
"Naraa..!!, dah siap..?", ucapku memanggil adikku yang terkadang lelet itu.
"Kin, bekalnya sudah ...??", ucap ibu mengambil tas bekal kami.
"Azam dah nunggu tuh Nara...!!", ucapku sambil menghampiri Nara yang masih sibuk menyisir rambutnya.
"Ayoo te..!!, berenang..!!", seru Azam menarik narik baju Nara dengan cemberut.
" 5 menit lagi", ucap Nara menggendong Azam.
Tubuh Nara tinggi dan kecil meskipun dia sudah masuk sekolah dasar, sedangkan Azam walaupun masih Balita tapi tumbuhnya cukup gempal dan sedikit berat menurut Nara.
"Kamu naik berapa kilo bulan ini zam..??, aku tak kuat menggendongmu", ucap Nara menurunkan Azam.
Azam pun berlari ke arah neneknya, tak menghiraukan ocehan Nara.
"Dah, rambutmu dah rapi, gimana kalau kakak gak da, rambutmu bakal kayak wewe gombel kali", ucapku menaruh sisir dan berjalan ke arah Azam dan ibu.
"Ya gak usah pergi pergi kak, aku nanti gak ada yang urus", ucap Nara menggerutu.
"Enak kamu, manja !!", ketusku dengan mengambil tas baju gantinya.
"Udah udah..!!, yuk berangkat, Azam dah gak sabar berenang nih", ucap ibuku.
Aku kunci pintu rumah dan masih sempat sempatnya menjaili adikku, ku tarik kepangnya dan berlalu menuju motor yang ada di teras rumah.
"Kakak..!!", membenarkan kepang rambutnya.
Weekend kali ini kami ingin menghabiskan waktu bersama.
Kami ber empat ingin pergi ke kolam renang dan mini zoo.
Kalau tidak aku sempatkan mengajak ibu dan Nara jalan jalan, mereka tak akan pernah merasakan weekend di luar.
Hanya dirumah dan di rumah saja.
Jadi weekend ini aku sempatkan untuk mengajak mereka jalan jalan dan mengajak Azam dan Nara berenang.
__
Motor ku parkirkan.
Ibu menggendong Azam dan menggandeng Nara mengantri tiket masuk.
"Azam ayuk sama ibuk..!!", ucapku setelah selesai dengan urusan motorku.
"Yuk masuk", ucap ibu yang telah mendapatkan tiket untuk kami berempat.
"Okeee", ucap Nara berjalan mendahului kami memasuki pos penjaga.
__ADS_1
Saat kami masuk, kami disuguhkan dengan pemandangan perkebunan buah buahan.
Beraneka macam buah di tanam di sini, tetapi tidak di petik untuk umum, hanya untuk pemandangan dan edukasi anak anak.
Cocok untuk Nara dan Azam yang sedang masa pengenalan.
"Buk, ada durian.!!", ucapku menunjukkan pohon durian yang berbuah.
"Kok bisa ya durian tumbuh di sini.??", ucap ibuku heran.
"Ya aku juga bingung buk", ucapku terkekeh.
Semakin jauh kedalam, kami di suguhkan dengan beragam hewan.
"Azam, ada monyet zam..!!", ucap Nara menunjuk kandang monyet.
Azam bertepuk tangan riang melihat para hewan berlari ke sana kemari.
"Kak itu apa..??", ucap Nara menunjuk ke arah kadang flaminggo, baru kali ini dia melihat banyak macam macam hewan.
"Ituuuu...??, kamu..!!", ucapku sambil terkekeh.
"Ihhhh, di tanya juga", ucap Nara berkacak pinggang didepanku.
"Iya iyaaa, itu flaminggo Nara", ucapku menjelaskan.
"Kin ,itu apa..??, tanya ibuku menunjuk ke sebuah kandang hewan di ujung.
"Tapi kok rumahnya di pinggir aliran sungai, di sungai depan kita kok gak ada..??", ucap ibuku heran.
"Rumah kita tempat padat penduduk buk, bukan habitat berang berang", ucapku melanjutkan perjalanan.
"Oh...", ucap ibuku nengamati sekeliling lagi.
Nara tiba tiba berlari.
"Nara...!!, hati hati, hilang nanti kamu", ucapku berusaha mengejar Nara sambil menggendong Azam.
"Kakkk, kolam renang..!!", seru Nara kegirangan.
Azam pun tak kalah heboh dengan Nara.
Ia segera turun dan berjalan sendiri.
"Buk, mandi buk mandi", ucap Azam terus menarik bajuku.
"Iyaaa, iyaa, yuk duduk dulu, kita ganti baju", ucapku mencari tempat untuk kita berteduh di dekat kolam renang.
Aku mengganti baju Mereka, segera mereka berenang dengan riangnya di kolam di depanku.
__ADS_1
Aku tak melepaskan pandanganku dari mereka, disini cukup ramai, dan banyak sekali anak anak.
Aku harus ekstra hati hati, terlebih pada Azam yang masih terlalu kecil.
Meskipun hanya kolam dangkal yang mereka masuki.
"Hati hati Nara, jaga adikmu..!!", seruku berada di pinggir kolam.
"Siap kak", ucap Nara sibuk dengan air dan air.
"Kin hewannya banyak ya", ucap ibuku selesai berkeliling dan duduk di sampingku.
"Ya buk, itu salah satu strategi mereka untuk menarik pelanggan", ucapku sambil memandangi Azam yang sedang asik bermain air.
Nara berenang ke sana kemari sampai puas, jika sudah terasa cukup lama di dalam air, dia akan naik dan sejenak duduk disampingku meminta makan.
"Kak laper", ucapku yang lebih dahulu mengeluarkan Azam dari kolam renang agar tidak kedinginan.
"Nih, kamu mau lauk apa .??", ucapku membuka bekal makan dari rumah.
"Ayam aja kak", ucap Nara memakai handuknya.
"Oke", ucapku menyiapkan makannya.
"Azam makan..??", ucap Nara mengambil piring dari tanganku.
"Akkk", Azam langsung membuka mulutnya.
Nara makan sambil menyuapi Azam.
Beginilah yang kuharapkan, anggota keluarga rukun satu sama lain.
Tapi mau bagaimana lagi.
Mungkin hanya di luar seperti ini kami bisa have fun.
Jika di rumah, semua akan kembali seperti semula.
Semua dikendalikan oleh ayah tiriku.
Bahkan ibuku dan adikku pun mungkin tidak di perbolehkan dekat dekat denganku.
Padahal hanya aku yang mengerti mereka.
Karna kasih sayang itu tulus, bukan di buat buat.
Rasa nyaman pun akan muncul dengan sendirinya tanpa paksaan.
Nara tak bisa jauh dariku, mungkin ia merasa nyaman dan terlindungi olehku.
__ADS_1
Seberusaha apapun ayahku memprovokasi adikku, ia tetap mencariku.
Karna rasa nyaman itu bukan sebuah paksaan.