Demi Tuhan, Aku Ikhlas

Demi Tuhan, Aku Ikhlas
Achmad Afif Ahwal Said


__ADS_3

Disisi lain seorang pemuda tinggi nan tampan tengah sibuk memeriksa pasiennya. Dia adalah Achmad Afif Ahwal Said seorang dokter muda yang kini kariernya tengah sukses. Dia salah satu dokter tertampan di rumah sakit ini, jadi tak heran jika banyak kaum hawa yang menyukainya. Dia juga terkenal dengan kebaikan dan kesabarannya.


"Baik Ibu ini resepnya nanti ditebus di apotik ya," ucap Afif dengan sopan.


"Terima kasih Pak Dokter," jawab Ibu-ibu tersebut sambil tersenyum.


"Dok, ada pasien lagi yang sudah menunggu," ucap suster.


"Suruh masuk."


"Pasiennya gamau Dok, maunya Dokter aja yang bukain pintunya," ucap suster.


"Baiklah saya yang buka," jawab Afif.


Afif berjalan menuju pintu dan dengan perlahan membukakan pintunya. Kemudian terlihat seorang cewek menggunakan jas dokter dengan rambut terurai.


"Happy Birthday to you," ucap wanita tersebut sambil membawakan kue tar ditangannya yang sudah dihiasi lilin menyala diatas. Dia adalah Karla Dwi Agustina seorang dokter dirumah sakit ini dan dia juga kekasih Afif.


"Ditiup dong sayang lilinnya," ucap Karla dengan manja.


"Terima kasih sayang," ucap Afif sambil meniup lilinya kemudian memotong kue dan menyuapkannya pada Karla.


"Kita makan dulu yuk, kamu pasti udah laper. Nih udah aku bawain nasi kotak," ucap Karla sambil menyodorkan nasi kotak pada Afif.


"Ya ampun kamu perhatian banget sama aku. Jadi gasabar cepet-cepet nikahin kamu," goda Afif.


"Ya harus dong mangkannya kamu cepet nikahin aku sayang," jawab Karla manja.


"Em sayang maafin aku ya, aku langsung pulang sekarang karena mamaku udah nungguin," ucap Karla sambil memeluk Afif.


"Ya udah hati-hati," ucap Afif sambil melepaskan pelukan Karla yang dirasanya sangat risih.


Afif pun mengantarkan Karla sampai depan parkiran. Dilihat mobil Karla sudah tidak lagi terlihat, ia pun kembali keruangan kerjanya.


****


Sudah pukul 21:30 waktu sudah malam dan Afif pun sudah lelah. Ia memutuskan untuk pulang.


Sesampainya dirumah ia sudah disambut dengan keluarganya di ruang tengah yang terdiri dari Mama, Papa, dan Omanya.


Afif tinggal di keluarga yang serba kecukupan dari kecil. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan juga Omanya di dalam satu atap yang sama. Papa Afif bekerja sebagai Dokter dirumah sakit kota. Sedangkan Mamanya hanya sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai usaha cathering.


"Assalamu'alaikum," ucap Afif memasuki rumahnya.


"Wa'alaikumussalam," jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Ada apa nih kok tumben kumpul-kumpul? Biasanya juga udah pada tidur," tanya Afif.


"Fif, sini deh ada hal penting yang harus kami bicarakan sama kamu," ucap Papa Fikri.


"Maaf Afif capek mau istirahat dulu," jawab Afif sambil melangkahkan kakinya menuju kamar.


"Nak tunggu dulu, dengerin kami semua," ucap Mama Qila yang kemudian Afif berhenti tak jadi ke kamarnya dan ikut bergabung dengan keluarga di ruang tengah.


"Afif, Oma mau ngomong sesuatu yang penting sama kamu," ucap Oma Reni.


"Oma mau ngomong apa?" ucap Afif.


"Kamu masih ingat kan tempo dulu kalau kami ingin menjodohkanmu?" ucap Oma.


"Yang sama cucunya temen Oma?" tanya Afif curiga.


"Oma mau lanjutin perjodohan kamu sama cucunya teman Oma. Apakah kamu bersedia? Karena kamu dulu sempat menolak dan Oma biarkan saja agar kamu mencari pasanganmu sendiri. Tapi malah kenyataan pahit yang kamu terima," ucap Oma dengan sedikit tegas pada cucunya. Lantaran cucunya tersebut sangat susah bila dituturi masalah jodoh apalagi harus ada perjodohan.


"Oma beneran? Afif bisa cari pasangan hidup sendiri kok. Maaf Afif gabisa, lagian sekarang juga udah punya pacar," sahut Afif tak percaya.


"Nak, coba kali ini aja kamu nurut sama kami. Kami jamin calon istrimu baik apalagi dia sholehah. Kami tak ingin membuatmu kecewa lagi seperti dulu."


