Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati

Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati
Episode 13 > Pemutusan kontrak


__ADS_3

Tino menarik napasnya dalam dan menghembuskannya dengan sangat tak rela.


“Aku akan memutuskan kontrak dengannya dan menggantinya dengan Ajeng atau Angel,” ucap Tino kemudian, ia terlihat seperti tak rela karena Anggi sudah bekerja selama satu tahun lebih lamanya padanya dirinya.


Alexa tersenyum. “Jika kau berat, maka jangan lepaskan. Kau boleh terus menggunakannya, tapi tak akan ada kerja sama antara kita. Kau bisa mengklaim dirinya sebagai model pribadi perusahaanmu,” sahut Alexa dengan lembut, ia tak ingin karena keputusannya membuat Tino menjari terbebani.


“Tidak, aku akan tetap pada keputusanku. Meski berat, aku tak ingin menggunakan model yang bermasalah dan memiliki skandal. Aku yakin pada keputusanmu untuk membuat Ajeng menjadi model yang lebih baik. Bukankah saat dulu kau memberikan Anggi pada perusahaanku juga dia masih amatir? Jadi, aku akan menerimanya dan akan ikut ambil andil dalam menempa model baru ini,” tolak Tino dengan tegas meski hatinya sedikit berat, ia tak ingin menggunakan model yang memiliki skandal memalukan, apalagi yang dijeratnya adalah suami dari bosnya sendiri.


“Aku juga akan ikut andil dalam menempa model baru itu. Wajahnya sangat lugu dan cocok untuk tema fashion yang akan kuluncurkan bulan depan,” timpal Floren.


“Terima kasih yah, dan maaf karena masalah rumah tanggaku, kalian menjadi ikut repot. Mari kita lakukan yang terbaik untuk perusahaan kita. Rion akan mengurus semua persiapan Ajeng nantinya,” ucap Alexa dengan perasaan bahagianya karena kedua sahabatnya mengerti akan dirinya.


Mereka melanjutkan obrolan sambil memakan makanan yang tadi mereka pesan. Sejenak pikiran gundah gulana Alexa menghilang karena berkumpul dengan para sahabatnya. Arion terus saja menatap pada Alexa yang hari ini akhirnya bisa tertawa lebar.


*


Hari berlalu, Alexa memanggil Anggi untuk ke ruang meeting, di dalam ruangan tersebut sudah ada Arion selaku wakil pendukung perusahaan, Riana wakil presdir dari Vien Group, Vanya sebagai asisten Alexa, Michele sebagai MUA dari Vien Group, Jenny sebagai penata busananya, Angel selaku model terbaik Vien Group saat ini dan Ajeng yang akan direkomendasikan menjadi pengganti Anggi nantinya.


Di dalam ruangan, terlihat sangat menegangkan kala Anggi datang dengan begitu tak tahu malunya dan merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan pada wanita yang pernah menolongnya hingga ia berada dititik saat ini. Riana terlihat muak melihat wajah Anggi yang tanpa sengaja memperlihatkan senyum bahagianya alih-alih memasang wajah menyesal dan bersalah.


“Dasar wanita tak tahu malu dan tak tahu terima kasih,” cebik Riana yang kesal dengan senyuman merekah di wajah Anggi.

__ADS_1


“Tersenyumlah kau dengan lebar, setelah ini kau akan menangis darah,” timpal Jenny yang tak suka melihat wanita yang telah menggaet kakaknya itu dan menyakiti kakak iparnya.


“Jangan sinis seperti itu, calon Adik ipar. Kita akan menjadi satu keluarga nantinya, dan kita akan sering bertemu dalam satu meja,” ucap Anggi dengan begitu percaya dirinya membuat Jenny tertawa.


“Hahaha, punya level apa kau ingin masuk dan menjadi bagian dalam keluarga Wesley? Sampai ma*i pun kau tak akan mampu menjadi bagian dari keluarga Wesley, akan kupastikan itu.” Jenny dengan tawanya yang begitu geli menatap tajam pada Anggi yang kesal karena Jenny begitu merendahkannya.


“Aku pun tak sudi memiliki keluarga tak tahu diri sepertimu, kau berasal dari solokan dan akan kembali ke solokan, tempatmu memang cocoknya di sana.” Arion yang mu*k melihat wajah Anggi ikut menimpali perkataan bibi kecilnya itu dengan seringai merendahkan.


“Kau bisa berkata seperti itu, tapi jika Kakak dan Pamanmu sudah membuat keputusan dan menginginkanku sebagai istrinya, kalian tak akan bisa berbuat apa-apa,” ucap Anggi menegaskan.


“Mimpi, Kak Lexa seribu persen jauh lebih baik darimu, jadi tak mungkin juga Mamah akan membuangnya dan menerima kerikil dari solokan sepertimu, itu tak akan terjadi,” balas Jenny.


