Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati

Dalam Pelukan Keponakan Suami, Setelah Dikhianati
Episode 24 > Khawatir


__ADS_3

Pagi itu Arion nampak gelisah, sudah jam delapan pagi Alexa belum juga tiba dikantornya. Arion sudah bertanya pada Riana dan yang lainnya tapi mereka juga tak tahu. Hingga ia bertemu dengan Bibi kecilnya, Jenny.


“Jen, apakah kau tak datang bersama dengan Lexa?” tanya Arion yang terlihat gelisah.


“Loh, memangnya Kak Lexa belum datang?” Jenny malah balik bertanya, Arion menggelengkan kepalanya. “Tadi di rumah dia tak ikut sarapan bersama, kupikir dia sudah berangkat lebih dulu, karena biasanya seperti itu,” jelas Jenny.


“Oke deh, aku akan mencarinya, siapa tahu dia ada rapat dengan klien dan aku belum melihatnya datang. Nanti kalau kamu ketemu, tolong kabari aku yah, Jen.” Arion langsung pergi setelah Jenny menganggukkan kepalanya.


Pria itu mencari Alexa ke seluruh penjuru kantor, ia bahkan mencarinya ke kolam renang tapi tak kunjung juga menemukannya. Berkali-kali ia meneleponnya, tapi tak mendapatkan jawaban dari si pemilik nomor. Hatinya gusar, Arion menjadi gelisah dan pikirannya menjadi tak karuan.


“Lexa, kamu di mana? Kumohon jangan terjadi apa-apa padamu, semalam kamu terlihat tak baik-baik saja,” gumam Arion sambil terus mencarinya.


Hingga hampir jam sepuluh, Arion tak kunjung menemukannya, ia sudah putus asa. Arion duduk di dalam ruangan Alexa, ia terlihat begitu lelah mencari ke mana Alexa. Wanita itu bagai hilang ditelan bumi, pikir Arion. Ponselnya tak hentinya menelepon nomor Alexa meski tak kunjung mendapatkan jawabannya.


Hingga tiba-tiba saja panggilannya membuahkan hasil, Alexa mengangkat teleponnya tapi seketika Arion khawatir karena suara Alexa terdengar bindeng.

__ADS_1


“Ada apa?” pertanyaan pertama yang Arion dengar setelah Alexa mengangkat teleponnya, wanita itu tak tahu bagaimana cemasnya pria itu sedari pagi karena kehadirannya tak ditemukan.


“Kau sakit? Aku ke sana yah,” tanya Arion dengan nada yang begitu khawatirnya, ia lega tapi ia juga khawatir.


“Tak perlu, aku hanya perlu istirahat saja. Lagi pula, kalau kau datang aku tak enak dengan Mamah, semalam dia habis bicara tak enak padaku,” sahut Alexa dari seberang sana menolak Arion untuk datang.


“Kau sudah makan?” tanya Arion kembali.


“Belum, sebentar lagi aku akan makan. Aku ingin tidur sebentar lagi.”


Arion melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, ia ingin segera cepat sampai di kediaman Neneknya. Namun, tiba-tiba ia teringat kalau Alexa belum makan, Arion mampir ke sebuah resto untuk membeli makanan. Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkannya, ia segera melajukan mobilnya kembali.


Sekitar setengah jam lamanya mobil sudah terparkir di depan rumah mewah milik keluarga Wesley. Arion masuk dan berjalan menuju di mana kamar Alexa berada, sangat sepi karena tak ada siapa pun membuat Arion tak perlu menjaga sikap. Pintu kamar tak terkunci, Arion langsung masuk ke dalam kamar Alexa yang ternyata masih gelap karena gordennya belum dibuka.


Arion meletakkan makanan yang ia bawa di atas meja dan membuka gorden. Matahari masuk ke dalam kamar itu menampakkan tubuh Alexa yang hanya mengenakan handuk saja, rambutnya yang semalam basah sudah hampir mengering. Arion terkejut melihat hal itu, salivanya berkali-kali sulit ia telan, Arion perlahan berjalan mendekat pada tubuh Alexa.

__ADS_1


“Sst panas banget,” pekiknya ketika menyentuh Alexa.


“Lex, Lexa, kamu demam?” Arion mencoba membangunkan Alexa, tapi Alexa tak kunjung bangun, wanita itu seperti ma*i suri.


Arion yang panik langsung menutupi tubuh Alexa dengan selimut tebalnya, ia segera mematikan AC yang masih menyala. Pria itu menyiapkan kompresan untuk mengompres Alexa yang suhu tubuhnya tinggi. Hingga dua jam lamanya, akhirnya suhu tubuh Alexa sedikit turun, mata wanita itu perlahan terbuka dan mengerjap melihat sekeliling, tatapan matanya terhenti pada Arion yang duduk di samping tempat tidurnya.


“Kapan kamu datang?” Alexa bangun dari tidurnya dan duduk bersandar dikepala ranjang dibantu oleh Arion.


“Apa kamu sudah gila? Kau tidur dengan hanya memakai handuk saja dan rambut yang belum sepenuhnya kering, AC juga tak kau matikan. Alexa, jika kau ingin ma*i setidaknya jangan membuatku khawatir. Pikirkan perasaanku jika kehilanganmu, Reynan mungkin tak akan kehilanganmu, tapi aku akan gila jika sampai kehilanganmu,” omel Arion, pria itu sungguh sangat emosi pada wanita yang kini sedang terlihat lemah, hatinya kesal karena tak datang dari pagi hati untuk menolongnya, andai semalam ia menginap, mungkin saat ini Alexa tak dalam kondisi seperti ini pikirnya.


“Maaf, semalam aku begitu lelah, makanya setelah mandi aku langsung tertidur dan tak sempat memakai baju,” ucap Alexa lemah, ia tak peduli lagi jika pria yang ada di hadapannya itu memarahi dirinya.


Arion bangkit dari duduknya menuju meja dekat sofa, ia mengambil makanan yang tadi dibawanya.


“Pakai bajumu sekarang setelah itu makan.” Arion meletakkan makanan yang dibawanya di atas nakas samping tempat tidur dan membantu Alexa berjalan menuju walk in closet, berkali-kali ia menelan salivanya sulit karena Alexa tak mengenakan pakaian.

__ADS_1


__ADS_2