Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Melupakan Impian


__ADS_3

“Mama.....!!!”Pekik Andre yang tiba-tiba terbangun tengah malam. Deru Nafasnya terlihat memburuh terbukti baru saja ia mendapatkan sebuah mimpi buruk tentang mamanya di masa lalu.


Memori yang sudah sangat lama terjadi kini memori itu datang kembali. Sebab Andre masi begitu ingat bagaimana mamanya mati dengan cara mengakhiri hidup karena overdosis obat-obatan. Dan ia masih sangat hafal bagaimana seorang wanita yang tengah duduk di samping jasad mamanya tersenyum seraya menyandarkan kepala di bahu papanya.


Mulai sejak itu Andre sudah membenci wanita bersama anak yang ia bawa kerumahnya sebab karena kehadiran mereka lah rumah tangga yang di jalani mama dan papa telah hancur berkeping-keping.


Separuh kebenciannya mulai sirna di saat mendengar kabar jika wanita itu telah tiada akibat kecelakaan pesawat 12 tahun silam. dan sebagian hati kecilnya juga bersedih sebab kecelakaan itu juga menimpa papa sebuah sumber yang telah membawa bencana masuk di dalam keluarganya


Seketika Andre menyeringai seraya menyeka kasar rambutnya ke belakang.“Tinggal menunggu satu langkah lagi ma! tinggal menunggu satu langkah dendam mu akan aku balaskan!”


----------------


Angin bertiup sepoi-sepoi menerbangkan rambut panjangnya yang menari ke sana kemari. ini sudah tenga malam tapi bulan masih menampakkan wujudnya sedangkan bintang telah sirna ketika bumi akan menurunkan hujan.


Setidaknya rubby harus mengubur mimpinya dalam-dalam sebab tak ada celah sedikit pun bagi dirinya untuk menggapai impiannya.


Rubby pun segera mengakhiri aktivitasnya, ia lebih memilih masuk ke dalam usai menikmati angin malam di Balkon kamarnya.


----------------


“Kasian yah yang gak lulus padahal udah mati-matian berjuang eh malah gak lulus hihi”


Rubby menghembus nafas kasar usai mendengar ejekan Mutia yang sengaja melintas di hadapannya saat dirinya tenga memasak mie instan di dapur.


“Udah selesai bicaranya..?”Sahut Rubby sembari mengacungkan pisau pada Mutia.


“Eh eh kalau kamu sampai nekat, lihatlah CCTV yang ada di ujung sana akan memantau mu jika berani macam-macam”Ujar Mutia yang jelas saja ketakutan sehingga berlahan demi perlahan ia pun memundurkan langkahnya.

__ADS_1


Rubby menyeringai, meletakkan kembali pisau yang berada di tangannya ke atas meja di saat melihat Mutia telah menjauh dari jangkauannya.“Apa aku bisa bertahan hidup bersama orang-orang yang sering jahat pada ku”Gumamnya pelan.


“Rubby...apa kau baik-baik saja sayang...?”dengan penuh rasa khawatir suster Ana datang lalu bertanya tentang keadaan Rubby.


“Awalnya begitu sus, tapi Aku sudah menimang-nimang mungkin Tuhan belum mengizinkan Aku untuk menggapai impian itu tapi ya sudahlah sus Aku tak apa-apa sekarang”


“Hmm kamu yang sabar yah,pasti Sus yakin kamu memiliki impian lain selain menjadi dokter” Ujar Suster Ana seraya mengusap-usap punggung Rubby untuk membuatnya lebih bersabar.


“Hmm bau gosong...”Sahut Suster Ana yang tenga mengendus-endus.


“Astaga indomienya!”Rubby panik segera mematikan api kompor yang berfokus pada panci untuk memasak Indomie.


----------------


Melihat beragam postingan cake yang ada di sosial media seolah membuat Rubby bertekad untuk membuat salah satu cake yang menarik di sana. cheesecake adalah tujuan utama untuk memulai.


setelah urusan belanjanya telah selesai ia kembali memeriksa bahan apa saja yang belum ia masukan ke dalam keranjang.


“Semua lengkap..”Gumamnya pelan seraya mendorong troli yang berisi bahan kue menuju kasir.


Namun saat berada di bagian kasir Rubby tak sengaja bertemu dengan Dania kakaknya Dimas.


“Kak Dania...” Sapa Rubby terlebih dahulu.


“Rubby...ya ampun rubby kamu apa kabar?”Ucap Dari sembari memeluk Rubby.


“Aku baik-baik saja kok kak, kakak sendiri apa kabar, terus fajar nya mana?”Rubby celingukan mencari Fajar.

__ADS_1


“Fajar di sana sama Dimas,di dekat rak mainan itu. Kamu tau sendiri lah kalau dia lagi beli mainan. Nah itu mereka tunggu lah mereka tenga berjalan ke arah kita”


Bicara tentang Dimas entah kenapa punya rasa tidak enak hati, terlebih kemarin ia sempat memarahi Dimas karena tidak lulus kedokteran. Tak lama pria yang jauh lebih tinggi darinya berdiri di sampingnya.


“Eh ada tante Rubby...”Seruh Fajar.“Lihat tante aku membeli banyak mainan robot nanti tante mau yah temenin Fajar main di rumah.


“Iya Rub, kamu tuh udah lama loh gak main ke rumah iya kan Dim?”Dania menyikut lengan Dimas agar pria yang sedari tadi diam berbicara.


“Iya Rubby mungkin Fajar akan senang jika kamu main ke rumah”


Rubby memandang Dimas sekilas kemudian pandangannya terjatuh pada sosok kecil yang tenga menekukan bibirnya ke bawah.


“Tante gak mau yah main sama Fajar lagi...”


“Ah iya tante mau kok main sama Fajar tapi tante mau pulang dulu soalnya mau anterin belanjaan tante ke rumah masak ia pas main kerumah Fajar tantenya bawa belanjaan banyak”


“Di lihat dari belanjaan mu, sepertinya kamu mau buat kue yah?”Tanya Dania.


“Iya kak Aku mau belajar buat cheesecake!”Seruh Rubby antusias.


“cheesecake? kebetulan sekali bukannya kakak jago buat cheesecake!”


“Iya kakak bisa buat cheesecake, atau gimana kamu buatnya sama kakak saja”Tawar Dania.


“Wah serius kak, kakak bisa buat cheesecake?”tanya Rubby tak percaya.


“Kak Dania pernah menjadi juara pertama di tahun kemarin dalam rangka membuat cheesecake”Tambah Dimas membumbui.

__ADS_1


“Yey akhirnya tante Rubby mau main juga ke rumah...”


__ADS_2