika aku mengambil keputusan sendiri, takutnya kalian akan marah padaku,” sambungnya, Alexa mulai angkat bicara.
“Iya, tapi lain kali kau tak perlu mengajaknya juga saat kita bertemu atau ingin mendiskusikan sesuatu, mataku sakit melihatnya,” sambung Tino segera.
Sebagai info, Alexa dengan Floren dan Tino memang memiliki hubungan persahabatan yang cukup baik. Ketiganya pernah berada di satu universitas yang sama, bahkan jurusan yang sama yaitu bisnis. Floren dan Tino mengenal Arion hanya saat mereka melakukan kerja sama, di situlah mereka kenal dan akrab seperti saat ini.
Alexa bangkit dari duduknya. “Baiklah, jika kalian tak ingin mendengarkanku, aku akan pergi saja, mungkin aku hanya akan bicara pada Floren saja.”
“Jangan,” sahut keduanya dengan bersamaan.
“Cih.” Arion berdecih.
__ADS_1
“Rion,” panggil Alexa.
“Oke-oke, aku akan diam.” Arion mengalah dengan menyeleting bibirnya dan duduk manis, sungguh terlihat manis sekali bak anak kucing anggora yang menggemaskan.
“Jika kalian sudah tenang dan tak menyela ucapanku lagi, maka aku akan melanjutkannya,” ucap Alexa sebelum melanjutkan ucapannya. Arion hanya menganggukkan kepalanya dengan bibir tertutup rapat.
“Baiklah,” sahut Tino.
“Begini, aku berencana memberhentikan Anggi dalam waktu dekat karena suatu masalah, jika kalian keberatan, silakan kalian masih lanjutkan memakainya sebagai model kalian, tapi kerja sama kalian dengan Vien Group berakhir karena Anggi sudah bukan lagi bagian dari Vien Group. Tapi jika kalian beralih pada model yang lain, aku akan menyarankan Ajeng untuk menggantikannya, dia memang masih baru, tapi aku yakin dia akan bersinar melebihi Anggi, dan tentunya kerja sama di antara kita juga tak akan berhenti,” ucap Alexa akhirnya mengatakan apa yang ingin ia sampaikan. Sontak keduanya sangat terkejut mendengar penuturan dari Alexa, setahu mereka Anggi adalah model kesayangannya.
“Why? Ada apa, Beb? Mengapa kamu tiba-tiba memberhentikannya? Bukannya dia model kesayanganmu?” tanya Floren yang tak mengerti ada apa sebenarnya.
“Dia dan Reynan berselingkuh dari awal masuk dunia modeling, dan bo**hnya aku tak mengetahui hal itu selama ini,” sahut Alexa mengatakan yang sebenarnya.
“Dasar pria bo**h, menyia-nyiakan berlian demi kerikil sepertinya,” cebik Tino kesal.
“Apakah Reynan tak berpikir dia kali saat melakukan hal itu? Kau lebih segalanya dari dia, bahkan kau tak bisa dibandingkan dengannya.” Floren ikut kesal.
Alexa tersenyum. “Sudahlah, aku sudah tak ingin memusingkan masalah itu, yang ingin kulakukan saat ini adalah mengeluarkan dirinya dan menggantinya dengan yang baru. Akan kubuat Ajeng melebihi dirinya.”
“Oh Sayang, kau memang berhati malaikat. Dari kuliah kau memang selalu baik dan lembut pada orang, aku sangat mencintaimu, Beb.” Floren memeluk Alexa dengan begitu erat dan mengusap punggungnya lembut.
__ADS_1
“Terima kasih, Flo. Kau juga sahabat yang terbaik dari dulu,” balas Alexa.
“Lex, aku memang sudah sangat cocok dengan kinerja Anggi, dia selalu melakukan apa yang menjadi keinginanku selama ini, pekerjaan dia sangat totalitas,” ucap Tino setelah semuanya duduk dengan tenang setelah sesi saling peluk antara wanita, Tino menjeda kalimatnya membuat Alexa menunggu kelanjutan keputusan dari pihak Litto Group.