
Setelah 1 minggu berlalu, akhirnya hari yang special telah tiba. Dimana kedua belah pihak keluarga sangat mendambakan sebuah pernikahan ini. Pernikahan Alizha dan Afif di adakan satu hari sekaligus acara resepsinya.
Disini di depan cermin, Alizha tampak cantik menggunakan gaun pengantin syar'i berwarna putih yang sangat indah. Wajah Alizha sudah seperti bidadari yang turun dari syurga. Apalagi ditambah dengan hiasan mahkota kecil dikepalanya membuat Alizha tampak anggun bak permaisuri.
Kini Alizha gugup dihadapkan dengan kenyataan yang sangat menyedihkan. Diluaran sana banyak orang yang menganggap sebuah pernikahan adalah hari paling special disepanjang hidupnya. Namun tidak Alizha, disini batinnya tertekan bahkan tak mampu untuk berbuat apa.
.
.
.
.
Dalam menuju perjalanan rumah Alizha, Afif tampak gugup. Di dalam mobil pribadi Afif, ia bersama keluarganya. Sebentar lagi Afif akan menyandang sebagai suami dari Alizha Nur Khairiyah.
Tidak lama kemudian mobil Afif sampai di kediaman keluarga Nabhan. Para pengiring dibelakang Afif sudah membawa kotak-kotak dan bingkisan berisi hantaran.
Keluarga Alizha pun menyambut kedatangan Afif dengan ramah. Seorang fotografer mulai menyorotkan kameranya pada Afif.
Sampai di dalam Afif sudah siap duduk di depan Pak Penghulu. Perasaan Afif begitu gugup saat akan mengucapkan akad nikah. Bahkan ada rasa kecewa saat dirinya mengingat bukan Karla kekasihnya yang akan dinikahi melainkan gadis yang tak sama sekali dicintainya yaitu Alizha.
Sampai akhirnya Afif berhasil mengucapkan akad nikah di ruang tamu dengan lantang dan lancar.
"QOBILTU NIKAAHAHAA WA TAZWIIJAHAA BIL MAHRIL MADZ-KUUR HAALAN," suara bariton itu menggema diruangan tengah dan mampu membuat Alizha terpaku di dalam kamarnya.
Air mata Alizha kini lolos dipipinya. Kini ia telah resmi menjadi seorang istri dari Muhammad Afif Ahwal Sa'id seorang dokter tampan. Dan mulai hari ini ia harus bisa belajar mencintai suaminya.
"Alhamdulillah Zha, kamu sekarang udah jadi istrinya orang hehe," ucap Kartika yang tengah menemani Alizha mulai dari berdandan sampai kini. Tak henti-hentinya tangan Alizha memegang punggung tangan Kartika.
Kartika yakin Alizha sekarang merasa sangat sedih dengan pernikahaannya. Tetapi sebagai seorang sahabat dari kecil, ia berusaha menyemangati Alizha agar tetap tegar menghadapi semua ini.
"Zha, aku ngerti kamu kok yang sabar ya. Bentar lagi suami kamu kesini, aku keluar dulu," ucap Kartika seraya merangkul tubuh Alizha.
"Makasih Tik, udah temani aku," jawab Alizha. Kemudian Kartika keluar dari kamar Alizha.
Alizha masih berada didalam kamarnya, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat. Dan tiba-tiba tangan kekar membalikkan tubuh Alizha yang semula menghadap luar jendela.
Sontak Alizha kaget dan merasa risih. Ia lupa bahwa sekarang ia telah menjadi istri orang. Dan orang itu sebagai suami berhak menyentuhnya.
'Masya Allah, cantik,' batin Afif.
Saat Afif melihat Alizha ia terpanah seketika. Ntah kenapa hatinya bahagia saat menatapnya. Meskipun di hati Afif masih ada Karla. Tapi siapa yang tak terpanah saat melihat wanita cantik di depanmu, terlebih ia sudah menjadi istrimu.
"Saya suami kamu, jadi gausah takut. Selama saya menjadi suami kamu, saya akan jagain kamu sebagai kewajiban saya," ucap Afif. Kini Afif terlihat sangat tampan dengan menggunakan setelan jas putih dan memakai peci di kepalanya.
Hati Alizha sedikit tersentuh saat mendengar ucapan Afif, kini Alizha sudah dapat tersenyum walau sedikit.
Afif mengulurkan tangannya di depan Alizha, kemudian Alizha membalas uluran tangan tersebut dengan mencium punggung tangan Afif, walau sebelumnya sedikit ragu beberapa kali.
Afif tersenyum melihat Alizha yang kini telah sah menjadi istrinya. Lalu Afif mencium kening Alizha dengan lembut. Saat itu juga jantung Alizha berdegup dengan kencang dan pipinya sudah sangat panas, sepertinya pipi Alizha sudah memerah.
'Oh Allah seperti inikah rasanya punya suami?' batin Alizha.
Kemudian diletakkanlah tangan kanan Afif di ubun-ubun sang istri seraya membaca doa.
“ALLAHUMMA INNI AS’ALUKA MIN KHAIRIHA WA KHAIRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI. WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JABALTAHA ‘ALAIHI,”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepadamu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.”
Sedangkan Alizha mengaminkan doa yang dirapalkan oleh Afif. Setelah itu Afif mengajak Alizha keluar untuk melaksanakan acara resepsi pernikahan mereka.
Dengan pelan dan penuh kelembutan Afif menggenggam tangan Alizha dan mengajaknya keluar untuk acara resepsi pernikahan mereka berdua.
