
Alexa segera meraih ponselnya untuk menelepon seseorang. “Kamu datang ke kantorku yah, ada pekerjaan tambahan untukmu,” ucap Alexa, setelahnya ia mematikan panggilan tersebut.
“Kamu gak lagi kesamb*t kan, Beb? Kamu gak serius kan mau memakainya untuk menjadi model pengganti? Bagaimana kalau dia membuat klien kita kecewa dan marah, dan pada akhirnya memutuskan kerja sama antara Litto Group dan Vien Group? Coba kamu pikirkan lagi keputusanmu ini, Beb,” banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Riana pada Alexa.
“Kalian bicarakan apa sih? Membuat kubingung dengan pembicaraan kalian ini, lalu bagaimana dengan model untuk perusahaan Litto Group?” Arion yang tak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh para wanita betanya.
“Begini.” Riana menceritakan apa yang terjadi beberapa bulan lalu kala bertemu dengan wanita kumal bernama Anggi, Riana juga mengatakan kalau ia tak menyukai wanita itu karena ia memiliki firasat yang tak enak tentang wanita itu.
“Kamu jangan terlalu curiga pada dirinya, Kak. Selama beberapa bulan ini ia bekerja sangat rajin dan juga rapi, tak ada tanda-tanda kalau ia akan berbuat buruk padaku.” Alexa membela Anggi, ia seakan tak terima kala Riana mengatakan perasaan jeleknya pada Arion.
“Tapi, apa yang dikatakan Kak Ri benar, Lex. Kita tak mengenal dekat dengannya, jadi akan lebih baik kalau kita jangan terlalu memercayainya,” kali ini Arion sependapat dengan Riana, Riana pun menganggukkan kepalanya dengan segera.
“Sudah ah, aku yakin dengan instingku kok, kalau dia bukanlah wanita jahat yang tak tahu balas budi. Sudah jangan membahas ini lagi, takut dia keburu datang dan mendengar percakapan kita, aku tak ingin menyakiti perasaan orang yang tak bersalah.” Alexa tetap kekeh pada apa yang ia yakini.
Benar saja, tak lama Vanya yang merupakan sahabat sekaligus asisten pribadinya datang mengatakan kalau seorang wanita mencarinya.
“Kak Lexa, ada wanita yang mencarimu,” ucap Vanya.
“Suruh dia segera masuk, Beb. Aku yang memanggilnya untuk datang,” titah Alexa, dan Vanya pun segera meminta wanita itu untuk masuk.
__ADS_1
“Ada apa Kak Lexa memanggilku datang?” tanya Anggi yang penasaran.
“Nanti kamu juga akan tahu,” sahut Alexa tak memberitahunya. “Beb, panggil Michele yah suruh kesini, aku punya pekerjaan untuknya,” titah Alexa pada Vanya, Riana hanya diam tak berkomentar apa pun, begitu juga dengan Arion, mereka tahu kalau Alexa sudah membuat keputusan maka tak akan ada yang bisa mengubahnya.
“Hey, Beb. Kamu panggil eyke ada apose sih? Eyke lagi touc up si Angel, dese kan lagi mau pemotretan,” tanya Michele dengan ciri khas tulang lunaknya yang berjala meliukkan tubuhnya.
Alexa menghampiri Michele dan menghadapkannya pada Anggi. “Aku punya kerjaan buat kamu, Beb. Tolong kamu dandani dia secantik mungkin setelah kamu selesai make up Angel oke,” titahnya, sejenak Michele melihat Anggi dari atas hingga bawah dan menoleh pada Alexa memandang secara bergantian pada Riana dan juga Arion, Riana dan Arion hanya mengedikkan bahunya, bukan tak tahu tahi tanda keduanya tak mau tahu.
“Entar dulu, maksud kamu, kamu mau aku mentouch up wanita ini? Dese sapose, Beb?” tanya Michele menunjuk pada Anggi dengan lemah gemulai. Michele memang sorang MUA terkenal yang bekerja di bawah agnecy milik Alexa, ia juga merangkap menjadi penata busana para model di perusahaan milik sahabatnya itu
“Dia yang akan menggantikan Maria untuk menjadi wajah brand ambasador dari Litto Group. Kamu tahu sendiri kan kalau Maria mengalami kecelakaan dan tak ada model lain yang menggantikannya, jadi aku akan menggunakan dirinya untuk menjadi pengganti Maria, jika pada akhirnya pihak Litto Group menginginkannya itu akan sangat bagus, aku akan membuatnya menjadi model perusahaan kita,” jelas Alexa, seketika Riana langsung membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alexa.
