Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Berkunjung Ke Rumah Dimas


__ADS_3

“Tentang kakak tiri mu apa benar dia sering bersikap kasar pada mu Rub?”


Sedari tadi Rubby hanya fokus memperhatikan bagian depan jalanan dari dalam mobil yang ia tumpangi bersama Dimas.


Alhasil Rubby melirik Dimas yang berada di samping.“Apa suster Ana dan om Dewa tidak pernah bercerita?”


“Obrolan ku dengan tante Ana dan om Dewa memang terbilang cukup lama tapi aku tidak membahas terlalu dalam tentang kakak tiri kamu”


“Seperti biasa kamu pasti pernah melihat film atau pernah membaca dongeng bertema saudara tiri”


“Yeah, aku mengerti sekarang. Tapi jika kakak tiri mu sejahat itu kenapa kamu tidak pergi saja dari rumah Rub dari pada kamu tersiksa terus bahkan aku bisa membantu mu mencari tempat tinggal”


Sebenarnya pemikiran seperti itu sudah dari dulu tersirat di dalam bena tapi ada suatu hal yang harus membuat Rubby untuk tetap tinggal terlebih jika pada akhirnya ia akan menikah dengan Andre. Entah kapan pernikahan mereka akan terlaksanakan di saat dari kedua pihak benar-benar tidak mampu untuk saling di nikahkan.


“Apa Ini jenis pertanyaan yang sulit untuk mu sehingga kamu tidak mampu menjawab?”


“Sebenarnya bisa saja aku pergi atau kabur dari rumah tapi ada suatu alasan yang membuat aku bertahan sampai saat ini Dim”


“Alasan apa Rub, apa dia mengancam mu?”


“Tidak dia tidak mengancam malahan dia begitu senang jika aku pergi dari rumah”


“Yaudah jika dia terlihat senang kenapa tidak pergi saja”


“Baiklah mungkin usulmu akan aku pertimbangkan lagi. Terus apa rumah mu masih jauh dari sini?”


“Setelah melewati jalan raya ini nanti ada belok kiri masuk ke komplek perumahan Anugrah dan rumah ku tidak jauh dari sana”

__ADS_1


perjalanan yang di tempuh dari kediaman rumah Rubby hingga sampai kerumah Dimas bisa hitung setengah jam perkiraan . Hingga tibalah Dimas membawa Rubby di depan halaman rumahnya.


Rumah Dimas sama elitnya dengan rumah yang ia tempati bersama Andre, sudah terbayang jika Dimas dari keluarga yang berada dan memiliki segalanya.


Tepat di depan pintu utama di sana tengah berdiri wanita muda dan cantik, wanita itu pun tersenyum terlebih dahulu di saat adiknya Dimas membawa seorang wanita yang usianya jauh di bawahnya.


“Apa dia orangnya Dim?”


Dimas dan Rubby saling melirik kemudian Dimas mulai berkata lagi.


“Iya kak ini dia Rubby, wanita yang waktu itu pernah menolong Fajar”


“Wah, jadi kamu orangnya.”Wanita yang belum di ketahui namanya itu memegang kedua bahu Rubby kemudian berakhir dengan sebuah pelukan. “Makasih yah karena kamu anak saya fajar terhindar dari maut”


“Iyaa sama-sama Kak, aku juga senang bisa bantu waktu itu”Jawab Rubby.


“Kak mungkin sekarang Rubby masih belum mengingat tentang insiden fajar waktu itu bahkan kakak sudah tau ceritanya kan”


Rubby membiarkan tubuhnya di rangkul oleh wanita berstatus sebagai kakaknya Dimas menuju ruangan meja makan sedangkan Dimas hanya mengikuti langkah mereka dari belakang.


“Maaa....Maamaa....”


“Nah Rub mungkin kamu tidak ingat bocah kecil ini kan, ini fajar anaknya kakak. Fajar apa kamu kenal tante ini?”


Bocah kecil yang masih memakai seragam sd itu pun menatap lama seorang wanita yang ada di samping mamanya. “tante ini yang waktu itu menolak untuk bermain sama Fajar ma”


Rubby menarik seulas senyum, lalu kemudian ia pun berjongkok menyamai posisi fajar. “Hay kenalin nama tante Rubby. Yah mungkin kemarin tante menolak untuk bermain dengan kamu, tapi sekarang tante siap kok untuk menemani mu bermain”

__ADS_1


“Wah serius tante. Jadi tante sekarang mau bermain sama Fajar”Seruh bocah waktu dengan sumringah.


“Fajar om rasa akan lebih baik kamu berganti baju dulu terus makan.”


“Siap om, tapi janji yah habis ganti baju sama habis makan tante ini mau nemenin fajar main mobil-mobilnya”


“Siaaap kalau begitu fajar mau ganti baju dulu...”Ucap Fajar yang kini telah berlari menaiki tangga.


...----------------...


“Cari Rubby yah tuan?” Kata Mutia di saat baru saja ia mendapati Andre membuka pintu Andre yang memang tidak ada siapa-siapa.


“Di mana dia?”


“itu loh tuan, tadi pas saya mau pergi ke pasar saya melihat itu perempuan di jemput sama pria yang tidak jelas kalau tuan tidak percaya tanya saja dengan pak Agam. Dia itu yah tuan belum jadi istri tuan Andre saja dia udah coba selingkuh apa lagi pas udah nikah pasti tuan lebih di selingkuhi.”


"Memangnya kamu bisa setau apa kalau saya benar-benar akan menikahi wanita itu?”Tukas Andre.


“Loh emangnya tuan gak jadi nikahi dia?”


Baru hendak membalas omongan Mutia akan tetapi terhenti karena Andre mendapati telepon.


[Ada apa?]


[Gawat pak!]


[Gawat? katakan ada apa. tolong jangan bertele-tele!]

__ADS_1


[Nama bapak tidak ada lagi sebagai pemilik sah hotel Doofan melainkan nama Bapak telah tergantikan dengan nama Arubby Larasti]


[Apa!]


__ADS_2