Alizha gugup bahkan sangat gugup sampai tangannya berkeringat saat di pegang oleh Afif. Karena baru pertama kalinya Alizha di sentuh seorang laki-laki kecuali mahramnya.
Saat sampai di ruang tengah, mereka berdua sudah ditunggu oleh keluarga untuk acara penyematan cincin.
__ADS_1
Afif pun mulai menyematkan cincin pada jari manis Alizha. Afif tersenyum saat melihat kegugupan Alizha yang luar biasa hingga tangannya berkeringat. Selesai terpasang cantik di jari Alizha, kemudian berganti Alizha yang menyematkan cincin di jari manis Afif.
"Tersenyumlah terus, kau sangat cantik," ucap Afif sambil menggandeng tangan Alizha. Alizha yang mendengarnya hanya tersenyum malu. Pipinya sudah memerah. Afif yang melihatnya tersenyum juga.
Sudah banyak kerabat, saudara dan teman yang datang. Para tamu sudah dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan, sedangkan mempelai pengantin masih stay di atas pelaminan.
"Jadilah pasangan yang sakinah, mawardah dan warahma," ucap Nenek.
"Jagain cucu Kakek ya nak," ucap Kakek pada Afif.
"Nak semoga Allah memberkahi kalian berdua," ucap Bunda yang kini tengah berdiri di depan mereka berdua seraya mencium Alizha.
"Aamiiin," ucap mereka berdua bersamaan.
"Terima kasih nak, kamu sudah menjadi anak yang sholehah. Semoga kamu juga menjadi istri yang sholehah untuk suamimu," ucap Ayah.
"Insya Allah Yah, Alizha sayang Ayah," ucap Alizha seraya memeluk Ayahnya sambil menangis karena ia tak rela bila harus berpisah nantinya karena ikut suami.
"Anak Ayah kok cengeng sih? Make up nya luntur jadi jelek kan sekarang," goda Ayah.
"Nak sekarang kewajiban Ayah padamu sudah selesai. Dan kini kewajiban itu sudah digantikan oleh suamimu Afif. Jadilah istri yang sholelah untuknya, karena sekarang surgamu berada pada suamimu," lanjut Ayah sambil memeluk Alizha.
"Ihh Ayah nanti make up Alizha luntur nih. Em Bang Adib mana?" tanya Alizha heran karena sedari tadi tak menemukan batang hidung Abang tersayangnya.
"Abangmu sama Kartika di sebelah sana lagi check sound," jawab Bunda sambil menunjuk arahnya.
"Makasih ya sayang kamu udah bersedia jadi istrinya Afif. Nanti kalo Afif nakal, bilangin ke Mama ya," ucap Mama sambil memeluk Alizha.
"Nak, jagain istrimu. Dia amanah dari Allah," ucap Papa sambil memeluk Afif.
"Iya Pa," jawab Afif.
"Jadilah suami yang teladan bagi rumah tangganya," ucap Oma seraya mencium dan memeluk cucu kesayangannya.
Acara selanjutnya adalah panggung hiburan kecil yang sudah disediakan untuk orang yang mau menyumbangkan suaranya bernyanyi.
"Test."
"Assalamu'alaikum Wr. Wb., disini saya dan Bang Adib akan menyanyikan sebuah lagu untuk mempelai pengantinnya."
Di sini kau dan aku
Terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang
Bahagia 'ku denganmu
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah?
Ku ukir nama kita berdua
Di sini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
If you love somebody could we be this strong
I will fight to win our love will conquer all
__ADS_1
Wouldn't reach my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah?
Ku ukir nama kita berdua
Di sini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
If you love somebody could we be this strong
I will fight to win our love will conquer all
Wouldn't reach my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
"Ihh kamu so sweet banget sih," ucap Alizha sambil memeluk sahabatnya tersebut.
"Special buat kamu. Yuk kita foto dulu sama temen-temen yang lain," ucap Kartika. Kemudian mereka semua berfoto ria mengambil momen special untuk dikenang.
Afif melihat Alizha yang begitu bahagia dengan kedatangan sahabatnya. Bahkan Afif ikut tersenyum saat melihat Alizha tersenyum.
Beberapa tamu menaiki pelaminan untuk memberikan selamat. Afif dan Alizha pun menyalaminya dengan ramah.
Afif melihat Alizha yang tadinya tersenyum bahagia, tiba-tiba memudar begitu saja. Ada apa dengannya? Lalu tatapan Afif tertuju pada seorang lelaki yang tengah berdiri disamping mertuanya sambil tersenyum pada Alizha. Disadarilah bahwa Alizha juga tengah memperhatikan lelaki tersebut.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Afif sambil menautkan jari-jarinya pada tangan Alizha.
"Em-eh iya aku baik kok, cuma capek aja sedikit," jawab Alizha gugup.
Lelaki yang tadinya berdiri di hadapan orang tua Alizha, kini berpindah tempat di atas pelaminan untuk mengucapkan selamat.
"Selamat ya Zha. Semoga sakinah, mawardah dan warahma ya," ucap Vino dengan tersenyum pada Alizha. Walau sebenarnya di dalam hati Vino merasakan sakit.
Vino pun berganti memberi salam pada Afif. "Jagain Alizha bro. Selamat ya."
"Iya thanks," jawab Afif. Sementara Alizha menunduk merasa bersalah.
Semua para tamu undangan hadir dengan begitu ramainya memenuhi halaman rumah Alizha. Bahkan hampir setengah hari mereka menyambut begitu banyaknya tamu undangan.
__ADS_1
"Kalau kamu capek, aku antar ke kamar saja ayo," ajak Afif sambil menarik pergelangan Alizha menuntunnya ke dalam kamar.