
Jeny sampai lebih dulu di hotel Century, di mana Kakak dan wanita yang sedang berkencan dengan Kakaknya berada. Tak lama motor yang dikendarai oleh Michele dan ditumpangi oleh Alexa tiba, dengan penuh emosi Alexa melepas helmnya dan melemparnya ke sembarang arah. Dengan gelagapan Michele menerima helm tersebut sambil terlatah.
“Eh copot, lontong sayur enak, astogel, Beb,” latah Michele dengan lebainya. Namun Alexa tak menghiraukannya, ia berjalan menuju pintu hotel di mana Jeny sudah menunggunya.
“Kak, lebih baik kita tunggu Kak Ri dan yang lainnya dulu, aku takut terjadi apa-apa pada Kak Lexa,” cegah Jeny, tapi bukan Alexa namanya kalau menurut begitu saja.
“Minggir, Jen. Kamu jangan melindungi Kakakmu, akan kuberi dia pelajaran supaya kapok dan tak berani macam-macam.” Alexa tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Adik iparnya itu, ia langsung berjalan masuk untuk menghampiri suaminya yang sedang makan malam bersama dengan selingkuhannya.
Jeny yang tak bisa menghadang Alexa meraih ponselnya dan menelepon seseorang yang bisa menghentikan kegilaan Kakak iparnya itu, ia kenal betul sepeti apa Kakak iparnya saat marah. Hanya ada satu orang yang bisa membuat Alexa menurut karena selama ini dialah yang selalu menenangkan Alexa kala sedang dalam masalah. Ia hanya rekan bisnisnya tapi mampu membuat Alexa segan padanya dan bahkan terkadang menuruti perkataannya, padahal orang tersebut lebih muda beberapa tahun dari Alexa.
Tak lama datanglah Riana, Vanya dan Angel, mereka masuk ke dalam hotel untuk menyusul Alexa, sedangkan Michele sudah masuk terlebih dulu bersama dengan Alexa. Alexa yang sudah tersulut emosi langsung menggebrak meja yang digunakan oleh suami dan juga Anggi makan malam. Ia bahkan mengguyur kepala Anggi dengan segelas jus jeruk yang terdapat di meja tersebut, tentu saja hal itu membuat semua pengunjung hotel terkejut dan refleks mengambil ponsel untuk merekam kejadian tersebut.
“Dasar wanita tak tahu malu, wanita tak tahu diuntung kamu, kuberi kau pekerjaan sebagai model utama di perusahaanku, tapi inikah balasanmu padaku? Apakah kau tak ingat bagaimana mengemisnya kamu saat meminta belas kasihanku untuk memberimu pekerjaan? Beginikah caramu membalas apa yang telah kuberikan padamu? Dasar wanita ular, wanita gatal tak tahu malu,” dengan emosi yang memuncak Alexa menarik rambut panjang bergelombang Anggi yang sengaja diurai hingga Anggi memekik kesakitan.
__ADS_1
“AW! Tolong, ada wanita gi*a yang mengamuk,” pekik Anggi sambil memegang kepalanya, tapi Alexa tak menghiraukannya hingga Reynan melepas paksa cengkeraman tangan Alexa pada rambut Anggi dan menghempaskannya dengan begitu kasarnya.
“Apa-apaan sih kamu, bikin malu saja,” bentak Reynan pada Alexa di depan semua orang sambil memeluk tubuh Anggi dengan rambut yang berantakan karena ulahnya.
“Kamu membela dia, Mas? Kamu membela wanita lain di depan mataku, istrimu sendiri?” Alexa menunjuk pada Anggi dengan tatapan tak percaya, suai yang dicintainya membela wanita lain di depan matanya secara langsung, bahkan di depan orang banyak.
“Karena kamu sudah keterlaluan, Alexa. Aku malu dengan kelakuanmu, kau seperti wanita yang tak bermartabat, seperti wanita bar-bar yang tak berpendidikkan,” seru Reynan tanpa merasa bersalah sama sekali karena telah membela wanita lain di depan istrinya.
