Dendam Rasa Membarah

Dendam Rasa Membarah
Kesedihan Rubby Karena Tak Lulus


__ADS_3

“Kamu jangan kecewa, aku yakin pasti akan ada kesempatan lagi”


“Apa maksud mu kesempatan untuk gagal dim?”Tanya Rubby dengan mata yang mulai mengembun.


“tidak rubby bukan begitu maksud aku. dan aku yakin bisa membantu kamu dengan bantuan dokter-dokter yang aku kenal dan...


“Dim perkataan dokter itu memang benar untuk menjadi dokter spesialis itu tidaklah mudah. Terkadang solusi kesehatan fisik adalah hal utama, sedangkan aku”Rubby mulai melanjutkan tangisnya.“Sedangkan aku, aku positif tidak sehat Dim! apa kamu masih tak mengerti juga!”Kata Rubby setengah teriak.


“Rubby, aku seorang dokter dan aku juga memiliki kuasa atas rumah sakit tempat ku bekerja dan asal kamu tau jika rumah sakit itu adalah milik ku bahkan aku bisa membantu mu dengan cara itu!”


“Aku berharap apa yang kamu maksud itu bukan lah sebuah penyogokan Dim!“Jawab Rubby seraya mengelap air mata dengan punggung tangannya, setelah mengatakan itu ia mulai membuka pintu mobil yang ada di sampingnya.“Terimakasih atas tumpangan serta waktu nya hari ini”


“Tidak Rub, aku mohon dengar kan aku dulu, Rubby...


...----------------...

__ADS_1


Di bawah sinar lampu bewarna bintang, Rubby terduduk sendirian menikmati malam di belakang taman rumahnya. Tempat yang sunyi adalah tempat yang tepat untuk menyendiri di kalah sedih melanda.


Sebuah kaca mata terletak di sampingnya Rubby pun mengamati kembali kaca mata yang sudah beberapa tahun ini ia pakai.


“Dulu aku sangat membutuhkan mu, tapi sekarang tidak lagi karena sekarang aku dapat melihat dengan jelas meskipun medis menyatakan jika yang harus masuk ke dunia dokter spesialis mata adalah seorang yang tak pernah memiliki gangguan rabun atau semacamnya"Lirih Rubby di sertai isak tangisnya.


...----------------...


Karena akan di adakan pembangunan hotel baru maka kesibukan pun juga menerpa andre saat ini. untuk sekarang ia pulang jam 7 malam padahal ia biasanya pulang jam 4 sore , bahkan tidak perlu untuk datang ke hotel.


Untuk menuju ke kamarnya terlebih dahulu Andre harus melewatkan kamar Rubby yang nampak masih tertutup rapat. namun saat sudah berdiri di depan pintu kamar Rubby, Andre pun berhenti sejenak ketika mendapatkan sesuatu di bawah kakinya.


“Apa ini?”Gumamnya pelan seraya memungut kertas yang terlipat.


*SURAT KETERANGAN DARI DOKTER...........*

__ADS_1


“Apa aku tidak salah baca, wanita itu tidak lulus”


Isak tangis seorang wanita terdengar jelas di telinga sehingga Andre semakin memajukan langkahnya menghampiri seorang wanita yang duduk di kursi taman tenga tertunduk Memunggunginnya .


“Bisa pelan kan sedikit, Suara tangis mu sungguh menganggu telinga ku”


Rubby terdiam, ia berhenti menangis di saat mendengar suara tak asing yang berada di belakangnya.


“Pergi lah, jangan ganggu aku!”Cerca Rubby pada Andre.


Andre menghela nafas berat sembari melangkah lebih mendekati Rubby.“Aku sedang lelah bahkan ketika aku sedang lelah tempat ini adalah favorit ku untuk beristirahat serta merilekskan tubuh, ck aku tak menyangka jika tempat ini telah menjadi tempat Untuk menangis”Kata Andre sembari mendudukkan bokongnya di samping Rubby.


“yah baik kalau begitu aku mengalah, jadi kamu bisa sepuasnya berada di sini!”


“Sudah lama, sudah lama aku tak melihat mu sesedih ini!”Sahut Andre di kalah melihat Rubby yang mulai beranjak.“Biasanya kamu akan sedih karena kelakuan ku tapi sekarang versi nya telah berubah. Kamu bukan menangis karena perbuatan ku”

__ADS_1


Rubby terdiam, hanya air mata saja yang kian deras saat Andre mengatakan kalimat itu. Yah Rubby mengingat masa lalunya.


__ADS_2