
POV 4 AWAL KEHANCURAN RUMAH TANGGA
“Rubby ini om ada boneka sama baju baru buat kamu, ini di ambil yah”
“Wuaah makasih yah om, bonekanya bagus sekali”Seruh Rubby kecil seraya memeluk boneka bear bewarna pink itu.
“Duh Tuan saya jadi tidak enak hati, Tuan baik sekali sama anak saya”
“Tidak masalah, lagi pula saya sudah menganggap Rubby sebagai anak saya sendiri”Diam-diam pa Burhan memainkan matanya seketika membuat Rindi tersipu malu.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Di usia 12 tahun Andre bisa memahami apa situasi apa yang terjadi dengan papanya itu, ia paham kalau papa mempunyai hubungan khusus dengan wanita yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumahnya.
Sehingga sekarang Tari dan Andre dapat melihat secara langsung bagaimana baiknya pa Burhan ketika memberikan sebuah boneka dan Baju baru.
“Ini tidak bisa di biarkan ma,”Gumam Andre seraya menggenggam jemari mamanya yang bertumpu di bahu kirinya.“masak mama diam saja kalau papa selingkuh. ma intinya aku tidak ingin mama dan papa berpisah”
Dengan air mata yang berderai Tari memandangi keduanya dengan nafas yang memburuh bagaimana tidak rupanya Suaminya berani mencium wajah art barunya di saksikan oleh dirinya dan juga Andre.
“Tuan, apa-apaan sih. malu tau di liat Rubby”
“Kok tuan, panggil mas dong sayang kan kita sudah menikah...
“Keterlaluan kamu mas....!!
“Tariii....!!!
Plak!!!!
Burhan memegang wajahnya yang masih membekas tamparan istrinya. Ia juga tak menyangka aksinya bisa di ketahui oleh Tari.
“Ma.. ini bisa papa jelaskan...
“Jelaskan apa mas!! ha jelaskan apa!!”Cerca Tari di sertai tangisan.“semua sudah jelas...!!kamu...!!”Kamuu...!!”Tari menunjuk- menunjukan tangannya pada Rindi yang berdiri tak jauh darinya.“Sini kamu ha!!”
__ADS_1
“Awh sakit NYA...!!”Jelas Rindi merasa kesakitan sebab Tari menarik rambutnya dari belakang hingga wanita mendongakan kepalanya ke atas.
“Apa sakit kamu bilang!! lebih sakit mana sama hati seorang istri yang udah suaminya perbuat! lebih sakit mana!jawab pelakor!”
“Ibuu.. jangan sakiti ibu aku tante...”Lirih Rubby kecil yang berusaha mendorong tubuh Tari agar tak menarik rambut Rindi.
“Diam kamu anak pelac*r!! kamu sama saja seperti ibu mu..!!”
“Tari sudah cukup!!lepaskan Rindi...!!”Pekik Burhan seraya menarik paksa tangan Tari dari rambut Rindi.
“lihat kamu terang-terangan berkata kasar pada ku! demi membela wanita ini karena yang jelas-jelas aku korbannya Mas dan dia hanya pelakor!!”
“Cukup!! dia bukan pelakor!! tapi dia juga istri ku!!”Kata Burhan penuh penekanan.
“Apa! istri? Mas apa maksudnya ini ha!”
“Yah apa kurang jelas aku dan Rindi sudah menikah tanpa sepengetahuan kamu...”Jelas Burhan tanpa rasa bersalah.
Tari menutup mulutnya, ia tak sanggup lagi untuk berbicara di saat unsur di tubuh nya mulai melemah. Ia menangis sejadi-jadinya.
“Pa! papa tega sama mama...!!”Sahut Andre kecil yang juga tersulut emosi sebab papa mempermainkan mamanya.
“Apa kamu tidak mempunyai pria lain um?”Tanya Tari pada Rindi sebab Rindi hanya diam saja sembari merankul tubuh Rubby.
“Maafkan saya nyonya, saya mencintai tuan Burhan...
“Tapi apa kamu tau kalau dia sudah memiliki istri ha!...”
“Aku tau itu nyonya, tapi mau bagaimana lagi jika aku dan mas Burhan sudah saling mencintai”
“Apa pantas mencintai suami orang!dasar janda gatal pergi kamu!!”
Tari yang emosional hendak menampar Rindi namun kali ini tangannya berhenti di udara sebab Burhan menahannya.“Berani kamu bersikap kasar pada istri kedua ku, maka persiapkan diri mu untuk aku ceraikan!”
__ADS_1
Kehidupan yang Rindi jalani semakin hari semakin bewarna, kini ia tak pernah lagi memakai baju pelayan rumah tangga pada umumnya melainkan suaminya Burhan telah mengubahnya menjadi nyonya besar.
Sedangkan Tari tenga sakit-sakitan karena anemia yang deritanya semakin parah membuatnya berwajah pucat dan bertubuh kurus. Tak ada ada cerah di dalam kehidupannya semenjak suaminya diam-diam menikah dengan wanita lain.
“Dre berjanji lah sama mama,”
“Janji? janji apa ma”
“Sampai kapan pun pelac*r itu bukanlah mama kamu dan dia anak dari pelac*r itu bukanlah adik kamu!”
“Jelas ma! aku sangat membenci mereka bahkan sebelum aku mengetahui jika papa berselingkuh aku sudah membenci anaknya itu”
“Yah bagus. mama senang mendengarnya jadinya mama bisa pergi dengan tenang nantinya”
“Pergi...memangnya mama mau pergi kemana?”
“Papa kamu tidak perduli lagi sama mama, apa sama kamu. Dre tolong ambilkan obat mama yang itu...”
“Yang ini ma?”Tanya Andre sambil menunjukkan botol obat yang ada di tangannya.
Rindi menggapainya.“sekarang tolong ambilkan mama minum yah, mama haus sekali”
“yaudah, kalau begitu aku ambilkan. mama tunggu dulu di kamar nanti aku akan kembali”
Rindi mengangguk seraya tersenyum menampilkan bibirnya yang sangat pucat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......................
“Ma...ini minum.....
Trankkk.....
Andre berteriak histeris seraya menjatuhkan gelas berisi air di lantai kamar.
__ADS_1
“Mamaa....!!!”