“Kau.” Anggi mengepalkan tangannya dan menunjuk pada wajah Jenny dengan raut wajah yang sudah kesal.


Vanya membisikan sesuatu pada Alexa yang membuat wanita itu tersenyum senang.


“Jen, lebih baik kita duduk, yang ditunggu sudah datang. Van, persilakan mereka masuk karena rapat akan segera kita mulai,” titah Alexa pada Jenny dan Vanya.


Keduanya menuruti perintah Alexa, Jenny duduk dengan tenang dan Vanya berjalan menuju pintu untuk menyambut orang yang Alexa tunggu. Vanya datang bersama dengan pihak Litto Group dan Flora Group.


“Pagi semuanya, maaf membuat kalian menunggu,” sapa Floren dengan begitu ramahnya, ia memang selalu ramah pada siapa pun, sedangkan Tino hanya diam dan duduk dengan wajah dinginnya.

__ADS_1


“Oke, karena yang kita tunggu sudah datang, mari kita mulai rapatnya,” ucap Alexa.


Wanita cantik itu memberikan dokumen pada Anggi, Anggi yang sudah biasa dalam ikut serta rapat tersebut tersenyum dengan percaya diri karena biasanya kedatangan kedua orang dari dua perusahaan hebat itu akan memperpanjang kontrak dengannya.


“Apa ini? Kau ingin menyingkirkanku dari perusahaan? Dan juga kontrak kerja samaku dengan Litto dan Flora Group juga dibatalkan secara sepihak, maksudnya apa? Mengapa kalian tak mendiskusikannya terlebih dulu denganku?” tanya Anggi yang terkejut setelah melihat isi dari dokumen itu.


“Siapa kau hingga kami harus mendiskusikan keputusan kami padamu?” tanya Floren dengan wajah tak sukanya.


“Bukan begitu, Miss Flo. Kita sudah bekerja sama lebih dari satu tahun, bukankah tak adil jika Anda memutuskan kontrak secara sepihak, Anda akan dikenakan denda akan hal itu,” sahut Anggi yang membicarakan tentang hukum membuat Floren tertawa.


“Kau pikir aku akan kehilangan uang? Apakah kau tak membaca kontrak kerja sama kita? Yang akan didenda saat melanggar kontrak itu kamu, bukan aku atau Tuan Tino, karena kamu sebagai karyawan kami yang kami sewa untuk menjadi model brand ambasador perusahaan kami, dan kami yang membayar jasamu. Kau membicarakan adil tak adil dengan kami? Lalu, apakah kau berpikir terlebih dulu saat memutuskan untuk berselingkuh dengan suami dari Bosmu sendiri? Wanita yang telah menolongmu dan membuatmu menjadi seperti ini?” ucap Floren dengan wajah tak sukanya memandang pada Anggi dengan pikiran tak habis pikir.


“Saya berada dititik sekarang ini karna usaha saya sendiri, bukan karena Alexa. Masalah hubungan saya dengan kekasih saya tak ada hubungannya dengan kerja sama kita. Aku tak terima keputusan ini,” ucap Anggi dengan begitu arogannya tak ingat siapa dirinya dan apa posisinya membuat semua yang ada di dalam ruangan itu menatap jijik padanya.


“Sungguh tak tahu diri sekali kamu sebagai wanita yang tak memiliki apa pun. Jika sahabatku tak menarikmu dan menawarkanmu pada kami, apakah kamu pikir bisa berada dititik ini saat ini? Kau hanya akan menjadi gembel di jalanan yang mengemis belas kasih orang hanya untuk sesuap makanan. Harusnya kau bersyukur karena Alexa sudah memungutmu dari kehinaan itu, bukan malah bertingkah menjijikkan seperti itu,” kesal Floren yang geram dengan sikap Anggi.


“Heh, beraninya kalian mengungkit masa lalu. Ingat, tanpaku sebagai model brand ambasador kalian, perusahaan kalian akan mengalami masalah karena tak ada model sebaik diriku,” cebik Anggi.


“Kata siapa? Kami sudah memiliki kandidat penggantimu yang akan melampauimu. Jangan terlalu meninggikan diri sendiri padahal kualitasmu rendah,” ucap Riana yang akhirnya angkat bicara karena kesal dengan bibir Anggi.


Anggi yang kesal berdiri sambil menggebrak meja meeting, ia hendak pergi dari ruangan itu, kakinya sudah melangkah beberapa langkah.

__ADS_1


“Ingat untuk segera meninggalkan perusahaanku, dan jangan lupa juga tinggalkan apartemenku karena aku akan ditempati oleh Ajeng dalam beberapa waktu dekat.” Alexa mengingatkan Anggi untuk segera angkat kaki dari perusahaannya dan meninggalkan apartemen miliknya, Anggi tak membalas, ia pergi dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun.


__ADS_2