Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Celine Yang Sombong


__ADS_3

“Rub, coba deh sepertinya ini bagus untuk kamu pakai”Ucap Suster Ana yang kini tenga memposisikan dress di depan tubuh Rubby.


“Bagus sus, tapi apa harganya ini tidak kemahalan”


“Hmmm kamu ini sama saja seperti Rubby yang belum hilang ingatan. kamu dulu juga sering bilang baju-baju yang ingin suster sarankan terlalu mahal”


“Berarti sebagian dari sifat lama ku masih ada dong sus,”


“Tapi tak apa-apa mending kamu beli saja, ingat selain sifat mu yang telah berubah maka penampilan mu juga harus di daur ulang. Lihat di sana ada salon kecantikan ayo kita kesana”


Rubby hanya pasrah serta menurut saja saat suster Ana manuntun tangannya menuju salon kecantikan.


...****************...


Celine tenga menata rambutnya di salon yang sama dengan Salon yang kini suster Ana datangi bersama Rubby.


“Saya ingin warna serta model rambut seperti yang ada di dalam ponsel saya ini, apa kalian bisa”


“Baik mbak, tapi apa mbak bisa menunggu duduk sebentar di kursi sebelah sana” kata pelayan salon itu pada Celine.


“Apakah tidak sekarang saja!”Celine berkata sinis.


“Tidak bisa mbak karena memang salon ini harus sesuai dengan nomor urut antrian”


“Aduuh stop! lupakan soal nomor urut antrian karena saya pasti akan membayar dua kali lipat kalau seumpama saya di dulukan”


“Tuh kan apa sus bilang model rambut terbaru mu sangat cocok dengan kamu yang sekarang”

__ADS_1


”Sus ini bisa saja kalau memuji”


Brug....


Berjalan tanpa melihat-lihat tak menyangka suster Ana menabrak seorang wanita yang tenga berdebat dengan seorang pelayan salon sampai terjatuh.


Celine meringis kesakitan sampai-sampai rasanya ia ingin sangat marah kepada seorang wanita yang telah menabraknya hingga ia terjatuh.


“Gimana sih gak punya mata yah!”


Suster Ana meminta maaf pada wanita yang tak sengaja ia tabrak itu. “Maaf mbak saya benar-benar tidak sengaja”


“luas Jalan yang ada di salon ini sangat lebar mustahil kamu tidak sengaja!”


“Mari saya bantu berdiri mbak”Ucap Suster Ana sembari mengulurkan tangannya untuk membantu Celine..


“Saya akui kamu tidak Terima tapi itu bukan berarti kamu menolak bantuan dari tante saya dengan kasar!”Kata Rubby dengan kalimat penekanan.


“Apa harus saya menerima bantuan dari seorang yang telah menabrak saya sampai jatuh seperti ini!” Tukas Celine yang mulai berdiri dengan sendirinya.“Sudah di suruh menunggu untuk antri eh ini malah saya tertimpa kejadian seperti ini. Sudahlah lebih baik saya cari salon yang lebih baik dari ini saja!”


“Ternyata masih ada saja orang seperti dia!”Ketus Rubby di saat melihat wanita yang pemarah itu berjalan melewati mereka.


“sudah tidak usah di hiraukan, lebih baik kita pulang saja yuk”Ujar suster Ana. maka Rubby pun mengiyakan saja.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


“Dim besok kan ulang tahunnya fajar jadi mbak ingin kamu membawa Rubby main kerumah kita lagi sekaligus ikut Memeriahkan


acara ulang tahunnya fajar, pasti fajar suka”


“Oke kak nanti aku akan beri tahu Rubby”Sahut Dimas yang kini tenga memakai jas dokternya.


“Hmm Dim, salain ini kakak juga ingin bicara serius sama kamu”Dania duduk di tepi ranjang Dimas.


“Katakan apa itu kak?”


“Kamu dan Rubby kakak rasa kalian cocok kamu tampan dan Rubby cantik, entah kenapa kakak sangat setuju kamu menjalin hubungan serius dengannya”


“lalu apa maksud kakak aku harus menyatakan cinta padanya gitu?”


“tepat sekali. bertindak cepat itu akan jauh lebih baik”


“Mama, om di depan ada oma sama opa”


“Ha! mama sama papa pulang!”Ucap Dimas dan Dania secara bersamaan.


...----------------...


Sepasang lansia mengoceh di ruang tamu hanya gara-gara kepulangan mereka dari jogja tak di sambut baik oleh kedua anak kandungnya.


“Dimas dan Dania ini kemana yah masak orang tuanya pulang gak di sambut dengan baik ini malah sibuk dengan sendirinya”


“Oma opaa ini mama sama om”Sahut Fajar di ikuti mama dan dan omnya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2