Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Calon Menantu idaman


__ADS_3

Vina menyelusuri wajah Rubby secara detail, dengan tatapan matanya yang sengaja di redupkan ia pun memegang wajah Rubby. “Wajar saja Dimas suka karena wajah kamu ini memiliki rasio wanita asia, cantik, bening, manis juga ia”


“Mama harus berapa kali aku katakan jika aku dan Rubby tidak pacaran, kita hanya teman dan yang seperti kak Dania jelaskan pada waktu itu jika Rubby...


“Dimas stop, berhenti untuk melanjutkan kalimat mu itu karena papa dan mama belum selesai menginterogasi pacar mu ini sekaligus calon istri kamu”


“Om tante maaf karena aku lancang berbicara, tapi benar apa yang di katakan oleh Dimas aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun kecuali hanya teman”


“Justru yang teman itu akan dekat semakin dekat terus baru jadian”Sambung Bu Vina.“Hahaha sudah lah tadi saya hanya bercanda, saya tau kamu itu wanita hiro yang sudah menolong cucu saya”


Rubby pun mulai bernafas lega akhirnya mamanya Dimas percaya jika dia bukan pacar anaknya.“Syukur lah tante percaya”


“Semua ini karena Fajar andai saja dia tadi tidak bicara sembarangan sudah di pastikan tidak akan ada lagi kesalahan pahaman.


Dari kesan pertama ketika Dimas memperkenalkan Rubby padanya ternyata Bu Vina sudah menyukai tata cara kesopanan setiap kata yang Rubby ucapkan, ia pun berharap jika Rubby akan menjadi bagian dari menantunya dan istrinya Dimas namun apa yang tadi di ucapkan oleh Fajar rupanya hanya tipuan belaka dan tak nyata.

__ADS_1


“Eh tapi apa kamu sudah makan Rub?”Tanya Bu Vina pada Rubby.


“Kamu ini pilih kasih sekali ma masak Rubby saja yang di tawarkan makan tapi papa tidak”


“Emangnya di pikir mama tidak tau kalau papa makan diam-diam tanpa di awasi oleh mama”


“Hanya sedikit tidak terlalu banyak kok istri ku sayang”


Bisa di lihat jika keluarga Dimas merupakan keluarga yang penuh humoris tanpa adanya masalah, Rubby hanya memandangi mamanya Dimas yang sedari tadi memarahi suaminya karena memakan makanan yang dapat menganggu kesehatannya.


“Mama dan papa memang sering seperti itu, jadi jika kamu melihat kejadian seperti ini tidak akan heran lagi”, Ujar Dimas yang kini mendekati Rubby.


“Tante... tante... ayo temenin fajar main mobil-mobilan robot yang udah om Dimas hadiahkan untuk fajar” Fajar tiba-tiba datang kemudian menarik narik tangan Rubby untuk bermain bersamanya maka Rubby pun mengiyakan kemudian mengikuti Fajar di mana bocah kecil itu menarik tangannya.


...----------------...

__ADS_1


Rubby berjalan membuka pintu utama dengan dorongan yang lambat, bahkan ketika mengetahui keadaan rumah yang terlihat sepi dan gelap ia pun merasa lega itu artinya semua orang sudah pada tertidur.


Karena kelelahan seharian bermain dengan fajar pada akhirnya Rubby terlelap dengan sendirinya karena tak tega membangunkannya Dimas pun membiarkan wanita itu terlelap di kamar kakaknya bahkan ini lah awal cerita kenapa Rubby bisa pulang kemalaman.


Rubby menarik nafas dalam sebelum pada akhirnya ia kembali menutup pintu utama lalu menguncinya.


“Kamu siapa?”


Reflek Rubby menjatuhkan tasnya kemudian ia berbalik badan dan mendapati wanita yang tidak asing baginya ada di rumah ini.


“Kamu mau mencuri...!”Tuduh wanita itu dengan mata sinisnya.


Ketika Rubby tersadar dengan mata yang membulat sempurna sekarang Rubby mengingat siapa wanita yang memakai piyama sexy berwarna merah maroon itu.


“Kamu wanita yang waktu itu ada di mall kan?”

__ADS_1


“Kamu belum tidur Cel?”Sahut Andre yang baru saja berjalan menuruni tangga.


Rubby merasa darah di aliran tubuhnya mendidih ketika melihat baju tidur Andre terbuka tiga kancing di atas dadanya.


__ADS_2