Alexa mengusap pundak Riana untuk menenangkannya. “Kamu tak perlu khawatir, Kak. Aku percwya padanya.”
Karena semua keputusan sudah fix, Michele mulai merombak penampilan Anggi. Sekitar satu jam lamanya akhirnya selesai juga make up ala Michele pada diri Anggi. Anggi yang tadinya kumal, kini berubah bak artis papan atas, Alexa bahkan sangat memuji penampilannya.
“Kamu benar-benar sangat cantik,” puji Alexa melihat penampilan Anggi.
“Bukan dianya yang cantik, tapi Michelelah yang profesional sampai bisa membuatnya seperti ini, jika saja dia suruh make up sendiri, tak akan mungkin menjadi secantik ini,” cibir Riana yang tak suka melihat Alexa memuji Anggi.
__ADS_1
“Kak Ri bicara apa sih, Anggi memang cantik dari sananya dan Michele hanya menyempurnakan kecantkannya saja. Kamu harus mengakui itu, Kak Ri. Aku tahu kalau kamu tak menyukainya, tapi setidaknya sekali saja kau melihatnya tanpa rasa benci.” Alexa masih tak menyetujui apa yang diungkapkan oleh Riana tentang Anggi, ia tak tahu kalau mulai saat ini kehidupan rumah tangganya yang tenang akan segera terjadi petaka. Hal ini bisa dikatakan ketenangan sebelum malapetaka.
“Yah-yah, whatever. Aku tak peduli lagi dengan apa yang kau pikirkan tentang wanita itu, tapi bagiku, penilaianku tak pernah berubah padanya, aku tetap tak.” Riana pergi setelah berucap demikian, Alexa menoleh pada Arion dan Michele secara bergantian.
“Eyke tak ada sangkut pautnya oke, eyke kembali dulu karena masih punya pekerjaan lainnya.” Michele pun ikut melarikan diri, ia tak ingin ikut permasalahan yang membuatnya pusing tujuh keliling.
“Aku setuju dengan pemikiran Kak Ri, kita tak mengenal siapa dia, apakah dia memiliki niat baik atau buruk, terlalu dini untuk memberikan kesempatan besar seperti ini padanya. Namun, semua itu kembali padamu lagi, Lex. Keputusan ada ditanganmu.” Arion pun bergegas keluar setelah berucap demikian karena terlihat Reynan datang, ia sungguh sangat tak menyukai pamannya itu karena Reynan di belakang Alexa sudah berani bermain api, Alexa mungkin tak mengetahuinya tapi Arion sudah sering melihat pamannya itu bersama dengan wanita lain, bahkan sampai berganti wanita.
“Haish, mengapa mereka kompak sekali sih, tak biasanya mereka seperti ini,” gerutu Alexa yang merasa bingung dengan tingkah kedua sahabatnya dan keponakan suaminya itu.
“Mungkin yang mereka katakan benar, aku tak pantas menjadi bagian dari semua ini. Lebih baik aku menjadi tukang bersih-bersih apartemen Kak Lexa saja, itu jauh lebih baik,” ucap Anggi, ucapannya seakan mengandung sesuatu.
“Kamu tak perlu mendengarkan mereka, semua keputusan ada ditanganku, jadi kamu harus percaya saja padaku, aku yakin kalau kamu akan menjadi model yang berbakat.” Alexa mencoba meyakinkan Anggi.
“Ada apa ini? Mengapa suasananya begitu tegang?” Reynan yang baru datang langsung bertanya sambil memeluk istri cantiknya itu.
“Kamu datang, Sayang? Tak ada apa-apa kok, oh iya, kenalkan dia Anggi, rencananya aku akan mengangkatnya menjadi model baru di perusahaanku.” Alexa memperkenalkan Anggi pada Reynan.
“Reynan, suami Alexa.”
__ADS_1
Keduanya saling berjabat tangan, mata mereka saling bertemu, terdapat makna dari tatapan dan juga jabat tangan keduanya.