*Flashback On


Disebuah gedung besar hadirlah semua tamu undangan. Disana menggelar acara pertunangan Afif dan Renata. Tak lama kemudian acara pun akan segera dimulai.


"Insya Allah Afif siap." jawab Afif lantang.


"Nak, ini sudah keputusanmu. Kami semua berharap yang terbaik untukmu." ucap Papa.


"Iya Pah."


Acara pun dimulai dan sudah berdiri kedua calon tersebut diatas panggung. Untuk bersiap menyematkan cincin masing-masing kejari pasangan.


"Dan untuk acara selanjutnya adalah tukar cincin." ucap seorang MC.


Saat Afif memasangkan cincin kejari Renata tiba-tiba datanglah seorang cowok dengan wajah yang marah. Kemudian orang tersebut langsung menonjok pipi Afif. Afif pun mengaduh kesakitan dan ia pun tak membalas pukulan pria tersebut. Lalu Renata berusaha melerai mereka berdua.


"Kamu apa-apaan sih? Kamu siapa?" ucap Renata marah.


"Maaf Anda siapa, dengan seenaknya Anda datang dan langsung memukul anak saya." ucap Fikri kesal.


"Anda bertanya saya siapa? Saya suami sahnya Renata!" jawab Lelaki tersebut dengan tegas.


"Dia calon saya. Anda jangan mengada-ngada ya. Anda bisa saya laporkan ke polisi!" ucap Afif kesal.

__ADS_1


"Mungkin Anda salah orang mas." ucap Qila.


"Ren coba kamu jelasin ini! Kamu jujur sama aku, apa benar ini suami kamu?!" ucap Afif marah sadangkan Renata hanya diam membisu dan menunduk saja untuk menutupi kenyataannya.


"Ren!" bentak Afif karena sudah tak sabar lagi menghadapi situasi panas ini. Apalagi disini disaksikan oleh banyak orang dan yang parahnya lagi membuat nama keluarganya malu.


"Ma-maaf Fif, dia memang suami aku. Ta-tapi aku udah gacinta lagi sama dia. Dia miskin gapunya apa-apa lagi, dia udah bangkrut!" ucap Renata setengah sadar.


"Oh jadi ini alasan kamu buat deketin aku? Kamu cuma mau ambil harta aku aja kan? Iya kan?!" hardik Afif.


"Eng-enggak Fif, gak kayak gitu." sahut Renata.


"Pulang kamu! Kamu masih istri orang!" ucap lelaki tersebut sambil menarik Renata.


"Mulai sekarang kita putus dan gak ada lagi hubungan diantara kita!" ucap Afif kesal tak percaya bahwa orang yang sudah dicintai ternyata menghianatinya.


"Oke kita putus! Aku juga gabutuh kamu lagi!" sahut Renata sambil pergi meninggalkan acara tersebut.


Flashback Off*


"Nak coba pikirkan dulu. Kalau kamu mau, besok kita bertemu dengan keluarganya," ucap Mama.


"Umurmu sudah cukup matang untuk berkeluarga. Bukankah kamu sudah menginjak 29 tahun sekarang?" sahut Papa.


"Sudahlah Afif capek mau istirahat! Afif pun tak tertarik tentang perjodohan itu!" ucap Afif kasar sambil beranjak dari duduknya.


Tiba-tiba Omanya mengalami serangan jantung. Dan segera Afif dan keluarganya membawanya ke rumah sakit terdekat dengan panik karena memang Omanya mempunyai penyakit jantung.


"O-oma?"


"Mama kenapa Mah? Mah?"


"Astagfirullahaladzim kamu ini anak gamau diuntung! Lihat Oma kamu sekarang? Kamu puas?!" bentak Papa pada Afif yang terima.


"Pa bagaimana ini? Bawa kerumah sakit saja ayo Pah." ucap Mama panik sambil menenangkan Oma yang terkena serangan jantung.


"Ma-maaf," ucap Afif merasa bersalah.


Mereka pun membawa Oma kerumah sakit terdekat agar mendapatkan pertolongan deng cepat sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Saat tiba dirumah sakit ternyata Omanya harus dirawat inap. Lalu Afif merasa bersalah dengan semua itu. Ia tak mau kehilangan orang tersayangnya untuk kedua kalinya setelah kepergian Opa nya.


"Gimana keadaan Ibu saya Dok?" ucap Mama khawatir sambil menangis.


"Keadaannya sudah membaik. Pokoknya Ibu anda tidak boleh stress dan anda harus menjaga pikiran Ibu tetap tenang agar tidak kambuh lagi," ucap Dokter.


"Baik Dok, terima kasih," jawab Mama.

__ADS_1


"Saya permisi dulu Bu," pamit Dokter tersebut.


__ADS_2