Demi Adik Dan Ibuku

Demi Adik Dan Ibuku
Ditentang anak kebanggaannya.


__ADS_3

Sore itu ayah tiriku pulang dari kebunnya.


Ia sangat marah tak melihat Nara berada di rumah.


"Nara kemana..??", seru ayah tiriku menghampiri ibuku yang sedang melipat baju.


"Nara ke rumah teman", ucap ibuku terus sibuk dengan baju bajunya.


"Kluyuran aja, ayahnya jam berapa pulang harusnya ia sudah ada di rumah", ucap ayah tiriku.


Ibuku hanya diam tak menghiraukannya, ia sudah muak dengan suaminya.


Selalu saja semua salah di matanya, tapi ia tak sadar dengan tingkah lakunya sendiri.


Sesaat kemudian, Nara pulang bersama teman temannya, saat itu ada teman sekolah laki lakinya yang juga ikut serta.


Ayah tiriku yang melihatnya seolah tak suka.


Nara yang mengetahui bahwa ayahnya sudah datang dan memandangnya seperti itu pun mengerti bahwa ini akan menjadi masalah bagi nya.


"Yuk, masuk yuk", ucap Nara mempersilahkan teman temannya masuk.


Ibuku bergegas bangkit dari duduknya, ia menghampiri Nara dan teman temannya.

__ADS_1


Lain dengan ayah tiriku yang hanya diam tak bergeming dan bersikap acuh.


"Nara, itu ayahmu..??", ucap salah seorang teman Nara, ia mencoba tersenyum pada ayah tiriku tapi ayah tiriku malah pergi menjauh.


"Iyaaa", ucap Nara singkat.


"Serem Nara", ucap salah seorang teman Nara lagi.


"Ya gimana lagi", ucap Nara tak terlalu menghiraukan pertanyaan mereka.


2 jam kemudian, mereka semua pamit.


Belum kiranya teman teman Nara jauh dari rumah.


"Nara...!!, mulai ngajak cowok kerumah ya kamu", serunya.


"Dia cuma temen sekolah yah", ucap Nara berlalu melewati ayahnya.


"Ayah belum selesai bicara...!!" teriak ayah tiriku membuat ibu pun datang menghampiri mereka.


"Ada apa sih yah..??", seru ibuku berlari dari arah dapur.


"Kasih tau anakmu itu...!!, jangan sampai ia jadi seperti anakmu satunya yang gak punya aturan", seru ayah tiriku.

__ADS_1


Ibuku dan Nara langsung marah mendengar perkataan ayah tiriku.


"Jaga bicaranya ya yah...!!, yang gak punya aturan tuh kamu..!!, anak anak ku gak punya salah apa apa", seru ibuku marah.


"Kamu masih bela anak kurang aj*r mu itu..!!", teriak ayah tiriku tak mau kalah.


"Cukup yah, jangan bentak ibuk lagi..!!", seru Nara mendekati ibuku.


"Berani kamu ....!!", seru ayah tiriku meludah ke arah adikku.


Ibuku langsung menangis kala itu, seketika Nara kemudian mendekati ayahnya.


"Sekarang aku mengerti yah, siapa disini yang selama ini tak punya aturan, bukan salah kakak kalau dia benci sama ayah..!!, ibu juga gak salah jika selama ini memanggil ayah sebagai orang gila..!!", seru Nara dengan mata berkaca kaca.


"Kurang aj*r...!", serunya ingin memukul Nara tapi di tepis ibuku.


"Cukup...!!", teriak ibuku.


"Biarin buk, biar dia hajar anak kandungnya ini, anaknya ini juga harus merasakan sedihnya punya ayah seperti dia, mungkin bentar lagi Nara juga akan di jodohkan dan di tukar harta seperti kakak dulu, anak kandungnya ini harus hancur juga dihadapannya", seru Nara tak bisa menahan amarahnya.


Ayah tiriku langsung pergi dari hadapan ibu dan adikku yang menangis berpelukan.


"Sabar sekali kakak menghadapinya selama ini buk, aku saja tak sanggup punya ayah seperti itu, bagaimana juga dengan ibuk yang bertahan dengannya demi aku, maaf ya buk", ucap Nara memeluk ibuku yang sedang menangis.

__ADS_1


"Semua sudah takdir dari Allah nak, Allah tak tidur, sabar", ucap ibuku mengusap air matanya.


__ADS_2