Alexa yang kesal melempar kalung yang tadi ia terima sebagai hadiah pada Reynan. “Kalung itu, kalung itu adalah kalung yang sama yang kau berikan padanya juga kan. Dia mengirimiku foto saat kau memakaikan kalung itu padanya,” geram Alexa mengingat foto yang membuat amarahnya memuncak.
“Arrghhh...” pekik Anggi dengan kesalnya, ia bangkit dan berbalik kemejanya mengambil sapu tangan untuk melap wajahnya, ia berjalan kembali dan meraih rambut lurus dan panjang milik Alexa yang tergerai, karena Alexa tak sempat menghindar akhirnya rambutnya dapat ditarik oleh Anggi.
Anggi berjalan sambil menarik rambut indah milik Alexa, sambil mengikuti langkah kaki Anggi, Alexa meraih garpu yang berada di meja yang ia lewatinya. Alexa hendak menusukkannya pada Anggi, tapi tiba-tiba garpu tersebut tertusuk pada lengan seorang pria yang menghadang dirinya agar tak melakukan tindakan bo*oh yang akan merugikan dirinya sendiri. Seketika Alexa terkejut, Anggi yang terkejut pun tanpa sadar melepaskan cengkeraman tangannya pada rambut Alexa, lucunya Reynan hanya diam tak melerai saat Anggi menarik rambut istrinya.
__ADS_1
“Arion! Kamu tak apa kan? Apakah sakit?” pekik Alexa yang mengkhawatirkan pria bernama Arion tersebut.
Arion yang dikhawatirkan oleh Alexa malah tersenyum manis pada wanita cantik tersebut. “Aku tak apa, hanya luka kecil. Sebaiknya kita pulang, berhenti mempermalukan dirimu sendiri seperti ini. Apakah kamu tak malu karena telah menjadi tontonan mereka? Bahkan banyak dari mereka yang merekamnya,” sahut Arion dengan lembut, seketika Alexa dan kelima sahabatnya langsung melihat pada pengunjung lainnya yang memang mengarahkan kamera pada dirinya.
“Hei kalian, matikan kameranya dan hapus videonya atau saya akan laporkan kalian pada polisi,” ancam Jeny dengan segera begitu sadar perbuatan mereka yang merekam kejadian tersebut.
Banyak dari mereka yang terlihat enggan menghapus video yang dengan susah payah mereka rekam dengan cara memeluk ponsel miliknya.
“Baiklah, jika kalian tak ingin menghapusnya maka aku akan segera menghubungi polisi agar kalian dipenjara dengan tuduhan penyebaran video tanpa izin dan kalian dipastikan akan mendekam dipenjara,” ancamnya lagi, dan kali ini terlihat mereka seakan ketakutan.
“Ayu hapus, asistenku akan memeriksa ponsel kalian satu persatu dan setelah itu kalian boleh pergi. Tenang saja, makanan yang kalian makan akan digratiskan dan dibayar oleh Wesley Group,” ucap Jeny kembali, dan kali ini berhasil membuat mereka serentak menghapus video itu dengan suka rela tanpa harus dipaksa lagi, semua berjalan dengan lancar, Jeny menyuruh sopirnya yang selalu mengawal dirinya memeriksa ponsel pengunjung satu persatu takut-takut salah satu dari mereka masih menyimpannya dan tak ketahuan.
“Rion, ayu aku obati lukamu, itu pasti sakit,” ajak Alexa yang khawatir melihat darah yang terus keluar dari lengan Arion.
__ADS_1
“Kau mengkhawatirkan pria lain di hadapanku, Lexa? Kau sungguh tega berbuat demikian padahal aku ada di sini memperhatikanmu,” sarkas Reynan dengan tanpa sadar dirinya, Alexa hanya menoleh sekilas dan kembali memperhatikan luka Arion yang dilakukan oleh dirinya.